Alasan Mengapa Membaca dan Menulis dalam Islam Sangat Penting

Alasan Mengapa Membaca dan Menulis dalam Islam Sangat Penting

Sudah banyak sekali lembaga-lembaga Islam yang mengajarkan membaca dan menulis permulaan untuk anak usia dini. Namun melihat fakta yang ada, jauh dari harapan umat Islam. Umat Islam yang rindu akan kebangkitannya.

Kita bisa melihat sendiri apa yang terjadi hari ini. Minat baca masyarakat Indonesia khususnya umat Islam sangat kecil. Saya katakan demikian karna mayoritas kita adalah muslim.

Ada hal yang menakutkan saat saya membaca berita kompas dan situs-situs lainnya yang mengangkat survei UNESCO tentang minat baca masyarakat. Data menyebutkan minat baca masyarakat kita sebesar 0,001 persen. Artinya dalam 1000 orang hanya ada 1 orang yang minat membaca. Bahkan, berdasarkan "Most Littered Nation In the World" tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara soal minat membaca. Masyaallah juara 2 dari terakhir.

Bukankah mereka dahulu belajar membaca dan menulis di usia dini? Lantas apa penyebabnya mereka malas membaca? Jika membaca saja mereka malas apalagi menulis.

Sahabat Abana, Pandangan Islam dalam membaca dan menulis sangat besar. Membaca dan menulis dalam Islam memiliki hakikat sendiri. Salah satunya bukti kebangkitn Islam adalah mengenalkan konsep baca tulis kepada umat Muhammad Shalallahu alihi wassalam. dengan konsep tersebut bisa menjadi kunci untuk menguasai dunia. Jadi baca tulis dalam Islam sangat diperintahkan. Mengapa begitu? Bukankah Nabi Muhammad adalah Ummy (tidak bisa baca tulis) ??

Antum jangan memandang demikian. Beliau seorang Ummy karna beliau Nabi. Beliau harus seperti itu. Sebaliknya jika beliau bisa membaca dan menulis maka beliau bukanlah Nabi.

Beliau disebut Ummy sejak dalam kitab sebelumnya: Taurat dan Injil :

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(Qs.Al-A'raf: 157)

Jadi apapun yang ada pada diri beliau adalah kemuliaan. Apalagi sifat Ummy Rasulullah bisa menjadi bantahan bagi kafir Quraisy yang mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah tulisan Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

"Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)." (Qs.Al-Ankabut: 48)

Untuk itulah tidak bisa membaca dan menulis adalah kesempurnaan beliau yang membuktikan kenabian. Sehingga sifat Ummy hanya berlaku untuk beliau saja. Tidak untuk umatnya!

Mengapa Harus Mengajarkan Baca dan Tulis dalam Islam?


Lebih tepatnya bukan hanya mengajarkan baca tulis pada anak. Namun kita juga harus memiliki semangat membaca dan menulis. Berikut alasannya:

Allah telah memerintahkan dalam Al-Qur'an untuk belajar membaca dan menulis


Yang belajar bukan hanya anak-anak, tapi orang dewasa juga harus belajar melawan kemalasan. Lihatlah, saat keadaan Makkah sangat kacau, penuh dengan kegelapan, banyak kedzaliman yang dilakukan umatnya. Pada saat itu Rasulullah Shalallahu alihi wassalam merasa tidak tenang, lalu beliau menyendiri di Gua Hira. Lalu apa yang terjadi setelahnya? Dengan keadaan kaumnya yang penuh kedzaliman tersebut Allah menurunkan surat Al-Alaq 1-5 yang berisi perintah membaca dan menulis.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan"

Masyaallah, peradaban Islam pertama kali adalah membaca dan menulis. Bukan perintah solat, puasa, jihad.

Maka jika ada umat yang jarang membaca apalagi menulis, sudah jelas bangsa itu sedang berpenyakit lalu akan terjadi kemunduran sebuah generasi. Namun sebaliknya jika minat baca masyarakat Islam tinggi maka bangsa Islam sedang menyongsong kebesarannya. Karna kemampuan membaca adalah cerminan kualitas Ilmu sebuah generasi.

Dua konsep di atas menjadi PR serius bagi setiap pendidik untuk memulai dirinya dengan senang membaca dan menulis. Dan mengawali anak didiknya untuk itu. Memulai mengajarkan baca tulis yang benar, serta menyingkirkan segala hal yang dapat memalingkan kita semua dari membaca.

Baca juga:

Perlunya Belajar Bahasa Sejak Dini dalam Pendidikan Islam


Faktor utama yang membuat kita malas membaca dan menulis adalah permainan yang melalaikan. Jika otak telah dilatih untuk santai dengan permainan melalaikan, maka tidak mungkin otak mau berpikir berat dengan membaca Ilmu.

Nah, itulah alasan pertama pentingnya membaca dan menulis dalam Islam. Alasan berikutnya adalah:

Membaca dan Menulis adalah Kunci untuk Menguasai Dunia


Sempat saya singgung di paragraf awal. Manfaat baca tulis dalam pendidikan Islam memang luar biasa. Berikut sejarah saat manusia ada digenggaman muslimin, bagaimana mereka berintraksi dengan buku serta antusiasme membaca dan menulis:
  • Di kota Fes saja, pada tahun 600 H terdapat toko buku yang menjual transkip-transkip buku.

ini hanya satu kota, bandingkan dengan satu kota di negri kita ini. Bukan sekedar jumlah tokonya, tetapi antusiasme membeli dan membaca buku yang sangat besar, padahal banyak hal yang belum mudah yang berhubungan dengan pengadaan buku.
  • Pada abad 2 H/9 M, Islam mengajari dunia dengan membangun perpustakaan umum terbesar di dunia untuk pertama kali.

Darul Hikmah di Baghdad, sebuah perpustakaan yang besar dan lengkap, ramai sekali pengunjungnya. Jumlah buku di dalamnya tak terhitung banyaknya, cukuplah sebagai sebuah gambaran pada tahun 656 H pasukan Mongol menghancurkan Baitul Hikmah.

Sungai Dijlah Baghdad yang begitu lebar dipenuhi buku untuk dijadikan jembatan penyeberangan untuk menyeberangkan pasukan dan kuda-kuda yang berjumlah begitu banyak. Nah,apa bisa dibayangkan berapa jumlah buku yang dihancurkan itu? Sangat besar sekali...
  • Di Mesir, terdapat perpustakaan Darul Ilmi, Kairo. Dalam perpustakaan itu terdapat 40 bagian ilmu. Setiap bagian mencakup 18.000 buku. Jadi lebih dari 700.000 buku dalam satu perpustakaan. Padahal Darul Ilmi bukan satu-satunya perpustakaan di Kairo.
  • Belum lagi perpustakaan Qordoba, Andalus yang terdapat 500.000 buku dan gabungan perpustakaan-perpustakaan Tripoli Syam (sekarang Libanon) terdapat 3.000.000 buku. Namun dibakar oleh pasukan salib di lapangan tripoli.

Masih banyak lagi bukti-bukti sejarah yang mencontohkan untuk lebih giat lagi membaca buku. Maka cukuplah sejarah di atas menjadi pelajaran :
  1. Kebesaran Islam selalu sejalan dengan kesadaran masyarakatnya dalam membaca dan menulis
  2. Musuh Islam sadar betul bahwa buku adalah kunci untuk membuka dunia dan peradaban. Sehingga tak segan-segan mongol dan salib menghancurkan buku-buku Islam
  3. Kita harus memulai. Bangkitkan kembali semangat membaca dan menulis. Agar peradaban Islam segera bisa kita hadirkan.

Itulah mengapa di Kuttab (jenjang pendidikan usia dini dalam Islam) pelajaran membaca merupakan tahap awal dalam pembelajaran. Selanjutnya akan belajar menggerakkan jari jemari menggoreskan pena di atas baris per baris sampai menghasilkan karya-karya tulis yang lahir dari ilmu dan iman.

Artikel terkait:
Pendidikan Islam bukan Anti Matematika

Akhirnya, sampai di sini penjelasan tentang Mengapa Membaca dan Menulis dalam Islam Sangat Penting. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

Jangan segan-segan untuk membagikan ke saudara kita yang lain. Tekan tombol Share. Syukran

Penulis : Admin Abana

Referensi:
  • Al-Qur'an Al-Karim
  • Buku Modul Kuttab 1 karya Ustadz Budi Ashari LC
  • Situs kompas
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Alasan Mengapa Membaca dan Menulis dalam Islam Sangat Penting

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top