Sosok Guru yang Profesional Menurut Islam

Guru profesional tidak jauh beda dengan petani. Petani harus merawat tanamannya sampai menjadi akar yang kuat, batang yang kuat dan daun yang lebat. Dia juga harus memperhatikan nutrisi tanaman serta metode perawatannya. Petani selalu berfikir supaya menghasilkan buah atau biji yang baik. Petani selalu memperbaiki diri jika ada yang kurang beres terhadap tanamannya. Apa saja ciri-ciri guru profesional?

Ciri-Ciri Guru yang Profesional Menurut Islam



Guru yang Profesional Menurut Islam

Karakteristik guru yang profesional adalah seperti Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam. Yaitu dia mampu mencetak generasi penuh moral serta memiliki prilaku yang baik dan menjadi tauladan bagi muridnya. Guru sejati bukan hanya memiliki keahlian dalam kurikulum, penguasaan materi, terampil dan mampu berkomunikasi. Tapi guru sejati adalah yang mampu menunjukan keduanya, yaitu kepribadian dan keahlian dalam menguasai metode pembelajaran dan ilmu. Sebagaimana contoh petani di atas.

Dari dua paragraf di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa untuk menjadi guru yang profesional harus memiliki dua aspek penting:
  1. Kepribadian
  2. Keahlian
Karna keduanya saling terkait. Bayangkan saja jika ada guru yang banyak ilmu tapi tanpa akhlak, maka akan menjadi masalah besar. Sebaliknya, dia berakhlak tapi tanpa ilmu?! Apa yang mau diajarkan?? Supaya lebih jelas, mari bersama-sama menjabarkan dua aspek guru profesional di atas.

A. Guru Profesional Memiliki Kepribadian Seperti Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam

Prilaku Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam sudah banyak ditulis dalam kitab ulama, seperti Ar-Rasul al-Muallim karya Dr.Khalid Syantut dan lain sebagainya. Bahkan kami juga sudah menulis beberapa kepribadian-kepribadian beliau Shalallahu alaihi wassalam. Silahkan baca di 7 Sifat Nabi yang Patut Diteladani Guru dan Cara Menjadi Guru yang Baik dan Ideal.

Beliau adalah orang yang lemah lembut. Meskipun dicela dihina bahkan saat di Thaif beliau dilempari batu oleh anak-anak, beliau tetap sabar. Ucapan beliau juga lemah lembut, tidak kasar tidak mudah menuduh. Cara bicaranya jelas dan mudah dipahami. Selain itu, mengamalkan ilmu juga sebagian kepribadian, jangan sampai kita mengajarkan ke murid namun tidak melaksanakan atau melarang sesuatu tapi kita menjadi orang pertama yang melanggarnya. Inilah yang dinamakan guru profesional.

Sosok Guru yang Profesional Menurut Islam


Muamalah juga termasuk kepribadian. Sehingga untuk menjadi guru profesional, cara bermuamalah harus kita perhatikan. Rasulullah sangat pemaaf, tidak mudah marah terhadap muridnya atau sesama guru. Rasulullah mendahulukan khusnudzon, mengecilkan suudzon. Rasulullah memiliki sifat wibawa yang tinggi. Kewibawaan Rasulullah berbeda dengan kewibawaan raja atau kaisar, dilihat dari segi penampilannya. 

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam wibawa dengan penampilan apa adanya, sedangkan raja wibawa akan kekayaannya dan jenis pakaiannya yang mahal. Sehingga wibawa tidak diukur dari harga pakaian yang dipakai tapi sudah setandar syari'at. 

Kepribadian di atas sebagian terangkum dalam atsar di bawah ini: Atsar yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi :


:قال يعقوب بن سفيان الفسوي الحافظ رحمه الله

حدثنا سعيد بن حماد الأنصاري المصري، وأبو غسان مالك بن إسماعيل الهندي قالا: ثنا جميع بن عمر بن عبد الرحمن العجلي قال: حدثني رجل بمكة عن ابن لأبي هالة التميمي،
عن الحسن بن علي قال: سألت خالي هند ابن أبي هالة - وكان وصافا - عن حلية رسول الله  وأنا أشتهي أن يصف لي منها -

قلت: صف لي رسول الله صلى الله عليه و سلم ،فقال 

كان رسول الله  متواصل الأحزان، دائم الفكرة، ليست له راحة، لا يتكلم في غير حاجة، طويل السكوت، يفتتح الكلام ويختمه   با سم الله ، يتكلم بجوامع الكلم، فصل لا فضول ولا تقصير، ليس بالجافي ولا المهين، يعظم النعمة وإن دقت لا يذم منها شيئا ولا يمدحه، ولا يقوم لغضبه إذا تعرض للحق شيء حتى ينتصر لها

وفي رواية: لا تغضبه الدنيا وما كان لها، فإذا تعرض للحق لم يعرفه أحد، ولم يقيم لغضبه شيء حتى ينتصر له، لا يغضب لنفسه ولا ينتصر لها، إذا أشار أشار بكفه كلها، وإذا تعجب قلبها، وإذا تحدث يصل بها، يضرب براحته اليمنى باطن إبهامه اليسرى، وإذا غضب أعرض وأشاح، وإذا فرح غض طرفه، جل ضحكه التبسم، ويفتر عن مثل حب الغمام

Diriwayatkan oleh Ya'kub bin Sufyan al Fasawi al Hafizh dari al Hasan bin Ali Radhiallahu Anhuma, katanya: Aku pernah bertanya kepada pamanku yang bernama Hindun bin Abu Halah -dia orang yang sangat paham dalam menceritakan ciri-ciri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam- dan aku sangat menginginkan agar ia menceritakannya kepadaku supaya aku dapat mengingatnya.

Aku berkata, "beritahukan kepadaku sifat Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam,  Ia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam selalu dalam keadaan sedih dan selalu berfikir dan tidak pernah beristirahat. Tidak berkata-kata kecuali seperlunya, beliau lebih sering diam, selalu membuka dengan nama Allah dan menutup dengan nama Allah serta Perkataannya singkat dan padat tetapi mempunyai makna dan hikmah yang dalam,  jelas, budi bahasanya lembut.

Beliau bukan orang yang kasar tabiat dan akhlaknya, juga bukan orang yang suka mencela atau meremehkan para sahabatnya. Senantiasa mengagungkan nikmat Allah Subhana Wa Ta'ala walaupun sedikit dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa sallam tidak mencela dan tidak memujinya dengan berlebihan. Tidak ada seorangpun yang bisa melawan kemarahannya - jika kebenaran didustakan - sehingga beliau memberikan hukuman demi kebenaran itu."

Dalam riwayat lain dikatakan :

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak marah disebabkan urusan duniawi, tetapi apabila kebenaran didustakan; Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam akan sangat marah tanpa memandang siapapun. Tidak ada seorangpun yang dapat menghalangi kemarahannya, sehingga beliau memberikan hukuman demi kebenaran itu."

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak marah berkaitan dengan kepentingannya sendiri, dan tidak pernah memberikan hukuman karena dirinya sendiri." Apabila beliau menunjuk atau memberi isyarat ke arah sesuatu, beliau akan menunjuknya dengan seluruh telapak tangannya. Apabila beliau merasa takjub, beliau akan membalikan telapak tangannya."

Apabila Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sedang bicara, beliau selalu memukul-mukul telapak tangan kanannya pada bagian dalam ibu jari tangan kirinya untuk memberikan penekanan. Apabila Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam marah, beliau akan berpaling. Apabila gembira, beliau menundukan pandangannya. Kebanyakan tertawa beliau adalah dengan tersenyum. senyuman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Salam sangat menawan bagaikan embun yang sejuk."


B. Guru Profesional Memiliki Keahlian

Ciri-ciri guru yang profesional menurut Islam selanjutnya adalah memiliki keahlian. Maksud dari keahlian di sini adalah menguasai ilmu, guru tidak berhenti menuntut ilmu, menguasai kurikulum dan menguasai materi yang akan diajarkan. Terampil dan komunikatif. Ahli dalam cara penyampaian ilmu juga sangat penting.

Sosok Guru yang Profesional Menurut Islam

Sebagian metode-metode pembelajaran sudah saya tulis di sini:


Jadi silahkan saja dibuka. Mungkin sampai sini saja tulisan kami yang berjudul Sosok Guru yang Profesional Menurut Islam. Artikel ini ditulis oleh salah satu ikhwah setelah mendengarkan kajian Ustadz Baihaqi Lc.

Penulis ulang: Mujahid Pendidikan Abu Zaid dengan sedikit perubahan bahasa dan letak paragraf.
Diambil dari taujih PJ Syar'i Kuttab Depok Ustadz Baihaqi Lc.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Sosok Guru yang Profesional Menurut Islam

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top