Kisah Suraqah bin Malik Sebagai Bukti Adanya Pertolongan Allah

Kisah Suraqah bin Malik
Gambar pembantaian muslim Myanmar

Kali ini kita akan sama-sama membaca kisah tentang Suraqah bin Malik. Dari sebelum ia masuk Islam sampai beliau masuk Islam disebabkan melihat kekuasaan Allah dalam menolong agamanya dan pembelanya. Siapakah Suraqah bin Malik?

Suraqah adalah seorang sahabat dari Quraisy yang pernah memiliki niat untuk membunuh Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam karna iming-iming hadiah menggiurkan yang dijanjikan oleh pembesar Quraisy. Namun, bukannya jadi membunuh Nabi, justru beliau malah masuk Islam dan menyelamatkan Rasulullah dari kejaran kafir Quraisy.

Kisah ini dimulai saat orang-orang Quraisy sedang dilanda kekhawatiran dan kepanikan. Karna di pagi hari mereka mendengar berita tentang kepergian Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan Abu Bakar menuju Madinah. Namun, para petinggi Quraisy seperti Abu Jahal, Umayyah dan lainnya tidak percaya berita tersebut.

Mereka pun mulai mencari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam di seluruh rumah-rumah Bani Hasyim. Mereka juga mencari di rumah-rumah sahabat Nabi sampai tibalah mereka di rumah Abu Bakar, di sana ada putri beliau, Asma binti Abi Bakar yang keluar menemui pembesar Quraisy. Abu Jahal bertanya, "Di mana bapakmu wahai anak perempuan?"

Putri Abu Bakar menjawab, "Aku tidak tahu di mana ayah berada sekarang." Mendengar jawabannya, Abu Jahal sangat marah, lalu Abu Jahal mengangkat tangannya dan memukul wajah Asma sampai antingnya terlepas jatuh ke tanah.
Para petinggi Quraisy mulai kesetanan manakala mereka memastikan bahwa Rasulullah telah meninggalkan Makkah. Mereka pun langsung menyiapkan para ahli dalam mencari jejak. Singkat cerita, para pelacak jejak mulai menjelajahi jejak kaki Rasulullah dan sahabatnya.

Hingga akhirnya mereka sampai di gua Tsur, mereka berkata, "Demi Allah orang yang kalian cari belum melewati gua ini."

Mereka tidak salah. Karna Rasulullah dan Abu Bakar memang belum melewati gua Tsur, saat itu Rasulullah dan Abu Bakar sedang berada di dalam gua tersebut, sedangkan orang-orang Quraisy berada di depan mulut gua. Maka orang-orang Quraisy saat itu benar-benar berda di atas kepala mereka berdua. Abu Bakar bisa melihat kaki-kaki mereka bergerak di atas gua, dan jika mereka menunduk niscaya mereka akan melihat Rasulullah dan Abu Bakar. Keadaan yang sangat genting ini sampai membuat Abu Bakar menangis.

Rasulullah melihatnya dengan penuh kasih sayang, beliau menenangkan Abu Bakar, namun Abu Bakar berbisik, "Demi Allah, aku bukan menangisi diriku, akan tetapi aku khawatir sesuatu yang tidak baik akan menimpa diri engkau ya Rasulullah."
Rasulullah tetap menenangkan Abu Bakar seraya bersabda, "Jangan cemas wahai Abu Bakar, karena Allah bersama kita."

Mendengar sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam, Abu Bakar mulai mendapat ketenangan dari Allah. Di samping itu Abu Bakar juga melihat kaki-kaki orang Quraisy tersebut semakin mendekat. Abu Bakar terus khawatir, maka di saat itu juga Rasulullah terus meyakinkan keimanan kepada Allah taala. Abu Bakar berkata, "Ya Rasulullah seandainya salah seorang dari mereka menundukkan kepalanya ke bawah niscaya dia akan melihat kita."

Rasulullah bersabda, "Bagaimana pendapatmu wahai Abu Bakar dengan dua orang sementara Allah adalah pihak ketiganya?"

Keadaan semakin tegang, ketika salah seorang dari kafir Quraisy mengatakan ia akan masuk gua dan memeriksa di dalamnya. Percakapan mereka didengar oleh Rasulullah dan Abu Bakar, namun Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam tetap tenang karena yakin Allah pasti akan menolongnya.

Maka tibalah pertolongan Allah, karna di mulut gua tersebut ada sarang laba-laba. Maka Umayyah bin Khalaf berkata sambil mencibir, "Apakah kamu tidak melihat laba-laba yang bersarang di pintu gua itu? Demi Allah, laba-laba ini lebih tua dari kelahiran Muhammad."

Namun, Abu Jahal menimpali perkataannya, "Demi Latta Uzza, aku tetap mengira bahwa dia berada di sekitar tempat ini, dia mendengar apa yang kita ucapkan dan melihat apa yang kita lakukan, namun sihirnya telah menutupi pandangan kita." Abu Jahal mengira Nabi Muhammad memakai sihir.

Sayembara untuk Membunuh Rasulullah, Suraqah Menjadi yang Terdepan


Orang-orang Quraisy belum lah putus asa dalam mencari Rasulullah dan Abu Bakar. Mereka pun membuat sayembara yang menggiurkan, dan mengumumkan sayembara itu kepada orang-orang sepanjang jalan antara Makkah dan Madinah. Apa isi sayembara tersebut?

Isinya yakni siapa yang berhasil membawa kembali Rasulullah ke Makkah, baik hidup maupun mati, maka baginya imbalan 100 seratus unta pilihan.

Imbalan yang cukup menarik dan sangat menggiurkan bagi siapapun yang mendengarnya. Nah, Saat itu ada seorang sedang duduk-duduk bersama kabilahnya di Qudaid dekat Makkah, dia ada Suraqah bin Malik. Seorang penunggang kuda yang ulung dan handal serta ahli dalam mencari jejak. Suraqah bin Malik mengetahui ada sayembara itu, dia pun sangat tergiur dan bertekad untuk menemukan Rasulullah.

Namun Suraqah bin Malik hanya diam saja, dia tidak berkata apapun kepada kabilahnya. Karena Suraqah tidak ingin jika ada orang lain yang juga mencari Rasulullah dan menjadi saingan baginya.

Sebelum Suraqah meninggalkan kabilahnya, ia bertemu dengan seseorang dan ia berkata kepada suraqah, "Demi Allah, aku baru saja berpapasan dengan tiga orang, aku menyangka mereka adalah Muhammad, Abu Bakar dan petunjuk jalannya." Kebetulan sekali orang yang ditanya Suraqah tidak tahu wajah Rasulullah sehingga tidak mengenali bahwa yang dia temui itu adalah memang benar Rasulullah dan Abu Bakar.

Suraqah pun berbohong dan pura-pura menjawab, "Oh iya, mereka itu Bani Fulan yang sedang mencari unta mereka yang tersesat." Laki-laki tersebut menjawab, "Mungkin saja." Beliau sengaja berbohong karna ia tidak ingin jika ada orang lain yang ikut mencari Rasulullah.

Suraqah bin Malik duduk sesaat, ia tetap tenang dan tidak mengundang tanda tanya bagi kabilahnya. Beliau berjalan pelan-pelan menemui budak perempuannya dan memintanya untuk menyiapkan kuda dan pedang untuknya.

Setelah kuda dan pedangnya siap, Suraqah mulai berangkat dengan memakai baju besinya. Beliau melewati pintu belakang rumah, agar tidak mengundang kecurigaan kabilahnya. Lagi lagi hal itu ia lakukan agar tidak ada yang mendahuluinya dalam menemukan Muhammad.

Suraqah bin Malik sendiri adalah seorang yang berbadan jangkung dan berperawakan tegap, ahli dalam mencari jejak dan gigih dalam menghadapi rintangan di jalan. Suraqah juga termasuk laki-laki yang cerdik. Berakal, penyair dan kudanya pun kuda terpilih yang hebat.

Kisah Suraqah bin Malik

Suraqah mulai memacu kudanya dengan cepat, namun tiba-tiba kudanya tersungkur ke tanah hingga Suraqah jatuh dari punggung kuda. Dia berkata, "Ada apa ini? Dasar kuda sialan."

Suraqah kembali menaiki kudanya, ia sama sekali tidak putus asa. Karna yang membuat dia semangat adalah imbalan seratus unta. Namun, saat memacu kudanya lagi, untuk yang kedua kali nya, kudanya kembali tersungkur, dan saat itu tidak jauh dari Rasulullah dan Abu Bakar. Suraqah berusaha bangkit, karena Rasulullah dan Abu Bakar sudah ada di depan mata.

Saat ia ingin mengulurkan tangan untuk mengambil tali kudanya, tangan Suraqah terasa sangat kaku dan tidak bisa bergerak. Ternyata kaki kuda Suraqah terbenam ke dalam tanah, lalu tiba-tiba muncul asap yang membumbung tinggi hingga menutupi pandangan Suraqah bin Malik, sedangkan kaki-kaki kuda tersebut masih terbenam di dalam tanah seolah-olah sudah di paku di dalamnya, Suraqah terus menghardik kudanya tersebut.

Maka saat Suraqah melihat Rasulullah dan Abu Bakar. Dia berteriak, "Wahai dua orang asing, berdoalah kepada Tuhan kalian agar Dia berkenan membebaskan kaki kudaku ini, aku menjamin keamanan kalian berdua."

Rasulullah dan Abu Bakar mendengar teriakan itu, dan beliau mendoakannya. Maka kaki kuda tersebut akhirnya terselamatkan. Akan tetapi Suraqah masih memilik ambisi yang kuat untuk tetap menangkap Rasulullah dan mendapat imabalan 100 unta.

Suraqah bin Malik memacu kudanya kembali menuju Rasulullah dan Abu Bakar, namun lagi-lagi kaki kudanya terperosok ke dalam tanah bahkan lebih dalam dari sebelumnya. Lalu Suraqah kembali memohon pertolongan kepada Rasulullah sambil berkata, "Aku berikan bekalku, perlengkapanku dan senjataku, silakan ambil semuanya, dan aku berjanji di depan Allah bahwa aku akan memulangkan orang-orang yang mengejar di belakang kalian."

Rasulullah menjawab, "Kami tidak memerlukan bekal dan perlengkapanmu, akan tetapi pulangkanlah orang-orang yang mengejar kami  sehingga mereka tidak mencari kami lagi."

Lalu Rasulullah kembali mendoakan agar kaki kuda terlepas dari tanah. Setelah kuda Suraqah terbebaskan, maka Suraqah menaiki kuda nya dan hendak kembali pulang. Sebelum pulang Suraqah berkata kepada Rasulullah, "Tunggu aku, aku ingin berbicara kepada kalian. Demi Allah, aku tidak akan melakukan apapun yang tidak kalian inginkan."

Rasulullah bertanya, "Apa yang kamu inginkan dari kami?" Suraqah menjawab, "Demi Allah, wahai Muhammad, sesungguhnya aku tahu bahwa agamamu akan menang, dakwahmu akan unggul. Berjanjilah tatkala aku datang kepadamu di saat engkau menang engkau akan memuliakanku dan tulislah janji itu untukku."

Rasulullah pun memerintahkan Abu Bakar untuk menulis janji itu, Abu Bakar menulis di atas lempengan tulang kering dan menyerahkannya kepada Suraqah bin Malik. Tatkala Suraqah hendak meninggalkan tempat itu, Rasulullah bersabda, "Bagaimana pendapatmu wahai Suraqah jika suatu saat engkau akan memakai sepasang gelang milik kisra?"
Suraqah menjawab, "Kisra bin Hurmuz?"

"Ya, Kisra bin Hurmuz." Jawab Nabi.

Suraqah bin Malik melangkah pulang, dia melihat banyak orang yang sedang berebut mencari jejak Rasulullah, maka dia berkata kepada mereka, "Pulanglah kalian, aku sudah memeriksa seluruh bumi satu jengkal demi satu jengkal untuk mencarinya dan aku tidak menemukannya, kalian sendiri tahu keahlianku dalam mencari jejak." Maka mereka pun kembali dan tidak melanjutkan mencari Rasulullah.

Suraqah berhasil membohongi mereka dan berhasil memulangkan mereka agar tidak mengejar Rasulullah. Akhirnya Nabi dan Abu Bakar selamat. Sampai suraqah yakin bahwa Rasulullah dan Abu Bakar sudah tiba di Madinah, dia baru cerita kepada orang-orang Quraisy dengan kejadian sebenarnya.

Ketika Abu Jahal mendengar cerita beliau, ia langsung mencibirnya atas kepicikannya dan ketakutannya. Maka Suraqah membalas cibiran Abu Jahal dengan berkata, "Wahai Abu Hakam, demi Allah seandainya kamu menyaksikan keadaan kudaku manakala kakinya terbenam ke dalam tanah niscaya kamu mengetahui dan tidak meragukan bahwa Muhammad adalah Rasul dengan bukti nyata, lalu siapa yang akan melawannya?"

Kisah Suraqah bin Malik Masuk Islam


Tahun berganti tahun akhirnya datanglah saat dimana Rasulullah dan kaum Muslimin kembali ke Makkah yang sudah ditaklukkan Rasulullah. Sampai-sampai mereka yang kafir masih di Makkah merasa ketakutan, namun Rasulullah membebaskan mereka.

Saat itu Suraqah bin Malik menyiapkan kudanya, dia berangkat menemui Rasulullah untuk mengumumkan keislamannya dan tidak lupa juga ia membawa tulang yang berisi tulisan perjanjian 10 tahun yang lalu.

Kala itu Suraqah mendatangi Rasulullah yang sedang berada di Ji’ranah. Orang-orang Anshar memukuli nya, akan tetapi Suraqah tetap menerobos hingga akhirnya bertemu dengan Rasulullah yang sedang di atas ontanya. Suraqah mengangkat tulang perjanjian itu sambil berkata, "Ya Rasulullah, aku adalah Suraqah bin Malik, ini adalah bukti perjanjianmu untukku."

Maka Rasulullah berkata, "Mendekatlah wahai Suraqah, mendekatlah, hari ini adalah hari kebaikan dan hari untuk memenuhi janji." Suraqah bin Malik mendekat kepada Rasulullah dan masuk Islam.

Hingga akhirnya tatkala Rasulullah wafat, Suraqah sangat bersedih mendengar kabar itu. Ia teringat akan sabda Rasulullah mengenai gelang kisra.

Maka tatkala ke khalifahan di tangan Umar bin Khattab, pasukan muslimin menyerbu kerajaan Persia. Mereka mengalami kemenangan yang luar biasa. Dan membawa harta rampasan sebanyak seperlima, tatkala harta rampasan itu diletakkan di depan Umar, beliau sangat terkagum dengan banyaknya harta tersebut.

Saat itu Umar bin Khattab memanggil Sahabat Suraqah bin Malik, dia memakaikan pakaian Kisra, celananya, jubahnya dan sepatunya serta menyematkan pedang dan ikat pinggangnya, meletakkan mahkota di kepalanya dan terakhir sepasang gelang Kisra.

Saat itu kaum muslimin bergumam, "Allahu Akbar. Allahu Akbar.." Kemudian Umar melihat Suraqah dan berkata, "Menakjubkan, menakjubkan, seorang laki-laki kecil Arab dari Bani Mudlij dengan mahkota Kisradi kepalanya, sepasang gelang di tangannya."
Subhanallah...

Penulis Admin

Referensi:

Shuwaru min Hayatis Shahabah Dr.Abdurrahman Rafat Basya

Tag Hafalan:

  1. Suraqah bin Malik seorang pemuda Quraisy yang pernah berniat membunuh Rasulullah.
  2. Beliau juga seorang penunggang kuda yang handal dan ahli mencari jejak serta berbadan jangkung dan tegap.
  3. Orang kafir Quraisy akan memberi imabalan 100 unta bagi yang bisa membawa Rasulullah ke Makkah
  4. Suraqah membuat perjanjian dengan Rasulullah yang ditulis Abu Bakar di atas lempengan tulang.
  5. Suraqah bin Malik masuk Islam saat penaklukan kota Makkah. Dan memakai gelang kisra di masa Umar bin Khattab.

RPA

Apa RPA? Baca Abana Online Menyajikan Kisah Penuh Bonus

  1. Ayah Bunda menjelaskan bahwa Allah akan menolong agamanya dan yang membela agama Allah. Allah Maha Penolong
  2. Ayah Bunda menanamkan keimanan, siapa pun yang menentang Allah, maka dia tidak akan mampu melawan kekuasaannya. Meskipun ia orang yang cerdas, kuat dan kaya.
  3. Ayah Bunda menanamkan keimanan akan kebenaran janji Allah dan RasulNya. Di mana Suraqah benar benar mendapat baju kisra. Masyaallah.. Allah pun berjanji Surga bagi orang yang beriman dan beramal soleh
Baik, kami akhiri Kisah Suraqah bin Malik Sebagai Bukti Adanya Pertolongan Allah
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

2 Komentar Kisah Suraqah bin Malik Sebagai Bukti Adanya Pertolongan Allah

  1. Alhamdulillah, dengan adanya tag hafalan dan rpa jadi lebih mudah belajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bi, ana juga sering kesusahan membuat RPA dan Tag Hafalan

      Hapus

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top