Kisah Dahsyat! Wahsyi bin Harb si Pembunuh Hamzah dan Musailamah Al Kadzab

kisah wahsyi bin harb pembunuh hamzah


Kisah ini bercerita tentang kehidupan seseorang yang keras, tetapi mengharukan sekaligus menyedihkan. Coba lihat, bagaimana ahli sejarah menjulukinya?

"Wahsyi telah membunuh orang terbaik setelah Muhammad dan ia juga membunuh orang terburuk dari musuh-musuh Allah"

Begitulah ahli sejarah menyebutnya.

Hal demikian tidaklah aneh, karna Wahsyi bin Harb telah membuat hati Rasulullah bergejolak dan sedih manakala dia membunuh pamannya Hamzah bin Abdul Muthalib di perang Uhud. Namun, di sisi lain dia telah membunuh orang terburuk dari musuh-musuh Allah, yaitu Musailamah Al-Kadzab. Seperti apa kisahnya?

Berikut kisah Wahsy bin Harb pembunuh Hamzah dan pembunuh Musailamah:

Nama aslinya Wahsy bin Harb, namun orang-orang Quraisy sering memanggil Wahsy dengan nama kunyah, Abu Dasmah. Beliau adalah seorang budak laki-laki Habasyah milik Jubair bin Muth’im salah satu pembesar Quraisy, berkulit hitam, berprawakan tinggi.

Meskipun Wahsyi sebagai seorang budak, dia memiliki keistimewaan berupa kekuatan fisik dan keahlian dalam melempar tombak. Pelempar yang sangat jitu, bahkan lemparannya tidak pernah meleset dari sasaran.

Kisah Wahsy Membunuh Hamzah


Kisah pembunuhan Hamzah bin Abdul Muthalib ini bermula ketika majikan Wahsy, Jubair bin Muth’im marah terhadap Hamzah. Marah karna pamannya yang bernama Thu’aimah dibunuh oleh Singa Allah (Hamzah) di perang Badar.

Jubair bin Muth’im bersumpah demi Latta dan Uzza untuk membalas atas kematian pamannya. Dia akan membunuh orang yang membunuh Thu’aimah.

Nampaknya dendam Jubair bin Muth’im tidak membutuhkan waktu yang lama, karna orang-orang Quraisy telah menyiapkan pasukan untuk berangkat ke Uhud untuk memerangi Muhammad dan membalas dendam atas kekalahan di medan Badar. Lalu, bagaimana dengan Wahsy bin Harb?

Kisah Wahsyi bin Harb di Perang Uhud


Perang Uhud di pimpin oleh Abu Sufyan (Suami Hindun binti Utbah), Mereka menyusun pasukan besar serta mengumpulkan sekutu-sekutunya. Selain itu Abu Sufyan juga memutuskan untuk membawa para wanita cerdas Quraisy dan para biduan untuk memberi semangat orang-orang kafir Quraisy.

Ketika pasukan kafir Quraisy hendak berangkat ke Uhud, Jubair bin Muth’im memandangi Wahsyi bin Harb dan berkata, "Wahai Abu Dasmah, maukah kamu merdeka dan tidak menjadi budakku?" Wahsyi balik bertanya, "Bagaimana caranya?"

Jubair menjawab, "Jika kamu membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Muhammad demi membalas kematian pamanku Thu’aimah bin Adi, maka kamu merdeka."

Lalu Wahsyi kembali bertanya, "Siapa yang menjamin untukku bahwa janji itu akan dipenuhi?"

Jubair menjawab, "Siapa yang kamu inginkan dan aku akan menjadikan dia sebagai saksinya."

Setelah bercakap-cakap dengan Jubair bin Muth’im, Wahsyi bin Harb segera mengambil tombaknya dan bergabung dengan pasukan kafir Quraisy. Meskipun dia sendiri sebenarnya tidak ada kepentingan lain selain membunuh Hamzah dan menjadi merdeka.

Manakala pasukan Quraisy tiba di Uhud, Wahsy keluar untuk mencari Hamzah, bagi dia, Hamzah bin Abdul Muthalib bukanlah orang yang susah untuk dicari, karna sebelumnya wahsy sudah pernah melihatnya, apalagi Hamzah selalu meletakan bulu burung unta di kepalanya saat perang sebagai tanda petarung yang pemberani.

Wahsy melihat Hamzah sedang memporak-porandakan seperti singa yang sedang mengamuk, sambil mencari kesempatan untuk membunuh hamzah, Wahsy berdiri di balik sebuah pohon atau sebuah batu sambil menunggu Hamzah mendekat.

Tiba-tiba datang seorang penunggang kuda Quraisy yang bernama Siba’ bin Abdul Uzza mendahului langkah Wahsyi bin Harb, lalu Siba’ berkata kepada Hamzah, "Lawanlah aku wahai Hamzah, lawanlah aku."

Hamzah pun menjawab tantangannya, dia berkata, "Mendekatlah wahai anak wanita Musyrik, mendekatlah."

Hamzah pun langsung mengayunkan pedangnya ke arah Siba’, lalu Siba’ bin Abdul Uzza langsung tersungkur dan menemui ajalnya.

Pada saat Siba’ terbunuh, Wahsyi bin Harb langsung mencari posisi yang pas, setelah merasa mendapatkan posisi yang tepat, Wahsyi bin Harb langsung menembakkan tombaknya ke arah Hamzah dengan sekuat tenaga sehingga tombak itu mengenai perut bagian bawah Hamzah dan tembus hingga kebelakang.

Hamzah bin Abdul Muthalib berusaha mendekati Wahsyi dengan berjalan tertatih-tatih, namun hanya dua langkah saja, Hamzah langsung tersungkur dengan tombak Wahsyi yang masih menancap di tubuhnya. Wahsyi bin Harb hanya melihatnya saja dan mendiamkan sesaat sambil memastikan bahwa Hamzah telah wafat.

Kemudian Wahsyi bin Harb mendekati Hamzah, dan mencabut tombaknya dari tubuh Hamzah bin Abdul Muthalib, lalu kembali ke markasnya, karena ia merasa tidak ada kepentingan lain di perang Uhud kecuali membunuh Hamzah sesuai perintah Jubair bin Muth’im dan supaya dia bisa merdeka.

Pada saat itu, Wahsyi bin Harb melihat Hindun binti Utbah mendatangi mayat Hamzah dan kaum muslimin yang lainnya, Hindun mulai mencincang tubuh kaum muslimin, mulai dari mencongkel matanya, memotong telinganya dan sebagainya, sehingga hidung-hidung, telinga-telinga kaum muslimin tersebut dijadikan sebagai kalung untuk Hindun dan para wanita musyrik lainnya.

Ketika Hindun melihat Wahsy, dia memberikan kalung emasnya, dan berkata, "Ini untukmu wahai Abu Dasmah, simpanlah karena keduanya mahal harganya."

Dengan demikian, Wahsy menjadi pahlawan bagi kafir Quraisy, karna telah membunuh orang yang menakutkan bagi mereka. Namun di sisi lain, pembunuhan Wahsy terhadap Hamzah menjadi pukulan bagi kaum muslimin, karna selain pasukannya yang banyak terbunuh, mereka juga telah kehilangan sahabat terbaiknya.

Setelah perang Uhud selesai, Wahsyi bin Harb kembali ke Makkah dalam keadaan merdeka dari perbudakan.

Ketakutan dan Kegelisahan Wahsyi Setelah Membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib

Setelah sekian lama Wahsyi bin Harb hidup dalam kemusyrikannya, ia terus mengamati perkembangan agama Rasulullah, setiap kali agama Rasulullah semakin berkembang semakin berat beban yang Wahsyi pikul, rasa takut, cemas menggelayuti jiwanya.

Dia takut jika kaum muslimin menjadi kuat lalu akan membunuhnya disebabkan dulu ia pernah membunuh sahabat terbaik setelah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Keadaan terus berjalan sampai tibalah Fathu Makkah, dimana Rasulullah membawa pasukan besarnya untuk menaklukkan kota Makkah.

Ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan kaum muslimin berhasil menaklukkan kota Makkah, Wahsyi langsung melarikan diri ke Thaif karna sangat takut terhadap pasukan besar kaum muslimin.

Namun ketika sampai di sana, ternyata penduduk Thaif sudah berbondong-bondong masuk Islam, hal ini membuat hati Wahsyi bin Harb semakin kebingungan dan takut, dia berkata "Hendak lari kemana aku??" baginya dunia serasa sempit.

Manakala Wahsyi bin Harb sedang dalam kebingungan, tiba-tiba seorang laki-laki yang baik mendekati Wahsyi dan berbisik, "Celaka kamu wahai Wahsyi, demi Allah sesungguhnya Muhammad tidak akan membunuh siapapun yang masuk ke dalam agamanya dan bersaksi dengan syahadatul Haq."

Begitu Wahsyi bin Harb mendengar kata-kata laki-laki tersebut, ia langsung pergi ke Madinah untuk menemui Rasulullah.

Masuk Islamnya Wahsy bin Harb si Pembunuh Hamzah


Setelah sampai di Madinah, ia mencari tahu berita keberadaan Rasulullah, sehingga ia menemukan beliau sedang berada di Masjid.

Wahsyi bin Harb segera menemuinya dengan hati-hati dan waspada sehingga sampailah ia berdiri di depan Rasulullah sambil mengucapkan syahadat. Rasulullah mendengar dua kalimat syahadat itu langsung mengangkat pandangan beliau kepada Wahsyi bin Harb.

Setelah beliau melihat wajah Wahsyi, beliau kembali menundukkan pandangan dan bersabda, "Kamukah Wahsyi?"

"Benar ya Rasulullah." Jawab Wahsyi.

Rasulullah bersabda, "Duduklah dan ceritakan kepadaku bagaimana kamu membunuh pamanku, Hamzah."

Wahsyi bin Harb menceritakan kejadian pembunuhan Hamzah bin Abdul Muthalib kepada Rasulullah. Usai bercerita, Rasulullah pun berpaling lagi dan bersabda, "Celaka kamu Wahsyi, sembunyikan wajahmu dariku, aku tidak ingin melihatmu setelah hari ini."

Maka sejak itu Wahsyi menghindar dari pandangan Rasulullah, jika para sahabat duduk didepan Nabi maka Wahsyi duduk di belakang Nabi. Hal itu berlangsung hingga Rasulullah wafat.

Kisah Wahsyi bin Harb Membunuh Musailamah Al-Kadzab

Kisah Wahsyi bin Harb

Ya, selain dikenal sebagai pembunuh Hamzah, Wahsyi juga dikenal sebagai pembunuh Musailamah Al-Kadzab. Namun sayangnya kejadian ini tidak disaksikan oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.

Bagi Wahsyi, meskipun dosa-dosanya telah terhapuskan setelah masuk Islam, dia tetap ingin membalas perbuatannya yang telah lalu. Dia ingin sekali melebur perbuatannya atas paman Rasulullah, maka dikesempatan ini, Wahsyi bin Harb bersumpah akan membunuh orang terburuk dari musuh Allah, yaitu Musailamah al-Kadzab.

Perang Yamamah


Kala itu kepemimpinan berada di tangan Abu Bakar. Perang ini terjadi karena Bani Hanifah yang di pimpin oleh Nabi palsu yang bernama Musailamah al-Kadzab.
Wahsyi bin Harb ikut dalam barisan perang tersebut sambil menenteng tombak yang dulu ia gunakan untuk membunuh Hamzah.

Pasukan Muslimin pun berangkat ke Yamamah. Sehingga dimulailah perang.
Perang terus berkecamuk, pasukan muslimin sudah berbaur dengan pasukan Musailamah, dan Wahsyi pun mulai mengincar Musailamah, ia melihatnya sedang berdiri dengan pedang terhunus di tangannya.

Namun, di sana Wahsyi melihat ada seorang laki-laki Anshar (menurut pendapat banyak ulama dia adalah Abu Dujanah Simak bin Kharsyah pemegang pedang Nabi).

Laki-laki Anshar tersebut sedang mengincar Musailamah juga. Wahsyi bin Harb segera mencari posisi yang tepat untuk melemparkan tombaknya ke arah Musilamah, setelah merasa tepat. Beliau langsung melemparkan tombaknya dan tepat mengenai Musailamah. Namun, pada saat bersamaan, laki-laki Anshar tersebut melompat ke depan dan menghunuskan pedangnya di tubuh Musailamah.

Nah, dari sini ada yang mengatakan laki-laki Anshar tersebut yang membunuhnya. Namun hanya Allah yang mengetahui siapa kah yang membunuh Musilamah, antara Wahsyi bin Harb dan laki-laki Anshar itu.

Jika Wahsyi bin Harb yang membunuh Musailamah al-Kadzdzab maka ia telah membunuh orang yang terbaik sesudah Rasulullah dan ia juga membunuh orang terburuk dari musuh-musuh Allah.

Itulah sepenggal kisah Wahsyi bin Harb Pembunuh Musailamah dan Pembunuh Hamzah, yang ketika masuk Islam Rasulullah sama sekali tidak ingin melihat wajahnya sampai beliau wafat.


Tag Hafalan:
  1. Nama sahabat ini adalah Wahsyi bin Harb dengan berkunya Abu Dasmah
  2. Wahsyi adalah budak Habasyah yang berkulit hitam dan perawakan tinggi milik salah satu pembesar Quraisy yang bernama Jubair bin Muthim
  3. Beliau adalah seorang budak yang ahli dalam melempar tombak sehingga selalu mengenai sasaran.
  4. Wahsyi membunuh Hamzah, paman Rasulullah atas perintah Jubair bin Muthim untuk membalaskan dendam kematian pamannya dan dengan janji akan memerdekakan dirinya dari perbudakan.
  5. Hamzah bin Abdul Muthalib selalu menggunakan bulu burung unta di kepalanya sebagai tanda bahwa ia adalah petarung yang pemberani.
  6. Setelah membunuh Hamzah, paman Rasulullah, Wahsyi menjadi gelisah dan tidak tenang terhadap kaum muslimin.
  7. Wahsyi berusaha melarikan diri saat fathu Makkah demi menyelamatkan diri dari pasukan muslimin.
  8. Wahsyi Masuk Islam setelah Fathu Makkah 
  9. Rasulullah tidak pernah ingin melihat wajah Wahsyi hingga beliau wafat
  10. Untuk melebur dosa di masa lalu, maka Wahsyi membunuh Musailamah al-Kadzdzab, orang terburuk dari musuh Allah pada saat perang Yamamah.
  11. Wahsyi membunuh Musailamah dengan tombak yang pernah ia gunakan untuk membunuh orang terbaik setelah Rasulullah, yakni Hamzah bin Abdul Muthalib.

RPA


  1. Ayah Bunda menjelaskan ke anak-anak bahwasannya Wahsyi bin Harb membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib bukan karena membenci Islam namun karena ingin merdeka dari perbudakan
  2. Ayah Bunda mengajarkan kepada anak-anak untuk mengenal Wahsyi dari segi keistimewaannya setelah Islam bukan ketika masih Jahiliyyah karena Allah telah menghapus dosa-dosanya yang telah lalu
  3. Allah mengangkat derajatnya karena ia telah membunuh Musailamah Al-Kadzdzab, orang terburuk dari musuh-musuh Allah.
  4. Katakan kepada anak orang yang hidup di luar keimanan kepada Allah, hatinya tidak akan tenang, dunia serasa sempit dan diselimuti kegelisahan sebagaimana Wahsyi sebelum masuk Islam.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Kisah Dahsyat! Wahsyi bin Harb si Pembunuh Hamzah dan Musailamah Al Kadzab

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top