Kisah Abu Ubaidah bin Al Jarrah Sahabat Nabi yang Membunuh Ayahnya

Kisah Abu Ubaidah bin Al Jarrah-Sahabat ini merupakan pemuda yang pernah mendapat sentuhan langsung dari Nabi Shalallahu alaihi wassalam. Beliau seorang laki-laki yang memiliki wajah bersinar, berpenampilan menarik, bertubuh kurus dan jangkung. Orang orang merasa tenang jika memandangnya, jiwa merasa damai jika bertemu dengannya, semua orang menghormatinya.

Selain itu sahabat Abu Ubaidah adalah sosok pemuda yang ramah, sangat bertawadhu dan pemalu, namun jika ada masalah yang menimpanya dia langsung berubah menakutkan layaknya singa yang mengaum. Bagaimana kisah teladan Abu Ubaidah bin Al Jarrah?

Kisah Abu Ubaidah bin Jarrah Penuh Hikmah dan Keteladanan


Di bawah ini abanaonline.com akan mengurai kisah sesuai urutan. Mulai dari biografi Abu Ubaidah bin Jarrah sampai wafatnya.

Nama Asli Abu Ubaidah bin Al-Jarrah


Kisah Abu Ubaidah bin Al Jarrah

Nama asli sahabat nabi satu ini adalah Amir bin Abdullah Al Jarrah Al Fihri Al Quraisy itulah nama asli Abu Ubaidah bin Al Jarrah.

Bagaimana akhlak Abu Ubaidah bin Al Jarrah?

Abdullah bin Umar berkata : 

"Tiga laki-laki dari Quraisy termasuk orang-orang yang berwajah paling tampan, paling mulia akhlaqnya, paling kuat rasa malunya, jika mereka berbicara kepadamu maka mereka tidak mendustaimu, jika kamu berbicara kepada mereka maka dia tidak mendustaimu, mereka adalah Abu Bakar, Utsman bin Affan dan Abu Ubaidah."

"Masing-masing umat mempunyai orang kepercayaan dan orang kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah" (Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam)

Kisah Islamnya Abu Ubaidah bin Al Jarrah


M
Abu Ubaidah masuk Islam melalui tangan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dia termasuk orang yang pertama masuk islam, yakni sehari setelah Abu Bakar masuk Islam. (As-sabiqunal awwalun)

Kisah Abu Ubaidah Membunuh Ayahnya Sendiri


Kisah Teladan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah 10 Sahabat Dijamin Masuk Surga

Abu Ubaidah tinggal di Makkah bersama para sahabat, dia hidup penuh dengan kesulitan dan kesedihan, menerima siksaan dari perjuangan awal hingga akhir. Namun dia tetap berdiri kokoh mempertahankan agamanya demi membela Allah dan RasulNya.

Kesedihan yang paling mendalam yang dialami Abu Ubaidah adalah saat dia ikut perang Badar. Dalam perang ini dia terus maju pantang mundur, hingga musuh pun takut setiap melihatnya. Akan tetapi apa yang terjadi? 

Setiap kali dia maju untuk menebas musuh ada seorang yang selalu menghalangi jalanya, padahal Abu Ubaidah selalu menghindarinya dan mencari jalan lain agar bisa membunuh musuh.

Akhirnya Abu Ubaidah kehilangan kesabaran, saat berhadapan dengan orang yang menghalangi ini, Abu Ubaidah langsung menebas kepalanya dengan pedang hingga terbelah dan tak bernafas lagi.

Mungkin kalian tidak menyangka bahwa ternyata yang dibunuh sahabat Abu Ubaidah tersebut adalah keluarga inti dari Abu Ubaidah bin Al-Jarrah. Yaitu ayahnya sendiri bernama Abdullah. Sungguh tidak menyangka, Abu Ubaidah telah membunuh ayah kandungnya sendiri yang masih kufur.

Subhanallah seperti itulah Abu Ubaidah, dengan keberanian dan ketangguhannya dia berani membunuh ayahnya yang musyrik.


Hiburan Dari Allah Ta'ala Untuk Abu Ubaidah bin Al-Jarrah

Tentu saja ada rasa kesedihan pada diri Abu Ubaidah. Namun Allah Ta'ala menghiburnya melalui Qs. Al Mujadalah ayat 22:

"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak  atau anak-anak atau saudara-saudara atau keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang mana Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dariNya dan Dia memasukkan mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamNya. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung."

Hiburan Surga.. beginalah fase Makkah.. banyak sekali hiburan-hiburan tentang surga atau kisah-kisa terdahulu.

Kisah Abu Ubaidah Dimata Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam


Kisah Teladan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah 10 Sahabat Dijamin Masuk Surga

Suatu ketika orang-orang nasrani mempunyai perkara yang cukup rumit, mengenai harta mereka, lalu mereka mendatangi Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan berkata, "Wahai Abul Qosim, utuslah salah satu sahabat mu kepada kami untuk menyelesaikan masalah yang kami perkarakan mengenai harta kami."

Rasul Shalallahu alaihi wassalam menjawab :

"Datanglah kepadaku siang hari, maka aku akan memilihkan salah seorang sahabat yang kuat dan amanah untukmu."

Mendengar hal itu Umar datang ke masjid lebih awal agar Nabi Shalallahu alaihi wassalam menunjuknya untuk diutus kepada orang Nasrani tersebut sesuai kriteria yang Rasul sebutkan.

Saat selesai shalat, Nabi Shalallahu alaihi wassalam tengok kanan kiri mencari sahabat yang akan beliau pilih untuk diutus, Umar kala itu sudah berusaha menampakkan diri didepan Nabi Shalallahu alaihi wassalam agar dipilih, tapi ternyata salah, Nabi Shalallahu alaihi wassalam akhirnya menunjuk Abu Ubaidah.

Umar berkata, "Ternyata Abu Ubaidahlah yang dipilih oleh Nabi sesuai kriteria yang beliau sebutkan."

Peran Abu Ubaidah bin Al Jarrah dalam Islam


Kisah Teladan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah 10 Sahabat Dijamin Masuk Surga

Abu Ubaidah menjadi komandan sekelompok sahabat yang diperintah oleh Rasul shalallahu alaihi wassalam untuk menghadang kafilah dagang orang-orang Quraisy. 

Kelompok ini terlihat sangat kuat, padahal Nabi hanya membekalinya sekantong kurma. Satu biji kurma untuk satu orang setiap harinya, sahabat sudah merasa cukup dengan bekal satu kurma untuk pagi hingga malam. Mereka hanya mengisap kurma itu dan minum air. Subhanallah betapa qona’ahnya mereka.Dalam keadaan seperti itu mereka mampu menahan lapar dan hanya 1 kurma saja yang mereka makan dalam sehari.

Kisah Abu Ubaidah pada Perang Uhud


Abu Ubaidah mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, salah satunya adalah perang Uhud. Dalam perang ini Abu Ubaidah adalah salah satu orang yang berada disekeliling Rasul Shalallahu alaihi wassalam disaat kaum Muslimin terpukul mundur dan untuk melinduni Nabi dari tombak-tombak kaum Musyrikin.

Selesai perang Nabi shalallahu alaihi wassalam mengalami luka yang parah salah satu nya adalah pecahan baju besi beliau menancap dipipi beliau, kemudian Abu Bakar ingin mencabut dari pipi beliau, lalu Abu Ubaidah berkata, "Aku bersumpah demi Allah atasmu, berikan tugas itu padaku."

Maka Abu Bakar mempersilakannya, Abu Ubaidah bin Al Jarrah mencabut dengan giginya agar tidak menyakitinya jika menggunakan tangan, sehingga gigi Abu Ubaidah ikut terlepas kemudian dia menggunakan dengan gigi yang lain, lalu terlepas lagi giginya.

Abu Bakar berkata' "Abu Ubaidah termasuk salah satu sahabat yang paling tampan dengan dua gigi depan yang tanggal."


Baiat Umar


Umar bin Khattab membaiat Abu Ubaidah dan berkata:

Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, "Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan dan kau adalah orang kepercayaan umat ini."

Abu Ubaidah berkata: 

"Tidak pantas bagiku mendahului seorang laki-laki yang telah diperintahkan oleh Rasulullah agar menjadi imam kita dalam shalat, maka laki-laki itu pula yang berhak menjadi imam bagi kami sampai dia wafat."

Maka setelah itu Abu Bakar memberikan kekhilafahannya kepada  Umar setelah Abu Bakar, Abu Ubaidah pun tunduk patuh kepada Umar dan tidak pernah mendurhakainya kecuali satu kali.

Kenapa Abu Ubaidah Tidak Taat?

Karna pada saat perang berkecamuk di Syam, sehingga 2 tempat negeri Syam ditaklukan Allah melalui Abu Ubaidah bin Al Jarrah, pada saat itu negeri Syam tertimpa penyakit Tha’un dan merengut banyak nyawa satu per satu. Karena kejadian itulah Umar merasa khawatir akan keadaannya, lalu Umar mengirim surat yang isinya:

"Aku sangat memerlukanmu, jika surat ini sampai kepadamu malam hari maka pulanglah tanpa menunggu datangnya waktu pagi, jika surat ini sampai kepadamu siang maka pulanglah tanpa menunggu datangnya waktu sore."

Abu Ubaidah membaca surat itu dan berkata: 

"Aku tahu hajat Amirul mukminin kepadaku, dia ingin orang yang tidak mungkin hidup selamanya agar tetap hidup."

Lalu Abu Ubaidah membalas surat Umar, yang isinya:

"Wahai Amiirul Mukminin, aku tahu hajatmu kepadaku, aku saat ini berada ditengah-tengah pasukan muslimin, aku tidak ingin melindungi diriku dari Tha’un yang menimpa mereka. Aku tidak ingin berpisah dari mereka sehingga Allah menetapkan keputusanNya pada diriku dan pada diri mereka. Jika surat ini sampai ketanganmu maka bebaskanlah aku dari permintaanmu dan izinkan akuuntuk tetap tinggal di tangah-tengah pasukanku."

Sampailah surat tersebut kepada Umar, membaca surat tersebut Umar menangis, sahabat bertanya:

"Kenapa Engkau menangis apakah Abu Ubaidah telah wafat?"

Umar menjawab:

"Tidak tapi mendekatinya."

Tidak lama kemudian apa yang dikatakan Umar benar, maka penyakit Tha’un menyerang Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan wafatlah ia di Syam.

Sebelum ajal menjemput, Abu Ubaidah berwasiat kepada para sahabat dan berkata kepada Muadz bin Jabal:

"Dirikanlah shalat dan jadilah imam bagi mereka."

Lalu Muadz berkata:

"Kalian telah kehilangan seorang laki-laki, demi Allah aku tidak mengetahui seorang laki-laki yang paling baik dadanya, paling bersih dari keburukan, paling cinta kepada akhirat dan paling tulus kepada orang banyak umum dari pada dia, maka doakanlah semoga Allah merahmatinya dan merahmati Kalian."

Penulis Ummu Zaid/Refrensi Shuwaru Min Hayatish Shahabah Dr.Abdurrahman Ra’fat Basya


Tag Hafalan :

  1. Amir bin Abdullah Al Jarrah Al Fihri Al Quraisy  nama asli Abu Ubaidah bin Al-Jarrah
  2. Ayah Abu Ubaidah bin Al-Jarrah bernama Abdullah bin Al-Jarrah
  3. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah Islam melalui tangan Abu Bakar
  4. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah meninggal terserang penakit tha’un

Rencana Pembelajaran Anak dari Kisah Sahabat Abu Ubaidah


  • Ayah atau pembimbing mengenalkan dan mentalqin lafal nama Sahabat Abu Ubaidah bin Al-Jarrah
  • Ayah atau pembimbing mengenalkan keutamaan-keutamaan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah
  • Menjelaskan, pembunuhan Abu Ubaidah bin Al-jarrah terhadap ayahnya, karan ayahnya mausrik dan dalam ke adaan perang/ Musuh. (Penting!!)
  • Menjelaskan pujian-pujian Abu Ubaidah
  • Menjelaskan ketabahan Abu Ubaidah
  • Mengajak mencintai para Sahabat Nabi 

Nah itulah ulasan tentang kisah Abu Ubaidah bin Jarrah. Semoga bisa bermanfaat buat diri kami pribadi dan pembaca sekalian.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

2 Komentar Kisah Abu Ubaidah bin Al Jarrah Sahabat Nabi yang Membunuh Ayahnya

  1. sungguh orang yang sangat bertanggung jawab pada pasukanya meskipun diperintah untuk kembali

    BalasHapus

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top