Apakah Kita Perlu Mengajarkan Bahasa pada Anak-Anak Sejak Dini?

Apakah Kita Perlu Mengajarkan Bahasa pada Anak-Anak Sejak Dini?


Bahasa, denganya kita berkomunikasi, dengannya kita menyampaikan pesan, perintah atau larangan, tak hanya itu, karakter masyarakat juga dipengaruhi oleh bahasanya. Sehingga bahasa adalah sarana untuk menyampaikan keyakinan,idealisme dan ajaran. Lalu, apakah para orangtua atau guru perlu mengajarkan bahasa kepada anak sejak dini?

Dalam pendidikan Islam usia dini, mengajarkan bahasa adalah bagian terpenting dalam Islam. Sebagaimana Allah Subhanahu Wata’ala membekali bahasa yang baik kepada para Rasul, dengan itu mereka akan menyampaikan risalah dengan bahasa yang mudah ditrima oleh masyarakat. Contohnya yang tercantum dalam (Qs.Thaha: 27-28)

(28) وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي (27) يَفْقَهُوا قَوْلِي

"Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku(27) Supaya mereka mengerti perkataanku(28)"

Ayat di atas menerangkan bahwa Musa Alaihissalam sedang berdo'a kepada Allah Ta’ala agar dia mampu menyampaikan risalahnya dengan bahasa yang baik di hadapan Fir’aun , karna sebelumnya Fir’aun menghina musa, dengan kalimat yang terdapat pada (Qs. Az-Zukhruf: 52)


أَمْ أَنَا خَيْرٌ مِنْ هَٰذَا الَّذِي هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ

"Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?"

Sehingga dua ayat di atas adalah bukti bahwa, ternyata bahasa menjadi kunci utama para Rasul dalam penyampaian risalah, maka tidak diragukan lagi jika konsep pendidikan Islam menganjurkan kita mengajarkan bahasa kepada anak-anak sejak usia dini.

Bagaimana dengan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wassalam?

Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wassalam adalah pemimpin bagi umatnya, Allah Subhanahu Wata’ala telah membekalinya bahasa yang Jawami’ul Kalim (berbicara singkat padat namun penuh makna). Apalagi beliau diutus di tengah masyarakat yang sangat mengagumi bahasa dan sastra.

(HR.Muslim No.812)

 : حَدَّثَنِي أَبُوْ الطَّاهِرِ وَحَرْمَلَةُ قَالاَ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُعِثْتُ بِجَوَامِعِ الْكَلِمِ وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ وَبَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيْتُ بِمَفَاتِيْحِ خَزَائِنِ اَلأَرْضِ فَوُضِعَتْ بَيْنَ يَدَيَّ 

قَالَ أَبُوْ هُرَيْرَةَ فَذَهَبَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْتُمْ تَنْتَثِلُوْنَهَا

وَحَدَّثَنَا حَاجِبُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ عَنِ الزُّبَيْدِيِّ عَنِ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي سَعِيْدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ أَبَا

 هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مِثْلَ حَدِيْثِ يُونُسَ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالاَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ

 النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ


(......Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda, Aku diutus dengan membawa Jawami’ al-Kalim dan aku ditolong dengan perasaan takut (yang dihunjamkan di dada-dada musuhku), dan ketika aku tidur aku diberi kunci-kunci gudang penyimpanan bumi, lalu diletakkan di hadapanku. Abu Hurairah berkata, Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam pergi, dan kamu berusaha mengeluarkan sesuatu yang ada di dalamnya.......) -Shahih Muslim-

Hadits di atas menjelaskan tentang 6 keutamaan Nabi Muhammad dibandingkan dengan nabi-nabi yang lainnya. salah satunya adalah Jawami'ul Kalim. Apa itu jawami'ul kalim? Untuk lebih jelasnya baca 7 Sifat Nabi Muhammad yang Harus Diteladani Guru dan Orangtua 

Karna, dalam artikel tersebut sudah saya jelaskan maksud dari Jawami’ul Kalim , diambil dari kitab Ar-Rasul Al-Mu’allim.

Dua Alasan Mengapa Kita Perlu Mengajarkan Bahasa Sejak Dini


Di bawah ini Abana akan menjelaskan 2 alasan perlunya mengajarkan bahasa dari kisah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan kisah Zaid bin Tsabit.

1. Kisah Rasulullah, Nabi Tinggal di Bani Saad Sejak Usia Balita Untuk Belajar Bahasa yang Baik


Para ulama menjelaskan salah satu hikmah tinggalnya Rasulullah sewaktu balita di Bani Saad adalah agar bisa belajar bahasa yang bersih sejak dini. Karena di bumi Arab dahulu, bahasa yang berada di daerah (pedesaan dll) lebih bersih dibandingkan bahasa yang ada di kota, entah itu dari sisi pengucapan maupun kaidahnya. sehingga alasan ini bisa menjadi bukti Rasulullah belajar bahasa sejak dini.

2. Kisah Zaid bin Tsabit Belajar Bahasa Yahudi


Kisah Zaid belajar bahasa dimulai saat Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam tiba di Madinah dan beliau melihat adanya kejanggalan di dalam tulisan-tulisan rahasia Yahudi, maka Rasulullah memanggil Zaid bin Tsabit, dan Rasulullah bertanya kepadanya, "Apakah kamu menguasai bahasa Suryaniyah/Ibrani (bahasa Yahudi)?"

"Tidak ya Rasulallah" jawab Zaid bin Tsabit

Rasulullah: "Pelajarilah karena aku tidak merasa aman dengan tulisan-tulisan mereka"

Setelah mendapat perintah dari Nabi Muhammad, Zaid langsung mempelajarinya. Ia mempelajari bahasa Yahudi hanya 17 hari. Subhanallah dalam rentan waktu yang sangat singkat ia sudah mampu menguasai bahasa dan tulisannya orang Yahudi.

Imam Dzahabi menyampaikan saat itu usia Zaid bin Tsabit 11 tahun (Siyar a’lam an-Nubala’ 2/428-429)

Perlu sahabat Abana ketahui, bahwa dalam kisah ini Zaid bin Tsabit sudah mahir dan menguasai bahasa ibu sebelum mempelajari Bahasa Yahudi. Karena Rasulullah tidak mungkin mengizinkan Zaid mempelajari bahasa asing sebelum ia menguasai bahasa ibu dengan baik.  Apa maksud bahasa ibu dan bahasa asing? Silahkan baca Kapan Boleh Mengajarkan Bahasa Asing pada Anak?


  • Kesimpulan dari Judul Pembahasan

  • Dalam dua catatan diatas ada dua poin penting yang harus kita laksanakan

    1.Belajar bahasa yang baik dengan kaidah yang benar sejak dini dan bukan bahasa pasaran.

    2.Mengajarkan bahasa ke anak sejak dini sesuai urutan, untuk lebih tahu lengkapnya silakan baca di sini

    Dan dalam catatn ini ada beberapa kesimpulan yang harus kita ketahui:

    1. Mengajarkan bahasa kepada anak sejak usia dini sesuai dengan kaidah yang benar.
    2. Usia kecil adalah usia yang tepat untuk menguasai berbagai bahasa di mana Zaid bisa menguasai bahasa asing hanya dalam 17 hari saja. Dengan catatan ia sudah menguasai bahasa ibu sebelum belajar bahasa asing, silakan baca disini
    3. Generasi Zaid akan lahir kembali dengan izin Allah, dimana dia mampu menguasai bahasa asing agamanya dan bahasa musuhnya.
    Saya akhiri pembahasan perlunya mengajarkan bahasa pada anak usia dini. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Penulis Mujahid Pendidikan Abu Zaid

    Referensi

    • Al-Qur'an Al-Kariim
    • Hadits Sohih Muslim
    • Modul Kuttab 1
    Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

    5 Komentar Apakah Kita Perlu Mengajarkan Bahasa pada Anak-Anak Sejak Dini?

    1. Alhamdulillah,adik saya udah diajarin pendidikan agama sejak dini :D gak kayak saya :3

      BalasHapus
    2. wah itu sangat berguna sekalo bagi anak" kita namti, bagus bngt info nya.. nice

      BalasHapus
    3. Mengajarkan bahasa dan ilmu-ilmu lain sangat dianjurkan oleh agama dan negara gan. Sekarang zaman globalisasi, jadi ita harus pintar bahasa asing dan mengajarkannya ke anak-anak gan.

      BalasHapus
    4. Wahh harus tau agama sejak dini,

      BalasHapus
    5. wah penting tuh sama penting mengajarkan tata krama,pendidikan agama nya juga agar jadi anak yang sholeh sholeha

      BalasHapus

    Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

    Back To Top