Pendidikan Islam Lebih Baik Daripada Pendidikan Sekularisme


Pendidikan Islam Lebih Baik Daripada Pendidikan Sekularisme


Pendidikan Islam vs Pendidikan Sekularisme


Sebagai agama yang sempurna, Islam sangat memperhatikan betul dalam masalah pendidikan. Buktinya wahyu yang pertama kali turun menekankan pentingnya membaca (ayat pertama surat Al-Alaq) dan menulis (surat Al-Qalam). Membaca dan menulis adalah hal yang tidak bisa didapatkan kecuali melalui pendidikan.

Maka sangat penting sekali untuk mencermati dan membahas tentang dunia pendidikan pada saat ini. Karena panduan pendidikan Islam semakin bergeser sesuai perkembangan zaman. Diganti dengan pendidikan sekularisme (Sekularisme adalah konsep memisahkan agama dengan urusan dunia).

Masyarakat sudah sangat akrab dengan model pendidikan yang sekarang. Bahkan banyak sekali yang beranggapan pendidikan sekular lebih maju atau lebih baik daripada model pendidikan 1500 tahun yang lalu. Tidak sedikit juga orangtua yang takut meletakan kedua kaki anaknya di bangku sekolah yang berlabel lembaga Islam. Takut akan nasib sang anak di dunia. Sehingga memisahkan antara Islam dan Umum.

Begitulah orang-orang yang mengedepankan logika dan lupa akan sejarah kebesaran Islam. Maka tidak heran jika kita mendapati pendidikan sekarang penuh dengan masalah. Entah masalah moral atau yang lainnya. Para remaja banyak yang membantah orangtua. Pemuda yang harusnya menjadi penopang kebaikan menjadi penopang kejahatan, dan masih banyak lagi masalah moral negri ini sebagaimana yang kita lihat dan belum teratasi sampai sekarang.

Maka sebagai orang Islam sejati, jika ingin mendidik generasi tentu harus mengacu dan melihat bagaimana Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam mendidik para sahabat dan generasi awal umat Islam. Bahkan merujuk kepada sistem Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam yang panduannya langsung dari Allah, sudah menjadi hal yang mutlak dan tidak dapat ditawar lagi. Mengapa?

Karena ia telah terbukti melahirkan generasi terbaik. Maka akan sayang sekali jika sistem terbaik dari Allah dikesampingkan.

Mengapa Pendidikan Hari Ini Banyak Masalah?


Jika kita melihat pangkal masalahnya, ternyata bersumber dari rusaknya pendidikan anak usia dini. Institusi pendidikan anak usia dini yang ada, tidak dapat melahirkan anak-anak yang berkarakter kokoh, bermoral kuat, dan mampu menanggung beban ilmu di usia selanjutnya. Teman-teman bisa membuktikan jika tidak tertanamnya karakter kebaikan di usia dini maka akan menimbulkan potensi keburukan di kemudian hari. Ibarat bangunan, jika pondasinya tidak kuat, maka hasilnya pasti bermasalah, bahkan berpotensi besar untuk ambruk.

Tanpa Pendidikan Islam, Generasi Kita Mau Dibawa Kemana?


Pendidikan Islam Lebih Baik Daripada Pendidikan Sekularisme

Rasulullah Shalallahi alaihi wassalam bersabda tentang generasi kita saat ini. Membahas janji tentang kembalinya kebesaran Islam, yang belum juga terjadi hingga saat ini dan menjadi tugas kita untuk membuktikannya. Tugas yang Rasulullah berikan pada generasi ini ada dua: (silahkan lihat di sini, untuk melihat penjelasan detail dan hadistnya)


Hadits pertama adalah:

Rasulullah bersabda, "Nubuwah (kenabian) ada pada kalian sampai Allah kehendaki. Hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian khilafah di atas manhaj (sistem aturan) nubuwah sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian berdiri kerajaan yang menggigit (mulai menyimpang) sampai Allah kehendaki.

Hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian kerajaan yang diktator sampai Allah kehendaki, hingga dihilangkan ketika Dia menghendakinya. Kemudian khilafah di atas manhaj nubuwwah. Kemudian beliau diam." (HR.Ahmad).

Hadits kedua adalah:

Dari Abu Qubail, dia berkata: Ketika sedang bersama Abdullah bin Amr bin Ash, dia ditanya: "Kota manakah yang akan dibuka terlebih dahulu: Konstatinopel atau Rumiyah (Roma)?"

Abdullah bin Amr meminta kotak miliknya. Kemudian dia mengeluarkan buku. Abdullah berkata: "Ketika kita sedang menulis di sekitar Rasulullah, beliau di tanya: dua kota ini manakah yang dibuka terlebih dahulu: Konstatinopel atau Rumiyah? Rasul menjawab, ‘Kota Herklius dibuka terlebih dulu.' Yaitu: Konstatinopel."
(HR.Ahmad, Ad-Darimi dan Al-Hakim)

Kedua hadits ini mengabarkan pada generasi kita bahwa ada dua tugas yang harus ditunaikan, yaitu:


  • Mengembalikan khilafah di atas manhaj nubuwwah (yang runtuh sejak tahun 1924 hingga saat ini).
  • Membebaskan Roma (Konstatinopel sudah ditaklukkan sebelumnya oleh Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453 M). 


Dua tugas mulia, dua tugas agung sekaligus dua tugas besar nan berat. Maka jika tidak dengan konsep pendidikan Islam, mau dibawa kemana generasi ini? Apakah Islam sedangkal itu, menumbuhkan generasi untuk dunianya?? Jawabannya ada di Al-Qur'an dan As-Sunnah.


Bagaimana Membangun Generasi Kita dengan Pendidikan Islam?


Visi dalam membangun generasi diibaratkan seperti membangun gedung besar pencakar langit yang kokoh. Sebagaimana Nabi menganalogikan bahwa mukmin itu ibarat bangunan.

"Mukmin yang satu dengan mukmin yang lain seperti bangunan yang saling menguatkan sebagian dengan sebagian yang lainnya." (HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Jika kita melihat bangunan yang kokoh, maka kita akan mendapati bahwa bangunan itu di susun bagian yang berbeda-beda. Beda posisi dan beda peran. Ada batu kali untuk pondasi, ada bata merah untuk dinding. Namun, apa pun posisi dan perannya, ia harus istimewa di kelasnya. Batu kali yang paling keras atau bata merah yang paling kuat. Ini artinya, umat Islam harus berkualitas.

Masalah kualitas juga disebutkan Rasulullah, "Manusia adalah tambang emas dan perak. Yang terbaik saat jahiliah akan menjadi yang terbaik saat Islam asalkan faqih (mempunyai pemahaman yang mendalam tentang ilmu). Ruh-ruh adalah junud mujannadah yang saling mengenal dan akrab akan bersatu dan yang saling bertolak belakang akan berpisah." (HR.Muslim)

"Sesungguhnya manusia seperti onta seratus, hampir sulit menjumpai padanya rohilah." (HR.Bukhari dan Muslim).

Rohilah adalah onta yang jinak, mudah dikendarai, dan sanggup membawa beban banyak dalam perjalanan yang panjang. Maka dari tiga hadits di atas, kita memiliki tiga kata kunci untuk generasi yang berkualitas melalui pendidikan Islam:


  1. Generasi yang layak untuk membangun
  2. Generasi yang berkilau seperti emas dan perak.
  3. Generasi yang layak untuk memanggul beban dan melakukan perjalanan panjang peradaban.


Saat ini kita agak sulit menemui generasi muslim yang berkualitas. Karena sekulerisme (pemisahan antara agama dan umum), telah merasuk di dalam tubuh umat Islam. Hasil didikan sekulerisme pun dapat kita rasakan hingga saat ini. Para penghafal Al-Qur’an yang tidak paham ekonomi, politik, kedokteran, dan sebagainya.

Juga para ekonom, dokter,dan insinyur yang tidak mengerti Al-Qur’an. Tugas kita adalah menggabungkan apa yang telah diceraikan oleh sekulerisme, sehingga menghasilkan generasi yang:


  1. Berkarakter keimanan. Memiliki kebanggaan dan kepercayaan terhadap Al-Qur’an sebagai panduan segala bidang kehidupan.
  2. Menghafal Al-Qur’an. Kapan ia membutuhkannya tinggal dibunyikan saja.
  3. Memahami Al-Qur’an. Ilmunya akan dilandasi dengan Al-Qur’an, bahkan penelitian dan penemuannya akan diarahkan menjadi solusi berbasis Al-Qur’an.
  4. Menguasai pengetahuan umum. Pengetahuan ini menjadi ilmu alat untuk terus menggali Al-Qur’an  guna membangun dan memperbaiki peradaban.

Pendidikan Islam Lebih Baik Daripada Pendidikan Sekularisme

Hal ini telah dicontohkan dengan jelas oleh generasi umat Islam terdahulu yang memadukan antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum dengan konsep pendidikan Islam. Seperti Ibnu Khaldun, Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, Ibnu Qayyim, dan seterusnya. Orang-orang seperti mereka bukannya tidak ada lagi di zaman ini. Mereka masih ada, tapi jumlahnya masih sedikit sehingga harus diperbanyak lagi.

Untuk melihat kesuksesan Pendidikan Islam, silahkan buka artike di bawah ini:

Islam Bukan Anti Matematika dan Mengajarkan Bahasa Sejak Dini

Maka, jauhkan pendidikan sekularisme dan kembalikan peradaban dengan pendidikan Islam. Karna Pemisah agama dan umum menjadi sebab kemunduran umat ini. Semoga setelah ini kita bisa membedakan mana yang lebih baik di antara keduanya. Sekian pembahasan pendidikan Islam lebih baik dibanding sekularisme. Penulis Mujahid Pendidikan Abu Zaid [Modul Kuttab 1 karya Ustadz Budi lc dan Ustadz Ilham Hafidzahumallah.]
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Pendidikan Islam Lebih Baik Daripada Pendidikan Sekularisme

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top