Pendidikan Anak dalam Islam: Bagaimana Nabi Mengajarkan Anak Anak?

Pendidikan Anak dalam Islam : Bagaimana Nabi Mengajarkan Anak Anak?



Bagaimana Nabi Mengajarkan Anak Anak? Sahabat Abana, untuk mencari potret pendidikan sebenarnya sangat lah mudah, entah itu pendidikan anak-anak atau remaja dan orangtua.

Dengan kesempurnaan Islam, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam tidak hanya mengajarkan hukum-hukum Islam seperti Fiqih, dll tanpa melihat bidang lain, misal: memberikan panduan pendidikan Islam Seutuhnya.

Sahabat Abana pasti tahu, jika Nabi Shalallahu alaihi wassalam melarang makan daging babi, maka semua akan mematuhinya, namun jika Nabi Shalallahu alaihi wassalam sudah mencontohkan pendidikan Islam dan bagaimana cara mendidik anak, maka semua orang berpura-pura tidak melihat, mereka tidak mau belajar dan membaca, sehingga tidak tahu bagaimana mendidik anak dalam Islam, seperti apa pendidikan Islam?! Mereka sibuk dengan konsep mereka sendiri, mereka sibuk menggali konsep diluar Islam, bahkan mereka menganggap zaman sekarang berbeda, jadi pendidikan jarus lebih maju.

Sudah terbukti, apabila ummat Islam tidak menggunakan konsep dari Nabi (Pendidikan Islam seutuhnya) maka kaum muslim akan lemah, tidak mempunyai taring bahkan sudah mulai diinjak-injak dan pada akhirnya kita tidak bisa memproduksi generasi sekualitas Sahabat.

Zaman Sekarang Berbeda, Apakah Cara Mendidik Harus lebih Maju?


Ahli sejarah paling tidak suka dengan kalimat di atas "Zaman sekarang dan dulu berbeda" Wallahi.. tidak ada yang berbeda! Matahari masih satu, berputarnya masih sama, bulan juga masih satu! Apa yang berbeda? Hanya sedikit modifikasi saja kan? Kalau dulu memakai kuda sekarang kuda besi.

Bukankah Nabi mengajarkan perkara pendidikan bukan untuk para sahabat saja? Bukankah Nabi Shalallahu alaihi wassalam mengajarkan (melempar jumrah) dalam ibadah Haji, bukan untuk zamannya saja? walaupun zaman sekarang lebih moderen, namun melempar Jumrah masih sama bukan?

Jika kita melihat dan membaca sirah Nabi Shalallahu alaihi wassalam, lalu kita gambarkan kehidupan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam pada saat itu, maka akan terlihat jelas dan terang. keadaan dan lingkungan para sahabat, seprti apa mereka bermuamalah,mendidik anak,menerapkan pendidikan Islam dll.

Mari Kita Urai Bersama

Usia Nabi hanya sampai 63 tahun, dan Nabi masih sempat pertemu dengan mereka (Anak-anak pada saat itu) seperti Abdullah bin Zubair seorang bayi pertama yang lahir setelah Hijran tepatnya 2 H, dan Abdullah bin Abbas, kelahirannya pada 10 kenabian.

Artinya..., jika Nabi Shalallahu alaihi wassalam meninggal umur 63 tahun, dengan rincian umur 40 tahun diutus menjadi Nabi lalu selama 12-13 tahun Nabi di Makkah, dan 10-11 tahun di Madinah, maka sebelum Rasulullah meninggal, Beliau sudah bersama Abdullah bin Zubair 8 Tahun, dan Abdullah bin Abbas 13 kan??!!.

Mereka itulah yang disebut dengan sentuhan Nabi. Belum lagi Sahabat-Sahabat yang lain, seperti : Usamah bin Zaid, Anas bin Malik. Untuk membaca kisah Usamah silahkan kunjungi halaman ini Usamah bin Zaid Potret Hasil Pendidikan Islam

Contoh Sentuhan Nabi pada Anak dan Bagaimana Nabi Mengajar?

Tentunya yang akan saya sebutkan nanti belum semuanya, Insyallah sambil mencari waktu luang, Abana akan menulis seri-seri lanjutan. Ditunggu saja..

Nabi Shalallahu alaihi wassalam Menjaga Perasaan Anak



عَنْ شَدَّادِ اللَّيْثِي  قَالَ : خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللهِ  فِي إِحْدَى صَلاتَيْ العَشِيِّ الظُّهرِ أَوِ العَصْرِ وَهُوَ حَامِلُ حَسَنٍ أَوْ حُسَيْنٍ فَتَقَدَّمَ النَّبِيُّ

فَوَضَعَهُ ثُمَّ

 كَبَّرَ لِلصَّلاَةِ فَصَلىَّ فَسَجَدَ بَيْنَ ظَهْرَي صَلاَتِهِ سَجْدَةً أَطَالَهَا. قَالَ: إِنِّي رَفَعْتُ رَأْسِي فَإِذَا الصَّبِيُّ عَلىَ ظَهْرِ رَسُولِ اللهِ ص وَهُوَ سَاجِد.

 فَرَجَعْتُ فيِ سُجُوْدِي. فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللهِ ص الصَّلاَةَ قَالَ النَّاسُ: ياَ رَسُولَ اللهِ إِنَّكَ سَجَدْتَ بَيْنَ ظَهْرَي الصَّلاَةَ سَجْدَةً أَطَلْتَهَا حَتىَّ

ظَنَنَّا أَنَّهُ

قَدْ حَدَثَ أَمْرٌ أَوْ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْكَ. قَالَ: كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتىَّ يَقْضِيَ حاَجَتَهُ

 ( رواه أحمد و النَّسائي والحاكم


Dari Syadad Al Laits berkata:

"Rasulullah keluar untuk shalat disiang hari entah dzuhur atau ashar, samil menggendong salah satu cucu beliau, entah Hasan atau Husain. Ketika sujud, beliau melakukannya panjang sekali.  Kata perawi, "Lalu aku mengangkat kepalaku ternyata ada anak kecil berada diatas punggung Rasul padahal beliau sedang sujud, lalu saya kembali bersujud." Ketika Rasul selesai shalat orang-orang bertanya, "wahai Rasulullah, engkau melakukan sujud dalam shalatmu ini lama sekali sampai kami mengira telah terjadi sesuatu pada engkau atau engkau mendapat wahyu."

Beliau bersabda: "Semuanya itu tidak, tetapi cucuku ini menunggangiku dan aku tidak senang tergesa-gesa sampai anak ini puas dengan keinginannya." (H.R.Ahmad, Nas’i dan Hakim)


Nabi Mengajar dengan Menyentuh Fisik Mereka

Dikisahkan, bahwa Abu Hurairah berjalan keluar bersama Rasulullah Sallallohualaihi wassalam. Selama diperjalanan, Rasulullah tidak berbicara dengan Abu Hurairah, begitupun sebaliknya, Abu Hurairahpun tidak berbicara dengan Rasulullah. Ketika sampai di pasar Bani Qoinuqo’, Rasulullah duduk diperkarangan rumah Fathimah, lalu berkata

"Apakah terdapat anak-anak disana?"

Tidak lama kemudian datanglah seorang anak kecil menghampiri Rasulullah, lalu Rasulpun memeluk dan menciumnya sambil berdoa: "Ya Allah sayangilah ia dan sayangi pula orang yang menyayanginya." (H.R.Bukhari)

Kisah yang lain..

Pada suatu hari, datang seorang kepala suku mengunjungi Nabi dan melihat beliau sedang mencium cucunya. Dia (kepala suku) mengatakan kepada Nabi:

"Saya mempunyai sepuluh anak, seorang diantara mereka tidak pernah saya cium.”kemudian Rasul menjawab :”Kalau Allah memberimu perasaan kasih sayang, apa yang diperbuatNya untuk kamu? Barangsiapa yang tidak mempunyai kasih sayang pada orang lain, dia tidak akan mendapatkan kasih sayang dari Allah." (H.R.Bukhari)

"Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu, karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga"(H.R.Bukhari)


Nabi Mengajar dengan Menyambut Anak dan Menerima Sambutan Mereka

"Telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Hubab] telah bercerita kepadaku [Husain bin Waqid] telah bercerita kepada kami ['Abdullah bin Buraidah] berkata: Aku mendengar [Buraidah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada kami lalu Al Hasan dan Al Husain datang keduanya mengenakan baju merah,

Keduanya berjalan lalu jatuh, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam turun dari mimbar lalu menggendong keduanya lalu meletakkan menggendong keduanya kemudian bersabda:

"Maha Benar Allah dan rasulNya, sesungguhnya harta kalian dan anak kalian adalah ujian, aku melihat kedua anak ini berjalan dan terjatuh, aku tidak sabar hingga aku memotong pembicaraanku lalu aku mengangkat keduanya"

( HR.Ahmad 21917 )

Dalam hadist ini ada sekitar 5-6 riwayat (Abu Dawud, Ahmad, An Nasai,Tirmidzi dan Ibnu Majah..) Saya cukupkan sampai sini pembahasan tentang bagaimana nabi mengajarkan anak anak.

Penulis Mujahid Pendidikan Abu Zaid

Referensi:
  • Hadist
  • Modul Kuttab 1
  • Ar-Rasul Al-Muallim
Copas silahkan, Jazakumullah.. jangan lupa sertakan link :)
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

2 Komentar Pendidikan Anak dalam Islam: Bagaimana Nabi Mengajarkan Anak Anak?

  1. Subhanallah,,, sungguh indah cara Rasulullah mendidik anak2

    BalasHapus

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top