Biografi Abu Hurairah Bapaknya Kucing Sang Periwayat 5.374 Hadits

Biografi Abu Hurairah Bapaknya Kucing dan Periwayat 5.374 Hadits


Biografi Abu Hurairah Ad Dausi, siapakah yang tidak kenal dengan nama ini?

Sudah pasti, hampir semua orang muslim mengenal sahabat tersebut, nama yang tidak asing ditelinga kita, terlebih lagi jika kita sudah banyak belajar dan menghafal hadits. Sebab, di sana nama Abu Hurairah sering sekali muncul.


Nama Asli Abu Hurairah

Pada masa jahiliyah, nama Abu Hurairah adalah Abd Syams yang artinya Hambanya Matahari, lalu setelah masuk Islam Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam mengganti namanya menjadi Abdurrahman. Ketika itu Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam bertanya kepada Abu Hurairah, "Siapakah namamu?"

Abu Hurairah Ad Dausi menjawab : "Abd Syams." Rasulullah bersabda : "Tidak, tetapi Abdurrahman." Lalu Abu Hurairah Ad Dausi menjawab: "Ya benar, aku adalah Abdurrahman ya Rasulullah."

Sehingga nama asli Abu Hurairah menjadi Abdurrahman bin Sakhr Ad-Dausi. Shakhr sebagai ayahnya dan Ad-Dausi adalah tempat ia lahir dan berasal dari Suku Daus.

Asal-Usul Panggilan Abu Hurairah atau Bapaknya Kucing

Mengapa Abdurrahman bin Shakhr bisa dipanggil dengan Abu Hurairah yang artinya bapaknya kucing?

Hurairah adalah Bahasa Arab yang artinya adalah kucing kecil betina. Saat Abu Hurairah masih kecil, dia selalu ditemani kucing kecil, hingga ia dijuluki dengan Abu Hurairah Ayah Kucing Kecil. Namun berbeda dengan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, beliau memanggilnya Abu Hirr yang artinya kucing jantan (Shuwaru min hayaris shahabah)

Kisah Abu Hurairah Masuk Islam dan Menjadi Periwayat 5.374 Hadist


Abu Hurairah masuk Islam pada saat Perang Khaibar. Kapan terjadinya perang Khaibar? Dalam kitab Ar-Rahiqul Makhtum menyebutkan, "Perang khaibar terjadi pada 7 H, karna kepulangan Nabi Muhammad menuju Madinah pada tahun Akhir Shafar 7 H." (Ar-Rahiqul Makhtum H.452 Terjemah Al-Kautsar).

Saat itu Abu Hurairah datang ke Madinah untuk menemui Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Setelah sampai di Masjid, dia bertemu Siba’ bin Urfuthah yang sedang solat subuh. Seusai solat subuh Abu Hurairah bertanya kepada Siba, "Dimana Rasulullah?" Maka Siba pun menunjukan dimana Nabi berada. Siba juga memberi bekal perjalanan kepada Abu Hurairah.  Akhirnya, Abu Hurairah menemui Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan menyatakan keislamannya.

Kisah Abu Hurairah dalm Didikan Nabi Sampai Hafal 5.374 Hadits


Abu Hurairah bin Shakhr Ad-Dausi selalu dekat dengan Ilmu, selalu dekat dengan perkataan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Mengapa? Karna beliau adalah Ahlus Shuffah ( penghuni teras masjid). Maklum, saat itu Abu Hurairah belum mempunyai istri jadi ia bisa tinggal di masjid Nabawi, yang dekat dengan rumah Nabi Muhammad. Nah, Kedekatannya membuat Abu Hurairah begitu mengenal Nabi dan sering belajar langsung dengan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam hingga dia menghafal lebih dari 5000 hadits. Masyaallaj.

Rasa Cinta Abu Hurairah dengan Nabi dan Ibunya.


Abu Hurairah hanya memiliki ibu yang dicintainya, namun Ibu Abu Hurairah saat itu masih Musyrik. Hal itu tidak membuat Abu Hurairah menjauhinya, bahkan dia selalu mengajaknya untuk masuk Islam. Selain belaiu cinta kepad ibunya, Abu Hurairah juha sangat mencintai Nabi Shalallahu alaihi wassalam, sampai-sampai ia berkata:

"Aku tidak melihat sesuatu yang lebih indah dan lebih menawan daripada Rasulullah Shallahu alaihi wassalam, seolah-olah matahari berada di wajah beliau."

Karna sama-sama dicintai, maka Abu Hurairah tidak putus asa untuk terus mengajak ibunya masuk Islam, namun di saat itu, justru sang ibu semakin menghindar dan menolak masuk Islam. Bahkan ibunya mengucapkan kata-kata yang membuat Abu Hurairah menangis.
Abu Hurairah sangat sedih, kemudian dia menemui Rasulullah Shallahu alaihi wassalam dalam keadaan menangis, lalu Nabi bertanya: "Kenapa kau menangis Wahai Abu Hirr?"

Abu Hurairah menjawab, "Aku tidak pernah bosan mengajak ibuku masuk Islam, namun hari ini dia telah mengatakan sesuatu yang tidak aku sukai, maka aku mohon doakanlah ibuku agar masuk Islam wahai Rasulullah."

Setelah Rasulullah Shallahu alaihi wassalam mendengar penuturan Abu Hurairah bin Shakhr. Rasulullah Shallahu alaihi wassalam langsung mendoakan ibunya. Nah, setelah mendapat do’a Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam, Abu Hurairah kembali kerumahnya dan menemui ibunya. Sesampainya di rumah ibunya, Abu Hurairah mendengar suara air dari dalam rumah, ketika hendak masuk rumah sang ibu berkata, "Tetaplah ditempatmu wahai Abu Hurairah."

Lalu sang ibu langsung memakai bajunya dan berkata, "Sekarang masuklah." Maka Abu Hurairah Ad Dausi masuk rumah dan melihat ibunya berkata:

"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusanNya."

Betapa bahagianya Abu Hurairah mendengar hal itu, perjuangannya selama ini tidaklah sia-sia, sungguh sangat terharu. Lalu dia pun kembali menemui Rasulullah Shallahu alaihi wassalam dalam keadaan menangis bahagia. Abu Hurairah Ad Dausi berkata, "Berbahagialah ya Rasulullah, Allah telah menjawab doamu dan memberikan hidayah untuk ibuku kepada Islam."

Sahabat Abana, siapapun yang didoakan Nabi Muhammad pasti akan terkabul.

Kisah Cintanya Abu Hurairah Terhadap Ilmu


Zaid bin Tsabit berkata:

"Ketika aku, Abu Hurairah dan seorang sahabat berada di masjid, dan kami sedang berdoa dan berdzikir, saat itu Rasulullah mendatangi kami, beliau duduk di tengah-tengah kami, kami pun diam, lalu beliau bersabda: "Teruskan apa yang kalian lakukan."

Maka kamipun meneruskan doa dan dzikir kami. Abu Hurairah Ad Dausi berdoa: "Ya Allah aku memohon kepada Mu apa yang diminta oleh kedua temanku ini dan aku memohon kepada Mu ilmu yang tidak terlupakan.” Nabi mendengar doa Abu Hurairah Ad Dausi dan berkata: "Aamiin."

Kami berdua berkata:

"Kamipun juga memohon kepada Allah ilmu yang tidak terlupakan." Rasulullah bersabda, "Abu Hurairah telah mendahului kalian."

Kecintaannya terhadap ilmu juga telah dibuktikan saat Abu Hurairah Ad-Dausi berjalan di pasar, dia melihat banyak manusia yang sedang ramai menyibukkan diri dengan jual beli mereka, Abu Hurairah berkata kepada mereka:

"Celaka kalian, apa kalian tidak tahu bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sedang membagi warisannya, namun kalian tetap berada disini?"

Mereka menjawab: "Dimana wahai Abu Hurairah?" Abu Hurairah Ad Dausi menjawab: "Di Masjid."

Mereka pun berbondong-bondong pergi ke Masjid untuk membuktikan perkataan Abu Hurairah. Setelah mereka sampai di masjid, mereka merasa kecewa lalu kembali kepada Abu Hurairah dan berkata:

"Wahai Abu Hurairah, mana yang kau katakan tadi, kami dari masjid dan kami tidak melihat Rasulullah membagikan warisan."

Abu Hurairah menjawab, "Apakah kalian melihat banyak orang di dalam masjid?" Mereka menjawab, "Ya kami melihat mereka sedang shalat, membaca Al Qur’an dan belajar ilmu bersama Rasulullah."

Abu Hurairah berkata: "Celaka kalian, itulah warisan Rasulullah."

Masih banyak lagi kisah kecintaan Abu Hurairah Ad Dausi terhadap ilmu, sehingga dia selalu didera rasa lapar, sampai-sampai dia mengganjal perutnya dengan batu.

Salah satu kisahnya adalah:

Suatu ketika saking lapar dan dahaganya, Abu Hurairah Ad Dausi pura-pura bertanya satu ayat kepada seorang sahabat padahal ia sudah tahu tentang ayat yang ia tanyakan, dia bertanya karena berharap agar diajak kerumahnya dan diberi makanan.

Suatu ketika dia duduk dipinggir jalan, Abu Bakar lewat didepannya, Abu Hurairah Ad Dausi bertanya tentang satu ayat dan berharap agar Abu Bakar mengajaknya kerumah dan memberinya makanan, namun Abu Bakar tidak melakukan itu. Lalu Umar lewat, Abu Hurairah Ad-Dausi melakukan hal yang sama, Umar pun juga melakukan hal yang sama dengan Abu Bakar. Sampai akhirnya Rasulullah lewat dan beliau mengetahui bahwa Abu Hurairah sedang lapar, lalu beliau mengajaknya kerumah.

Sesampainya Rasulullah di rumah, beliau melihat ada bejana yang berisi susu. Nabi Muhammad Shallahu alaihi wassalam bertanya kepada istrinya:

"Bejana susu milik siapa ini?"

Istrinya menjawab:

"Seseorang telah mengirimnya untukmu wahai Rasulullah."

Rasulullah berkata kepada Abu Hurairah:

"Wahai Abu Hirr, undanglah Ahlus Shuffah (penghuni teras masjid) untuk datang kerumahku."

Abu Hurairah Ad Dausi melaksanakan perintah Rasulullah, namun dia tidak menyukai perintah tersebut dan berkata pada dirinya: "Seharusnya Rasulullah membiarkanku minum susu tersebut hingga aku kuat dan mengundang Ahli Shuffah."

Setelah Abu Hurairah mengundang mereka maka datanglah rombongan Ahli Shuffah, dan Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam berkata kepada Abu Hurairah Ad Dausi: "Ambilkanlah susu itu untuk mereka."

Abu Hurairah pun melaksanakan perintah Rasul, dan Ahlus Suffah satu persatu minum susu tersebut hingga kenyang. Setelah mereka kenyang, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memandang Abu Hurairah sambil tersenyum dan berkata: "Tinggal kau dan aku, ambillah dan minumlah."

Abu Hurairah minum sampai kenyang, dan susu tersebut masih utuh dan banyak. Subhanallah berkah yang dibawa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sungguh membuat para sahabat semakin cinta dengan beliau.

Tak berapa lama kemudian, Abu Hurairah mendapat banyak harta dari rampasan perang, sehingga dia menjadi kaya dan mempunyai harta yang banyak serta bisa memiliki istri dan anak.

Namun kekayaan yang ia miliki tidaklah membuat dia berubah, Abu Hurairah masih tetap istiqomah dengan ilmu dan akhlaqnya, dia seorang sahabat yang sangat Zuhud (tidak cinta kepada dunia meski ia kaya) dan Qana’ah.

Bahkas saat dia sudah berkali-kali menjadi gubernur Madinah, dia tetap tidak berubah dari Akhlaqnya yang pemurah dan sederhana. Harta miliknya selalu ia sedekahkan di jalan Allah dan tidak ia timbun sendiri didalam rumahnya.

Al-Kisah..

Suatu ketika, Marwan bin Al-Hakam mengirim uang sebanyak seratus dinar kepada Abu Hurairah, setelah itu Marwan mengirim utusan dan berkata kepada Abu Hurairah bahwa Marwan salah kirim uang tersebut.

Abu Hurairah pun diam mendengarnya dan berkata: "Sungguh harta tersebut sudah saya belanjakan dijalan Allah dan tidak saya simpan dirumah, jika gaji saya sudah keluar maka gantilah ia dengannya."

Padahal Marwan hanya mengujinya dan bukan benar-benar salah kirim.

Kisah Wafatnya Abu Hurairah


Abu Hurairah Ad Dausi menemui ajalnya ketika sakit keras yang menimpanya. Ketika Abu Hurairah sakit, diapun menangis, lalu orang banyak bertanya: "Kenapa engkau menangis?"

Abu Hurairah menjawab :

Aku menangis bukan karena dunia, akan tetapi aku menangis karena perjalananku jauh dan bekalku sedikit, aku telah berada diujung jalan yang membawaku ke Surga atau Neraka, aku tidak tahu kemana aku melangkah?

Marwan bin Al Hakam juga menjenguknya dan berkata: "Semoga Allah segera menyembuhkanmu." Tak lama berkata seperti itu, ketika hendak pergi maka nyawa Abu Hurairah diambil oleh sang pencabut nyawa. Abu Hurairah menemui ajalnya pada tahun 57 H di Madinah (Umadtul Ahkam syarah Ar-Rawi)

Semoga Allah merahmatinya. Amiin

Penulis Ummu Zaid Al-Amir

Referensi:

  • Ar-Rahiqul Makhtum Syafiyurrahman Al-Mubarakfury
  • Shuwaru min hayatis shahabah Dr.Abdurrahman Basya
  • Syarh Rafi Umdatul Ahkam Shalih Al-Utsaimin

Tag Hafalan
  1. Nama asli Abu Hurairah Abd Syam bin Shakhr saat jahiliah dan Abdurrahman bin Shakhr saat masuk Islam.
  2. Dijuluki Abu Hurairah karna saat kecil sangat mencintai kucing kecil. Rasulullah menyebut dia Abu Hirr
  3. Abu Hurarirah salah satu sahabat Ahlus Suffah (tinggal di latar masjid)
  4. Abu Hurarirah mengafal 5.374 Hadits
  5. Ibunya masuk Islam karna doa Nabi dan menjadi Ahli Ilmu juga berkat doa Nabi
  6. Abu Hurairah meninggal pada tahun 57 H di Madinah

RPA 

Apa itu RPA? Baca > Bonus Abana RPA dan Tag Hafalan

  1. Anak menghafal sifat-sifat Abu Hurairah: Mencintai Rasulullah dan Orangtuanya, Semangat menghafal hadist, hadist aja semangat apalagi Al-Qur’an, Kaya raya namun tetap Qona’ah dan Zuhud serta suka berinfaq, dll.
  2. Ayah menyebutkan poin ini: "lapar bukan penghalang menuntut ilmu, bahkan orang lapar bisa banyak ilmu seperti Abu Hurairah, walaupun akhirnya kaya, namun tetap Qona’ah dan tidak cinta pada Dunia."
Ingin lebih mudah membaca Artikel Abana selain Biografi Abu Hurairah Bapaknya Kucing dan Periwayat 5.374 Hadits? silahkan download aplikasi abana (update: aplikasi sudah tidak bisa digunakan lagi)
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Biografi Abu Hurairah Bapaknya Kucing Sang Periwayat 5.374 Hadits

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top