Khatbah Idul Adha: Kisah Ibrahim Untuk Perbaikan Zaman


Khutbah Idul Adha, Kisah Ibrahim untuk SetiapCara Menjaga Badan Agar Tetap Segar Bugar Ala Sahabat Nabi Zaman

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُون

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللَّهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ


Jamaah solat Idul Adha raihimakumullah, Pagi yang cerah, udara yg sejuk, Sinar matahari yang menghangatkan seluruh badan. Lalu darimana datangnya waktu pagi yang cerah?  Darimana datangnya sinar yang hangat? Dan darimana datangnya udara udara yang segar?

Tentu saja, dari Allah subhanahu wata’ala . 

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Jamaah  Ied rohimakumullah..
Masihkah kita kufur dan tidak syukur?

Masihkah kita maksiat dan tidak taat?
Masihkah kita lupa akherat dan tidak solat?

Lihatlah..!

Sampai detik ini, sampai hari yg agung ini, kita masih diizinkan oleh Allah ta’la untuk bertemu dengan udara yang sejuk, sinar yang hangat dan hari yang agung.

 فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat tuhanmu manakah, yang Engkau dustakan??   (Qs.Ar-Rahman :13 )

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Shalawat serta salam kepada Sang Pembawa cahaya dari kedzoliman, Nabi Muhammad Shallahu alaihi wassalam, dan juga sahabat-sahabatnya rodiyallahuanhum, serta istri-istri beliau dan pengikutnya sampai akhir zaman.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Salah satu wujud taat kaum muslimin adalah melaksanakan qurban, sebgaimana yang tertulis dalam  (Qs. Al-Kautsar:2 )

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah"

Jamaah Idul Adha rahimakumullah..

Sering sekali khatib-khatib Idul Adha yang menceritakan kisah Ibrahim dan Islmail Alaihimassalam dalam khutbahnya, tentang Nabi Ibrahim yang bermimpi menyembelih Anaknya Ismail Alaihimassalam..

(Qs.As-Saaffat: 102-108) 

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ
الصَّابِرِينَ

"Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar".

للهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Jama’ah Sholat Ied Rahimakumullah 
Kisah Ibrahim sebenarnya bukan cuma itu saja, namun ada sepenggal kisah yang bisa memperbaiki zaman kita sekarang ini, zaman yang sudah rusak, ummat Islam terbelakang, dan Amerika sebagai negara kuasa.

Sehingga untuk memperbaiki Negara Indonesia, kita membutuhkan Ibrahim-Ibrahim dan Ismail yang baru..lahir di Tanah Air

Bagaimana supaya menumbuhkan Ibrahim pada masa sekarang?
Mari kita uraikan bersama-sama, bagaimana cara berkisah Nabi Ibrahim supaya memperbaiki zaman.

Poin Prtama :

Memperingati kisah Nabi Ibrahim di setiap zaman dan setiap saat. Jama’ah Ied rohimakumullah...

Nasehat seperti apa yang lembut dan mudah dikenang?
Nasehat seperti apa yang tidak menyakiti hati?
Nasehat seperti apa yang enak didengar?
Nasehat seperti apa yang orang-orang siap duduk berlama-lama ?
Nasehat seperti apa yang bisa menjadikan motivator dan mudah dihadirkan kapan saja?

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas kita hanya membutuhkan satu jawaban saja “berkisah”.

Berkisah sangat dahsyat pengaruhnya, sangat mudah disajikan tanpa menyakiti orang yang dinasehati, berkisah memotivator pendengar, bahkan mereka siap berlama-lama duduk di depan kisah, berkisah sangat cocok untuk semua usia, entah orangtua, Remaja dan anak-anak.

Kita pun tahu, 1/3 Al-Qur’an isinya adalah kisah, karna Kisah-kisah turun selama 13 tahun, saat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam  berada di Makkah. Subhanallah. Bukti ini sudah bisa kita jadikan sebagai alasan yang kua,t supaya kita tidak lupa akan berkisah, entah untuk Remaja,Orangtua dan yang paling penting kepada anak-anak.

Karna keberadaan posisi anak-anak jika kita gambarkan, mereka berada di fase makkah/fase awal (fase mengenal islam). Perbanyaklah kisah kepada mereka.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

Poin Kedua :

Bukan Hanya Tragedi Penyembelihan..

Selain cerita mimpi  Nabi Ibrahim dengan anaknya, masih banyak ibrah-ibrah yang lain, dari kisah Nabi Ibrahim. Salah satunya yaitu : “melihat masa muda Nabi Ibrahim”

Jamaah Rahimakumullah..

Mari kita rubah pola pikir kita!
Orangtua merubah Pola pikir dalam menilai anak Remaja...dan remaja merubah pola pikir remaja itu sendiri. Seperti Pola pikir orangtua terhadap anaknya yang remaja/akan remaja :

"Maklum, namanya juga remaja"
"Sudah biasa remaja kaya gitu..mencari jati diri"

Orangtua yang seperti ini, adalah orangtua yang melegalkan kenakalan/kemaksiatan... sudah tahu itu salah, namun dilegalkan dengan alasan "Masih Remaja".  Bayangkan saja, jika orangtua menganggap “karna dia masih remaja” otomatis orangtua akan melegalkan kenakalannya selama 10-15 tahun? Karna masa Remaja dari umur baligh 13/14-25 tahunan.

Umur anak kita akan sia-sia selama 15 tahun?

Namun, ada juga yang khawatir...
Misal:

"Pergaulan seperti apa yang akan diambil oleh anak ku?"
"Apakah anak ku nanti akan membantah perintahku? Atau meninggalkan solat?"

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ


Contoh kalimat di atas, seolah-olah masa remaja itu adalah masa yang sangat berbahaya atau mengkhawatirkan, terkhusus bagi orangtua, maka tidak jarang para orangtua yang menitipkan anak-anaknya ke salah satu Pondok-pondok/Pesantren-pesantren sebagai wujud kekhawatiran mereka. La haula. Itu dari pola pikir orangrua saat ini.. bagaimana dengan pola pikir remaja itu sendiri?

Misal :

"Ah, saya mau menikmati masa mudaku dulu"
"Katanya anak muda? Ko’ tidak keren gitu?"
"Itu yang nasehatin, kaya tidak pernah muda saja!"
"Saya kaya gini, karna masanya , nikmatin dulu masa muda bro"

Darimana datangnya data ini? Pola pikir ini apakah dari islam?

Jamaah Ied Rahimakumullah..

Amerika sebagai negara adikuasa yang telah memegang peran besar di dalam bidang pendidikan ataupun lainnya, mulai dari pendidikan di masa anak-anak sampai masa remaja, tidak heran jika merekalah yang membangun pola itu semua.

Memang benar, jika kita berkiblat pada Amerika, masa remaja di sana memang seperti itu.
Namun bagaimana jika kita mengambil kiblat/rujukan dari Al-Qur’an / Islam?
Salah satunya ada di kisah Ibrahim Alaihissalam..
Lihatlah ibrahim ..

 Qs.Al-Anbiya: 59-69


قَالُوا مَنْ فَعَلَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ

Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim(59)

قَالُوا سَمِعْنَا فَتًى يَذْكُرُهُمْ يُقَالُ لَهُ إِبْرَاهِيمُ

Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim"(60)

فَتًى =  seorang pemuda

Subhanallah... sangat jauh dengan yang dikatakan oleh Negara adikuasa Amerika. Masa muda Nabi Ibrahim adalah bentuk kesolehan, kekuatan tauhid, pemberani, dan berani memerangi hal yang batil.

Kesimpulan dari Khotbah tadi adalah,

Andai pemuda-pemuda Indonesia tumbuh seperti Nabi Ibrahim Alaihissalam, niscaya Bumi Indonesia akan menjadi baldatan toyyiba. Akan lahir remaja-remaja yang menjadi orang-orang hebat di masanya! seperti masa Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sampai terakhir masa kejayaan Islam!

Kekuatan Islam pada saat itu dipegang oleh remaja! Abdullah bin Abbas Remaja yang banyak ilmu dan sebagai duta pemerintahan! Muhammad Al-fatih 17 tahun, sebagai pembuka benteng terkuat (konstatinopel), dia adalah sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pasukan(kata Nabi)

Maka untuk menumbuhkan mereka kita perlu kembali kepada pendidikan Islam, kembali kepada Al-Qur'an. Sungguh pedoman-pedoman pendidikan Islam masih tertulis rapih, namun terabaikan. Namun  sebaliknya, jika kita masih mengambil Amerika sebagai kiblat pendidikan, maka tidak akan lahir pemuda-pemuda seperti masa kejayaan islam! yakinlah!

Cukup sekian dari kami, semoga kita bisa memetik hikmah dari khotbah Idul Adha ini, dan sebenarnya masih banyak hikmah yang lain, seperti bagaimana keimanan Ibrahim dan Ismail. Sangat menarik untuk kita pelajari, di sana banyak buku-buku kisah yang belum tersentuh oleh tangan-tangan kita, mari membaca, dunia akan hancur dan pertanggung jawaban akan ditanyakan.

Peradaban Islam dibuka dengan “Ajaran Supaya Membaca dan Menulis” Qs.Al-Alaq 1-5 ( Iqra! Iqra bismirobbikalladzi khalaq.....)

Artinya: Bacalah. Mari kita tutup Khatbah ini dengan Do’a-Do’a dari Nabi Ibrahim Alaihissalam..

 رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ 

النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali".


 رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِر


"Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.

Penulis ; Abu Zaid Al Amir.

Artikel Pribadi (Persiapan Sebelum Khatbah Idul Adha.)
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

1 Response to Khatbah Idul Adha: Kisah Ibrahim Untuk Perbaikan Zaman

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top