Kisah Sahabat Utsman bin Affan Radiyallahuanhu

Kisah Sahabat Utsman bin Affan Radiyallahuanhu


Utsman bin Affan bin Abil Ash, Khalifah Islam ke-3, dan dia adalah sahabat yang telah menikahi 2 putri Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam. Utsman bin Affan termasuk dalam As-Sabiqunal Awwalun menerima cahaya Islam pada awal kemunculan Islam.

Kisah Sahabat Utsman bin Affan sangatlah banyak, sebagaimana kisah Abu Bakar, Umar dan Ali, karna mereka mempunyai kedudukan yang tinggi di hadapan Nabi Shalallahu alaihi wassalam dan masyarakat muslim kala itu.

Maka wajar, jika kisah sahabat Utsman bn Affan mempunyai catatan yang sangat panjang, karna banyaknya ahli sejarah kala itu yang memperhatikan kehidupan beliau.

Salah satu kisah sahabat Utsman bin Affan adalah, kisah bagaimana Utsman menerima cahaya Islam.

Jadi pada saat itu, Utsman bin Affan mendatangi Abu Bakar dan bertanya tentang apa yang telah disampaikan bibinya (bibi Utsman bin Affan menyampaikan kenabian Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.)

Abu Bakar berkata kepada Utsman:
"Demi Allah bibimu benar terhadap apa yang disampaikan kepadamu, sesungguhnya Kau adalah laki-laki berakal lagi tegas, tidak samar bagimu kebenaran, ia tidak rancu disisimu dengan kebatilan. Berhala-berhala yang disembah oleh bangsa kita bukankah itu adalah batu yang tuli dan buta?"

Utsman bin Affan menjawab, "Iya benar." Abu Bakar berkata, "Maka sesungguhnya apa yang dikatakan oleh bibimu sudah benar. Allah ta’ala telah mengutus RasulNya dan mengirimnya kepada manusia dengan membawa agama hidayah dan kebenaran."

Utsman bin Affan, "Siapakah dia?" Abu Bakar menjawab, "Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib." Utsman menegaskan, "Yang bergelar al-Amin?" Abu Bakar membenarkan, "Benar, dialah orangnya."

Lalu Utsman bin Affan meminta Abu Bakar untuk mengantarkannya kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Tatkala bertemu dengan Rasullullah Shalallahu alaihi wassalam., Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam. bersabda kepada Utsman bin Affan:

"Penuhilah panggilan Allah wahai Utsman, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu secara khusus dan kepada manusia secara umum." Mendengar sabda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam Utsman langsung berkata:

"Demi Allah begitu kedua mataku melihatnya, kedua telingaku mendengar kata-katanya, aku langsung merasa tenang kepadanya dan membenarkan risalahnya."

Dengan demikian Utsman bin Affwan masuk Islam melalui tangan Abu Bakar Ash-Shiddiq Radiyallahuanhum , dan menjadi kekuatan bagi kaum muslimin, karna Utsman adalah salah satu orang terpandang di Quraisy.

Oleh sebab itu, keislaman Utsman sungguh membawa berkah yang sangat besar bagi kaum Muslimin, ketika kaum Muslimin tertimpa kesulitan maka Utsman bin Affan selalu berada dibarisan terdepan untuk menyelesaikan masalah kaumnya.

Selain itu Utsman bin Affan adalah sahabat yang kaya raya, terbukti saat akan perang Tabuk. Dalam perang ini kaum Muslimin dilanda kesulitan, kesusahan dan paceklik yang mendalam, padahal yang akan mereka lawan adalah orang Romawi dengan kekuatan besar dan menakutkan. Maka, dari sinilah Nabi Shalallahu alaihi wassalam memerintahkan sahabatnya untuk berinfaq agar kaum Muslimin bisa berangkat ke Tabuk.

Utsman berada di barisan depan bersama sahabat kaya raya lainnya (sebelumnya sudah saya ceritakan, yaitu Kisah Sahabat Abdurrahman bin Auf.) Silahkan baca kisahnya bagi yang belum membacanya.

Utsman bin Affan mengajukan infaq kepada Nabi Shalallahu alaihi wassalam dengan seratus 300 ekor unta da dia menambahi pula denga 1000 dinar emas. Kemudian Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

"Semoga Allah mengampunimu wahai Utsman, atas apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan, apa yang kamu lakukan dan apa yang akan kamu lakukan sampai hari kiamat."

Kisah Sahabat Utsman bin Affan Menikah dengan Ruqayyah


Islam datang tidak berjalan mulus, banyak rintangan dan cobaan yang harus dihadapi Nabi Shalallahu alaihi wassalam dan kaum Muslimin lainnya, banyak siksaan dari kaum Quraisy terhadap orang-orang Muslim saat itu, bahkan paman Nabi sendiripun juga memusuhinya, salah satunya adalah Abu Lahab.

Utbah adalah putra Abu Lahab yang sebelumnya menikah dengan putri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam Ruqayyah binti Muhammad. Namun, Abu Lahab begitu membenci Islam dan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, sampai-sampai dia menyuruh anaknya, Utbah agar menceraikan Ruqayyah, putri Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Mendengar Ruqayyah diceraikan, betapa bahagianya Utsman bin Affan, karena memang sejak dahulu dia ingin menikahi Ruqayyah, kemudian Utsman langsung melamarnya dan Nabi Shalallahu alaihi wassalam menikahkan Ruqayyah dengan Utsman bin Affan.

Sungguh kebahagiaan dan keberuntungan yang luar biasa yang diraih Utsman (mendapatkan pujaan hatinya) . Utsman bin Affan termasuk laki-laki yang rupawan begitu juga dengan Ruqayyah, sampai-sampai pada saat Utsman dan Ruqayyah menikah, ada yang berkata, "Suami Istri terbaik yang dilihat manusia adalah Ruqayyah dan Utsman bin Affan."

Siksaan Utsman bin Affan dari Pamannya


Meskipun Utsman bin Affan menantu Nabi dan dari keluarga yang terpandang dan kaya, dia tetap tidak terlepas dari berbagai siksaan dari kaum Quraisy. Bahkan, Utsman bin Affan mendapatkan siksaan dari pamannya sendiri, Al Hakam.

Ya, Al-Hakam sangat  tidak rela jika Utsman bin Affan masuk Islam, sehingga dia menangkap Utsman bin Affan dan mengikatnya.

Al Hakam berkata, "Apakah kamu membenci agama nenek moyangmu dan masuk ke dalam agama yang baru? Demi Allah aku tidak akan membiarkanmu sampai kamu mencampakkan agamamu."

Utsman bin Affan menjawab, "Demi Allah, aku tidak akan pernah meninggalkan selama-lamanya, aku tidak akan berpisah dari Nabiku selama aku hidup."

Keteguhan Utsman bin Affan terhadap Islam sangatlah kokoh dan kuat, pamannya terus menyiksa dia sehingga dia putus asa dan melepaskan Utsman bin Affan dari ikatannya.

Tidak hanya sampai disini saja, meskipun telah terlepas dari pamannya, Utsman bin Affan masih mendapatkan siksaan lain dari kaum Quraisy. Karena itulah Utsman dan istrinya pergi berhijrah ke Habasyah, demi menyelamatkan agamanya. Dengan kejadian seperti ini Nabi berkata:

"Semoga Allah menyertai Utsman dan istrinya Ruqayyah, sesungguhnya Utsman adalah orang pertama yang berhijrah membawa keluarganya setelah Nabi Luth."

Utsman bin Affan dan istrinya tinggal di Habasyah hanya sebentar, hal itu dikarenakan mereka selalu merindukan Ayah sekaligus Nabi mereka. Tidak lama kemudian mereka pulang ke Makkah sampai Allah mengizinkan kaum Muslimin dan Rasulullah hijrah ke Madinah.

Kisah Peperangan yang Diikuti Utsman bin Affan


Utsman bin Affan termasuk sahabat yang setia membersamai Nabi Shalallahu alaihi wassalam , karna dia menyertai semua peperangan yang diikuti Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, Kecuali perang Badar, meskipun demikian Nabi tetap menganggap Utsman ikut perang Badar.

Mengapa Utsman tidak menyertai Perang Badar namun Nabi Muhammad menganggap Utsman ikut?

Kisah sahabat Utsman bin Affan dalam Perang Badar bermula saat Ruqayyah istri Utsman bin Affan mengalami sakit keras, lalu Utsman sibuk merawatnya, sehingga Nabi Shalallahu alaihi wassalam memerintahkan Utsman bin Affwan untuk tinggal di Madinah dan menemani Ruqayyah, akan tetapi takdir berkata lain, Ruqayyah meninggal dunia sepulang Nabi dari perang Badar.

Ini menjadi berita yang sangat menyedihkan bagi Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan Utsman bin Affan. Maka  Nabi pun menghiburnya dengan penuh kasih sayang. Oleh sebab itu, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam  menganggap Utsman mengikuti Perang Badar dan mendapat jatah dari rampasan perang.

Kisah Utsman bin Affan Menikahi Putri Nabi yang ke Dua (yang memiliki 2 cahaya)


Didalam kesedihan Utsman bin Affan yang sangat mendalam, Nabi menghiburnya dengan menikahkannya lagi dengan putri beliau, Ummu Kultsum.

Dan orang-orang menyebut Utsman dengan Dzun Nurain (memiliki dua cahaya). Dan ini menjadi keistimewaan tersendiri untuk Utsman, karna Tidak ada seorang pun sahabat nabi yang menikahi dua putri Nabi Shalallahu alaihi wassalam kecuali Utsman bin Affan. Subhanallah...

Berkah Utsman pada Masa Kekhalifahan Umar bin Khattab


Berkah dari keislaman Utsman bin Affan mulai nampak lagi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, pada saat itu Arab sedang mengalami paceklik yang mendalam. Sangat kesusahan dan tertimpa kemiskinan.

Sehingga hampir banyak yang meninggal karena kekeringan tersebut. lalu mereka menghadap Umar dan mengadukan keadaan mereka. Umar berkata, "Bersabarlah dan berharaplah pahala dari Allah. Aku tidak berharap sore telah tiba kecuali Allah sudah mengangkat kesulitan yang menimpa kalian."

Setelah Umar bin Khattab berkata demikian, tiba-tiba datang serombongan kafilah dagang milik Utsman bin Affan dari Syam dengan seribu unta dan membawa gandum, minyak dan kismis.

Kafilah tersebut sampai di Madinah pagi saat shubuh, usai shalat shubuh orang-orang (para pedagang) langsung berbondong-bondong mendatangi kafilah Utsman, mereka menyambutnya dengan baik. Mereka berkata dan memerintahkan Utsman untuk menjual barang-barangnya, "Jual lah apa yang baru tiba kepada kami wahai Utsman !."

Utsman menjawab, "Dengan senang hati, tetapi berapa keuntungan yang kalian tawarkan kepadaku?"

Mereka menjawab, "Satu dirham dengan dua dirham." Utsman kembali memberi tawaran, "Ada yang berani lebih tinggi dari itu?"

Mereka lalu menaikkan tawarannya dan Utsman bin Affan selalu berkata: "Ada yang berani lebih tinggi dari tambahan kalian itu?" Maka mereka menaikkan tawarannya lagi dan berkata:

"Wahai Utsman, di Madinah ini tidak ada pedagang lain selain kami dan tidak ada yang mendahului kami kepadamu, lalu siapa yang berani lebih tinggi daripada kami?"

Utsman bin Affan menjawab, "Allah memberiku sepuluh dirham dengan setiap satu dirham, ada yang berani lebih tinggi?"

Mereka menjawab, "Tidak wahai Utsman." Lalu Utsman berkata:

"Sesungguhnya aku menjadikan Allah sebagai saksi bahwa aku menyedekahkan muatan kafilah dagangku kepada orang-orang miskin dari kaum Muslimin, aku tidak mencari dinar atau dirham dari siapapun. Aku hanya mencari pahala dan ridha Allah."

Kisah Kekhalifahan Utsman bin Affan


Utsman bin Affan menggantikan kekhalifahan Umar bin Khattab, setelah terjadi kesepakatan antara kaum muslimin pada awal Muharram tahun 24 H.

Kepemimpinan Utsman bin Affan sungguh luar biasa dan membawa berkah bagi umat Muslim. Di dalam kekuasaan Utsman bin Affan, Allah menaklukkan Armenia dan Al Quqaz, dan membuka Khurazan,Karman, Sijistan, Qubruz dan beberapa wilayah Afrika untuk kaum Muslimin.

Mereka hidup makmur dan tentram sejahtera di zaman Utsman bin Affan. Selain itu Utsman bin Affan juga menggaji rakyatnya dengan gaji yang melimpah. Bahkan Utsman bin Affan juga memberikan mereka gandum dan sebagainya.

Orang-orang Muslimin hidup dengan damai, mereka tidak ada yang takut dengan muslim lainnya, mereka saling mengasihi dan saling tolong menolong. Namun usut punya usut, meskipun begitu damainya kehidupan orang Muslim pada saat itu, tetap saja ada musuh yang siap merusak ketentraman orang-orang Muslim.

Musuh yang membangkang, mereka mengepung rumah Utsman empat puluh hari dan memutuskan perairan bersih yang digunakan orang-orang Muslim. Mereka juga menghalangi Utsman bin Affan shalat di masjid Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Lambat laun Utsman bin Affan merasa tidak nyaman dengan ini semua, maka beberapa sahabat siap siaga mengangkat senjata untuk membela Utsman bin Affan, akan tetapi karena rasa tanggung jawab Utsman sebagai Khalifah, dia tidak ingin sahabatnya ikut membela dan menumpahkan darah demi dirinya. Bahkan Utsman bin Affan akan memerdekakan budak yang tidak membela Utsman.

Suatu ketika Utsman bin Affan bermimpi bertemu dengan Nabi Shalallahu alaihi wassalam dan dua sahabatnya, Abu Bakar dan Umar.

Mereka berkata, "Berbukalah bersama kami wahai Utsman."

Benar sekali mimpi itu, pada hari Jum’at 18 Dzul Hijjah 35 H Utsman terbunuh dalam keadaan puasa. Lalu Utsman dikubur pada hari Sabtu di kuburan Baqi (kuburan para sahabat serta syahid)

Subhanallah....

Insyaallah kisah sahabat Utsman bin Affan lainnya akan menyusul..

Sekian dari kami, semoga bermanfaat buat diri saya pribadi dan para pembaca Abana seluruhnya. Jangan lupa share sebanyak-banyaknya.

Penulis: Ummu Zaid

Referensi:
  • Shuwaru min hayatis shahabah Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya
  • Syarh Umdatul Ahkam Syaikh Utsaimin (bagian biografi perawi)




Tag Hafalan :

  • Utsman bin Affan masuk Islam melalui tangan Abu Bakar Ash-Shiddiq
  • Utsman bin Affan dijuluki Dzun Nurrain setelah menikahi 2 putri Nabi Muhammad, yang pertama Ruqayyah lalu Ummu Kultsum
  • Ruqayyah meninggal setelah selesai Perang Badar
  • Sebelum perang Tabuk Utsman berinfaq 300 ekor onta dan 1000 dinar emas.
  • Utsman bin Affan dipilih menjadi khalifah pada awal Muharram 24 H
  • Utsman bin Affan wafat pada hari Jum’at 18 Dzul hijjh 35 H. Dan dikubur di Baqi

RPA

Apa RPA? Baca >>>Bonus Abana RPA dan Tag Hafalan

  • Ayah bercerita keistimewaan Utsman bin Affan
  • Sebisa mungkin membuat anak kagum dengan Utsman bin Affan
  • Anak menghafal nama putra-putri nabi
  • Anak mendengarkan penjelasan mengapa Utsman terbunuh, jawabannya “karna yang membunuh Utsman adalah orang-orang yang tidak cinta Utsman dan membenci Utsman, dan yang tidak cinta Utsman berarti dia juga tidak cinta Allah dan RasulNya, akibatnya akan masuk Neraka”
  • Ayah mengajarkan sifat dermawan sejak dini
#Kisah Sahabat Utsman bin Affan
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Kisah Sahabat Utsman bin Affan Radiyallahuanhu

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top