Kisah Khalifah Ali bin Abi Thalib Radiyallahuanhu yang Heroik

Kisah Khalifah Ali bin Abi Thalib

Kisah Ali bin Abi Thalib. Siapa yang belum mengenal sahabat yang satu ini? Beliau adalah khalifah kaum muslimin yang keempat. Keistimewaan dan kemuliaannya tidak diragukan lagi. Karena beliau satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Beliau juga sahabat yang masuk Islam pada awal kemunculannya. Bahkan, Ibnu Abbas, Anas, dan Zaid bin Arqam menyatakan bahwa Ali adalah yang pertama masuk Islam.(Tarikh Khulafa Imam As-Suyuthi, Qithi Press. Hal.180)

Latar Belakang dan Nasab Ali bin Abi Thalib Radiyallahuanhu


Nasab beliau adalah Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Kaab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah. Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sering memanggilnya dengan kunyah Abul Husain dan Abu Turab.

Ayahnya adalah Abi Thalib, sedangkan nama aslinya yaitu Abdu Manaf. Beliau adalah paman Rasulullah yang merawat Nabi sejak kecil dan menyayanginya serta menjaganya sampai di akhir hayat beliau. Namun, Abu Thalib meninggal dalam keadaan kafir dan mendapat siksa di Neraka dengan siksaan paling ringan (memakai sandal dan otaknya mendidih).

Ibunya bernama Fathimah binti Asad bin Hasyim. Beliau telah masuk Islam bahkan ikut hijrah ke Madinah. Ali memiliki 3 saudara kandung laki-laki. Mereka adalah Thalib, Uqail dan Ja’far.  Selain itu, Ali juga memiliki 2 saudara kandung perempuan yang bernama Ummu Hani dan Jumanah.

Adapun kakek Ali adalah Abdul Muthalib (Syaibah), yang juga kakek Rasulullah. Jadi Ali adalah sepupu Rasulullah. Selain itu, beliau juga menjadi menantu Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam setelah menikahi putrinya Fatimah. Dari pernikahan mereka inilah, Allah karuniakan dua orang putra yang bernama Hasan dan Husain dan dua putri yang bernama Zainab dan Ummu Kultsum. Yang mana Ummu Kultsum ini menikah dengan Umar bin Khattab.

Sifat dan Ciri-Ciri Fisik Ali bin Abi Thalib


Ali adalah seorang zuhud yang terkenal, pejuang yang gagah berani, kuat dan seorang orator ulung serta penghafal Al-Quran. Ibnu Ishaq bercerita tentang kekuatannya yang ia tulis dalam kitabnya, Al-Maghzi. Ibnu Asakir meriwayatkan dari Abu Rafi', ia berkata:

"Ali bin Abi Thalib menjebol pintu benteng Khaibar kemudian memanggulnya sendirian ia terus memanggul pintu itu sambil bertempur sampai Allah memenangkan pasukan Muslimin. Setelah kemenangan berhasil diraih ia meletakkan pintu tersebut kemudian ada 8 orang yang berusaha mengembalikan pintu tersebut namun tidak mampu." Subhanallah, Siapa yang bisa sekuat itu?

Adapun ciri-ciri fisik Ali bin Abi Thalib adalah berkulit sawo matang, wajahnya tampan dengan kedua mata yang besar dan berwarna kemerahan. Ali berjenggot lebat dan memiliki gigi yang bagus. Badannya pendek, dada dan pundaknya putih, perutnya besar serta bulu yang lebat di dada dan bahunya.

Kisah Ali bin Abi Thalib Masuk Islam


Sebagaimana yang sudah saya singgung di atas, bahwa ia adalah satu dari sahabat-sahabat yang masuk Islam pada awal kemunculannya. Ali Radiyallahuanhu masuk Islam sejak berusia 7 tahun. Pada masa jahiliyah beliau tidak pernah menyembah berhala, disebabkan memang ia masih kecil (Diriwayatkan oleh Ibnu Saad).

Tatkala Rasulullah hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memerintahkan Ali untuk mengurus segala keperluan beliau terlebih dahulu baru setelah itu Ali bin Abi Thalib menyusul hijrah ke Madinah.

Kisah Ali Berperang Bersama Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam


Kisah Khalifah Ali bin Abi Thalib


Ali bin Abi Thalib selalu menyertai Rasulullah, pada perang Badar, beliau ikut andil dalam kemenangan umat Islam saat itu. Ketika perang Uhud ia juga ikut membawa panji-panji bendera perang umat Islam. kecuali perang Tabuk. Karna ketika itu Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam memerintahkannya untuk mewakili beliau di Madinah. Intinya, dalam setiap peperangan, Ali selalu menorehkan kisah-kisah heroik.

Said bin Musayyab berkata, bahwa pada perang Uhud Ali bin Abi Thalib terkena 16 kali pukulan.

Dalam shahih Bukhari Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah mempercayakan panji-panji perang kepada Ali bin abi Thalib. Lalu Rasulullah mengatakan bahwa kemenangan di Khaibar karna melalui tangan Ali dengan SeizinNya. Dan masih banyak lagi keberanian dan kisah-kisahnya yang sangat mengagumkan.

Selain itu, Ali bin Abi Thalib juga mengikuti perjanjian Hudaibiyah dan perjanjian Ridwan yang terjadi pada tahun ke 6 Hijriyah. Ia juga ikut serta dalam perang Khaibar, yaitu melawan orang Yahudi.

Pada tahun ke 7 Hijriyah, Ali bin Abi Thalib ikut melaksnakan umrah bersama Rasulullah, dan pada tahun ke 8 Hijriyah, Ali bin Abi Thalib mengikuti perang Hunain serta perang melawan penduduk Thaif.

Ali bin Abi Thalib sangat di cintai Rasulullah, ia mendapat kemuliaan yang tinggi di mata Rasulullah, hingga suatu hari Nabi Shalallahu alaihi wassalam bersabda kepada para sahabat, "Besok bendera perang ini akan aku berikan kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan RasulNya dan dicintai Allah dan RasulNya." Pada esok harinya, Rasulullah meminta untuk dipanggilkan Ali bin Abi Thalib, lalu beliau memberikan bendera perang itu padanya.

Pada tahun ke 9 hijriyah ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam ingin bertempur melawan pasukan Romawi di Syam, Ali bin Abi Thalib diminta oleh Rasulullah untuk tinggal di Madinah menjaga keluarga Nabi dan menggantikan baginda Muhammad Shalallahu alaihi wassalam untuk menjaga kota Madinah.

Ketaataan Ali bin Abi Thalib Kepada Khalifah Setelah Rasulullah Wafat


Ketika Rasulullah wafat pada tahun ke 11 hijriyah, Ali bin Abi Thalib sangat bersedih, beliau juga ikut memandikan jasad Rasulullah dan ikut memakamkan beliau. Setelah Rasulullah dimakamkan, Ali juga ikut andil dalam pengangkatan khalifah pertama setelah Rasulullah, yaitu Abu Bakar. Di masa pemerintahan Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib sangat mentaatinya karna Allah, sampai Abu Bakar wafat. Baca Kisah Abu Bakar Radiyallahuanhu di sini.

Setelah wafatnya Abu Bakar, Umar bin Khattab di angkat menjadi khalifah pengganti Abu Bakar. Ali bin Abi Thalib juga ikut andil dalam pengangkatan khalifah kedua ini. Ali Radiyallahuanhu juga sangat mentaati Umar bin Khattab sebagai khalifah dan selalu menemani nya sehingga Umar bin Khattab mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai hakim. Kesetiaan beliau terus berlangsung sampai Umar bin Khattab wafat. Namun sebelum wafatnya Umar bin Khattab, beliau menunjuk enam sahabat yang akan dipilih untuk menjadi khalifah ketiga. Baca Kisah Umar Radiyallahuanhu di sini.

Di antara dari 6 sahabat tersebut adalah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Empat sahabat yang lain mengundurkan diri sebelum dipilih. Sehingga tersisa lah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Akhirnya para sahabat memilih Utsman bin Affan sebagai khalifah ketiga dan Ali pun juga ikut serta dalam pengangkatan khalifah ketiga tersebut dan mentaatinya sampai Utsman wafat terbunuh pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 35 Hijriyah. Baca kisah Utsman di sini.

Kisah Ali bin Abi Thalib Diangkat Sebagai Khalifah


Setelah wafatnya Utsman bin Affan, yang menggantikannya adalah Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat. Pada awalnya Ali bin Abi Thalib menolak untuk diangkat menjadi khalifah, bahkan beliau melarikan diri ke rumah Amr bin Mabdzur. Beliau mengunci pintu rumah, tetapi semua orang memaksa Ali agar bersedia menjadi khalifah.

Akhirnya Ali bin Abi Thalib menerima untuk diangkat menjadi khalifah keempat. Ali bin Abi Thalib keluar dari rumah Amr bin Mabdzur dengan menggunakan sarung dan surban sambil membawa kedua sandalnya. Orang pertama yang mengangkat Ali adalah Thalhah bin Ubaidullah lalu diikuti oleh seluruh umat Islam. Mereka mengangkat Ali sebagai khalifah keempat pada hari Sabtu tanggal 9 Dzulhijjah tahun 35 Hijriyah.

Selama Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah, ia hidup dalam kesederhanaan seperti Umar bin Khattab. Dikisahkan pada hari raya Idul Adha, Ali bin Abi Thalib kedatangan tamu. Lalu beliau menghidangkan sup dengan potongan daging yang kecil-kecil dengan kuah yang banyak. Tamu itu berkata, "Jika kamu menghidangkan kepada kami sepotong daging besar akan lebih baik."

Ali menjawab, "Saya mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, 'Seorang khalifah dilarang mengambil harta kecuali harta yang cukup untuk makan dua piring saja, satu piring untuk keluarganya dan satu piring untuk tamunya."

Selain kisah di atas, masih banyak lagi kisah kesederhanaan Ali bin Abi Thalib yang lain. Hingga pernah pada suatu malam, Ali bin Abi Thalib kedinginan sedangkan dia hanya memiliki selimut yang pendek. Seseorang berkata kepadanya, "Engkau adalah pemimpin dan Allah memberikan harta kepadamu, kenapa engkau tidak mengambil harta tersebut?"

Ali menjawab,"Demi Allah aku tidak akan mengambil sedikitpun harta masyarakat, hanya selimut ini yang aku bawa dari rumahku."

Kisah lainnya adalah, pada suatu hari Ali bin Abi Thalib pergi ke pasar dengan membawa pedangnya. Dia ingin menjual pedang tersebut seharga 4 dirham untuk membeli sarung. Ali mengatakan, "Siapa yang mau membeli pedangku ini, kalau saya punya 4 dirham maka saya akan gunakan untuk membeli sarung."

Kisah Wafatnya Ali bin Abi Thalib


Rasulullah pernah bersabda tentang Ali bin Abi Thalib bahwa ia termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin surga dengan mati syahid. Maka sungguh benar terjadi apa yang telah Rasulullah sabdakan. Pada hari Jum’at Ali bin Abi Thalib keluar rumah untuk melaksanakan shalat Subuh. Ketika Ali baru keluar rumah, seseorang yang bernama Syabib bin Bajrah menyerangnya dan menebasnya dengan pedang hingga Ali terjatuh, lalu seseorang bernama Abdurrahman bin Amru yang dikenal dengan julukan Ibnu Muljam menyerang Ali yang sudah terjatuh itu dan memukul pelipis matanya hingga bercucuran darah. Dalam keadaan terluka, Ali bin Abi Thalib memerintahkan untuk menangkap pembunuh-pembunuh tersebut.

Syabib berhasil melarikan diri, sedangkan Ibnu Muljam berhasil ditangkap. Ali Bin Abi Thalib berkata, "Jika aku meninggal dunia bunuhlah Ibnu Muljam sebagai hukuman baginya." Tidak lama kemudian Ali bin Abi Thalib meninggal dunia.

Beliau wafat pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 Hijriyah dan dimakamkan di kota Kuffah. Hasan dan Husainlah yang memakamkan jasad Ali bin Abi Thalib dengan dibantu Abdullah bin Ja’far. Hasan juga menjadi imam saat mensholatkan jenazah ayahnya, Ali bin Abi Thalib.

Sebelum Ali bin Abi Thalib wafat, banyak nasehat-nasehat yang beliau berikan untuk kaumnya. Salah satunya adalah "agar kita rajin bersilaturrahmi ke keluarga niscaya Allah akan memberikan kemudahan di Akhirat. Santunilah anak yatim, jangan sampai mereka kelaparan dan terlantar di jalanan. Berbuat baiklah dengan tetangga, karena Rasulullah memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada tetangga."

Penulis: Ummu Zaid

Referensi:

  • Tarikh Khulafa Imam Suyuthi Qisti Press
  • Serial Kisah Sahabat Dijamin Masuk Surga Nizar Saad Jabal Lc


Tag Hafalan:

  1. Nasab beliau adalah Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf (Mughirah) bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Kaab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah. Nama asli ayahnya adalah Abdu Manaf.
  2. Kakek Ali adalah Abdul Muthalib (Syaibah), yang juga kakek Rasulullah. Jadi Ali adalah sepupu Rasulullah.
  3. Ibu Ali bin Abi Thalib adalah Fathimah binti Asad bin Hasyim. Beliau telah masuk Islam dan ikut hijrah ke Madinah.
  4. Ali memiliki 3 saudara kandung laki-laki. Mereka adalah Thalib, Uqail dan Ja’far.  Selain itu, Ali juga memiliki 2 saudara kandung perempuan yang bernama Ummu Hani dan Jumanah.
  5. Ali bin Abi Abi Thalib masuk Islam sejak berusia 7 tahun, dia termasuk orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak.
  6. Allah karuniakan kepada Ali bin Abi Thalib dan Fathimah dua orang putra yang bernama Hasan dan Husain dan dua putri yang bernama Zainab dan Ummu Kultsum. Yang mana Ummu Kultsum ini menikah dengan Umar bin Khattab.
  7. Ali bin Abi Thalib diangkat sebagai khalifah keempat pada hari Sabtu tanggal 9 Dzulhijjah tahun 35 Hijriyah.
  8. Ali bin Abi Thalib adalah pemimpin yang sangat sederhana sebagaimana Umar bin Khattab dan sahabat lainnya.
  9. Ali bin Abi Thalib wafat pada tanggal 17 Ramadhan tahun 40 Hijriyah dengan dibunuh oleh Ibnu Muljam dan Syabib dan dimakamkan di kota Kuffah.
RPA


  1. Ayah/Bunda diajak menghafal nasabnya sampai kepada kakeknya saja, Abdul Muthallib
  2. Ayah Bunda menyebutkan kedekatan Ali dengan Rasul, dan menyebutkan keistimewaannya
  3. Ajarkan kata-kata Ali, yaitu "berbuat baiklah kepada tetangga atau teman, karna Rasul mengajarkan berbuat baik"
  4. Terakhir, kuatkan bahwa yang membedakan manusia di hadapan Allah adalah Imannya, bukan kekayaan atau kemiskinan seseorang, Ali adalah orang yang sederhana saat menjadi Khalifah
Sekian dari kami, Kisah Ali bin Abi Thalib
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Kisah Khalifah Ali bin Abi Thalib Radiyallahuanhu yang Heroik

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top