Subhanallah Pendeta ini Mengakui Kenabian Muhammad dan Kebenaran Islam

Pendeta Mengakui Kenabian Muhammad dan Kebenaran Islam

Sebenarnya dalam kitab Injil dan kitab-kitab lainnya sebelum A-Qur'an sudah mengkhabarkan kedatangan Nabi terakhir bahkan banyak pendeta yang paham akan ciri-ciri Nabi terakhir. maka di sini kami akan memberikan bukti bagaimana pendeta mengakui kenabian Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang sudah ditulis dalam Injil. Kami mengambil dari sumber yang terpercaya dan terkenal di belahan dunia, yaitu ar-Rahiqul Makhtum karya Syaikh Syafiyurrahman. Baik langsung saja.

Rahib vs Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam Saat Masih Kecil


Siapa Rahib itu? Rahib atau Bahira adalah sebutan kepada orang-orang ahli kitab bagi kaum Nasrani, jika sekarang disebut pendeta. Kisah ini dimulai ketika paman Nabi Abu Thalib mengajak Nabi pergi berdagang ke Syam, dan saat itu usia Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam adalah 12 tahun. Hingga tiba di Bushra, sudah memasuki wilayah Syam yang ibukota Hauran. Saat itu Bushra berada di bawah kekuasaan Ramawi.

Nah, di negri ini ada seorang rahib yang dikenal dengan sebutan Bahira. Nama aslinya adalah Jurjis. Saat rombongan Abu Thalib dan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam singgah di daerah ini, sang rahib langsung menghampiri mereka dan mempersilahkan mereka istirahat di rumahnya sebagai tamu kehormatan. Padahal sebelumnya rahib tidak pernah keluar. Sang pendeta keluar karna dia telah mengetahui tanda-tanda kedatangan Rasulullah dan sifat-sifat beliau.

Maka rahib menghampiri Nabi, sambil memegang tangan beliau, sang pendeta berkata, "Orang ini adalah pemimpin semesta alam. Anak ini akan diutus Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam." Abu Thalib langsung bertanya, "Darimana engkau tahu?"

Lalu pendeta itu menjawab, "Sebenarnya sejak kalian tiba di Aqabah, tak ada bebatuan maupun pepohonan melainkan mereka tunduk dan bersujud. Mereka tidak bersujud melainkan kepada seorang nabi. Saya juga bisa mengetahui dari setempel nubuwah yang berada di bagian bawah tulang rawan bahunya, yang menyerupai buah apel. Di kitab kami, tanda-tanda itu sudah ditulis secara detail."

Setelah berbincang-bincang, sang rahib atau pendeta itu meminta Abu Thalib agar kembali lagi bersama Nabi dan tidak melanjutkan ke Syam. Karena dia takut gangguan dari pihak orang-orang Yahudi. Maka Abu Thalib menerima saran sang rahib dan mengirim Muhammmad bersama beberapa pemuda untuk kembali ke Makkah.


Pendeta dalam Kisah Salman Al-Farisi


Bagi kalian yang ingin membaca kisah Salman Al-Farisi yang penuh hikmah serta gambaran tantangan hidup beliau yang luar biasa, silahkan baca Kisah Hidup Salman yang Penuh Lika Liku dalam Mencari Kebenaran

Saat itu, Salman Al-Farisi sedang mencari kebenaran dalam beragama. Beliau terus mencari pendeta yang murni dengan kitabnya. Bahkan sampai dia berkeliling negri hanya untuk menemui pendeta pendeta murni. Namun, setiap pendeta yang ia temui, pendeta tersebut pasti meninggal tidak bisa hidup berumur panjang. Maka sebelum meninggal Salman selalu meminta wasiat kepada sang rahib.

Singkat cerita, sampailah Salman kepada pendeta ke 4 yang tinggal di Ammuriyah. Pendeta tersebut juga akan meninggal. Maka, sebelum wafatnya Salman juga meminta wasiat, dan sang pendeta pun berwasiat:

"Wahai Anakku, demi Allah aku tidak tahu masih ada seseorang di muka bumi ini yang berpegang teguh kepada apa yang kita pegang, namun telah dekat sebuah zaman, dimana zaman itu akan muncul seorang nabi dari Arab (Muhammad bin Abdullah).
Dia diutus membawa agama Ibrahim, kemudian dia berhijrah dari negerinya ke negeri yang berpohon kurma diantara kedua gunung hitam, dia mempunyai tanda-tanda sangat jelas, dia menerima hadiah dan tidak menerima sedekah, diantara kedua pundaknya terdapat stempel kenabian, jika kamu mampu berangkat ke negeri itu maka lakukanlah."
Setelah itu laki-laki itu meninggal dunia.

Kesaksian Waraqah bin Naufal tentang Nabi Muhammad


Waraqah bin Naufal adalah salah satu kelompok orang Quraisy yang mencari agama Hanif (agama Ibrahim) bersama Zaid bin Amru, Abdullah bin Jahsy, yang pada akhirnya Waraqah masuk ke agama Nasrani. Silahkan baca kisah perjalanan mereka dalam mencari agama Hanif di sini. Sangat menarik sekali.

Setelah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam mendapat wahyu pertama kali, beliau sangat ketakutan bahkan sampai menggigil. Maka Khadijah binti Khuwailid pun membawanya kepada anak pamannya, yaitu Waraqah bin Naufal. Waraqah adalah seorang Nashrani. Beliau menulis Injil dalam bahasa Ibrani. Dia sudah tua dan buta.

Khadijah berkata kepada Waraqah, "Wahai sepupuku, dengarkanlah kisah saudaramu (Muhammad)" Lalu Rasulullah menceritakan apa yang sudah dialaminya, dan Waraqah berkata: "Ini adalah Namus yang diturunkan Allah kepada Nabi Musa. Andai saya masih hidup saat engkau diusir, aku akan melindungimu."Tidak lama kemudian Waraqah meninggal.

Dengan kisah ini, semakin jelas dengan firman Allah Qs.As-Saf:6  yang berbunyi tentang kemunculan Muhammad:

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Namun, mengapa mereka para kaum kristiani sulit menerima hidayah? Allah memberi hidayah kepada siapa yang ia hendaki.

Kisah Zaid bin Amru


Sebenarnya kisah ini masih ada kaitannya dengan Waraqah bin Naufal. Mereka sama-sama mencari agama Hanif. link nya sama seperti di atas. Setelah Zaid bin Amru mencari agama Hanif, Zaid bin Amru bertemu seorang rahib dan terjadilah percakapan di bawah ini:

Rahib berkata kepada Zaid Bin Amru: "Aku melihat dirimu sedang mencari agama Ibrahim, Wahai orang Makkah?"

"Benar, Itulah yang aku cari" jawab Zaid bin Amru

Rahib menjawab:  "Kamu mencari suatu agama yang sudah punah di Zaman ini,pulanglah ke negrimu, karna Allah ta’la akan mengutus seseorang yang akan memperbaruhi agama Ibrahim (Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam), jika kamu mendapatinya maka ikutilah"

Akhirnya, sekian saja dari kami penjelasan tentang Pendeta Mengakui Kenabian Muhammad dan Kebenaran Islam. Allahuakbar. Semoga bisa menambah iman kita dan salurkan kepada anak anak.

Referensi:

Ar-Rahiqul Makhtum Syaikh Syafiyurrahman
Shuwaru min Hayatis Shahabah Dr.Abdurrahman Rafat Basya
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Subhanallah Pendeta ini Mengakui Kenabian Muhammad dan Kebenaran Islam

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top