Kisah Imam Muslim Meninggal Karena Ilmu


Ulama adalah pewaris para nabi yang memiliki jasa besar bagi kaum muslimin seluruh alam. Mereka rela berkurban dan menghabiskan umurnya untuk belajar al-Quran dan hadits. Kemudian mereka menulis ilmu yang sudah mereka pelajari. Sehingga sampai hari ini kita dapat mempelajari islam dengan mudah.

Salah satu ulama yang telah berkorban adalah, Imam Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi. Beliau termasuk ulama yang telah menghabiskan umurnya dengan berkeliling dari satu negara ke negara lain, hanya untuk mengumpulkan hadits-hadits dari Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam. Beliau melakukan perjalanan tidak menggunakan kendaraan seperti mobil atau pesawat, namun dengan berjalan kaki atau menaiki kuda. Bagaimana kisah hidup Imam Muslim? Mari kita simak kisah kehidupan beliau, agar dapat mengambil pelajarannya dan bisa mengajarkannya pada anak-anak.

Biografi dan Latar Belakang Imam Muslim


Kisah Imam Muslim

Nasab dan nama asli beliau adalah Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Ward bin Kawaisyadz al Quraisy an Naisaburi. Kunyahnya adalah Abu  Hasan. Imam Muslim lahir pada tahun 104 H di kota Naisabur. (Namun Adz Dzahabi menduga bahwa beliau dilahirkan sebelum tahun itu.) Dahulu, kota Naisabur dikuasai oleh Persia yang agamanya adalah majusi (penyembah api.) Kemudian kota tersebut ditaklukan oleh kaum muslimin. Kota Naisabur yang sekarang termasuk wilayah Iran.

Imam Muslim tumbuh dari keluarga berilmu dan mereka semua sangat perhatian terhadap ilmu agama. Ayah Imam Muslim juga seorang ulama yang cukup terkenal di kota Naisabur.

Ciri-Ciri Imam Muslim


Ciri-ciri Imam Muslim adalah, berwajah tampan dan selalu memakai pakaian yang rapih. Al Hakim berkata bahwa ia telah mendengar Abdurrahman as Sulami mengatakan, "Aku melihat seorang syaikh yang berwajah dan berpakaian bagus, memakai selendang yang bagus dan sorban yang diulurkannya di antara kedua pundaknya. Dialah Imam Muslim"

Kisah Imam Muslim dalam Menuntut Ilmu


Cerita perjalanan Imam Muslim dalam menuntut ilmu tidak jauh berbeda dengan ulama-ulama lainnya yang pernah dikisahkan di web abana ini. Ya, sejak kecil Imam Muslim sudah menunjukan semangatnya untuk belajar, bahkan ia juga hafal al-Quran di usia dini.

Saat berusia 12 tahun, Imam Muslim selalu menghadiri majelis-majelis ilmu dan belajar dari para ulama yang ada di kota Naisabur. Setelah belajar dari para ulama di kota Naisabur, Imam Muslim berkelana ke berbagai kota dan negeri untuk belajar.

Saat Imam Muslim menginjak usia remaja, ia pergi dari kota kelahirannya (Naisabur) menuju ke negeri Irak. Sebagaimana yang sudah kita ketahui, bahwa Negara Irak menjadi pusat perhatian setiap ulama, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim dan lainnya. Hal ini terjadi karena Irak adalah pusat dari kekhilafahan Abbasiyah, dan kota Baghdad sebagai ibu kotanya. Sehingga banyak ulama yang tinggal di sana.

Di Irak, Imam Muslim mendatangi berbagai kota yang memiliki banyak ulama, seperti baghdad, Bashrah, dan Kufah. Beliau mendapatkan banyak ilmu dari perjalanannya ke negeri Irak ini.

Setelah selesai belajar dari ulama di Irak, selanjutnya Imam Muslim pergi ke Hijaz. Setelah itu, ia melanjutkan perjalanan ke kota Makkah dan Madinah. Karena sejak dahulu kota Makkah dan Madinah menjadi pusat Islam dan selalu ramai didatangi oleh para penuntut ilmu yang hendak belajar. Termasuk Imam Muslim yang datang ke kota Makkah dan Madinah untuk menimba Ilmu dari para ulama di sana.

Setelah itu Imam Muslim melanjutkan perjalanan ke negeri Syam, Mesir dan negeri-negeri lainnya untuk belajar dari para ulama di sana. Dari banyaknya negara dan kota yang telah ia kunjungi, Imam Muslim telah bertemu dengan banyak guru. Para ahli sejarah mengatakan "ada ratusan orang yang menjadi guru Imam muslim." Setelah itu beliau kembali ke Naisabur untuk menyebarkan ilmu kepada penduduk Naisabur.

Pujian Ulama Kepada Imam Muslim


Kecerdasan dan kesungguhan Imam Muslim tidak diragukan lagi. Ya, beliau adalah salah satu ulama hebat yang pernah ada. Sehingga banyak ulama yang memuji kehebatan Imam Muslim. Salah satunya adalah Muhammad bin Basyar, dia berkata, "Ulama di dunia ini yang paling pantas digelar hafidz ada 4, mereka adalah Abu Zur'ah yang ada di kota Ray, Muslim bin Hajjaj yang ada di kota Naisabur, ad Darimy yang ada di kota Samarqandi dan Muhammad bin Ismail yang ada di kota Bukhoro."

Ahmad bin Salamah juga memuji kehebatan Imam Muslim. Dia berkata, "Aku melihat Abu Zur'ah dan Abu Hatim ar Razi mengutamakan pendapat Muslim dalam mengenali keshahihan hadits dibanding para ulama lain di masa mereka hidup."

Juga diceritakan bahwa Ishaq bin Manshur al Kausaz berkata kepada Imam Muslim, "Kami tidak akan kehilangan kebaikan, selama Allah masih menghidupkan engkau di kalangan Muslimin."

Karya-Karya Imam Muslim

Imam Muslim menjalani hidup sebagai pedagang kain yang sukses, beliau berdagang di daerah Khan Mahmasy, selain itu beliau juga memiliki kebun di daerah Ustu. Namun kesibukan beliau dalam mencari nafkah tidak membuatnya lalai, karena Imam Muslim selalu menyempatkan diri untuk menulis kitab yang nantinya diwariskan pada generasi setelahnya, beliau ingin agar ilmu yang telah dipelajari tak hanya bermanfaat untuk dirinya sendiri namun juga orang lain.

Karya Imam Muslim yang paling terkenal adalah shahih Muslim yang berisi ribuan hadits Rasulullah shallallahualaihi wa salam. Shahih Muslim ditulis dangan sangat teliti. Imam Muslim memeriksa dahulu hadits-hadits yang pernah dipelajari sebelum menulisnya. Jika ada hadits yang kurang benar, beliau tidak memasukkannya ke dalam buku Shahih Muslim. Selama 15 tahun, Imam Muslim meneliti ribuan hadits, sehingga terkumpul sekitar 3000 hadits pilihan.

Selain buku Shahih Muslim yang berisi hadits-hadits, Imam Muslim sebagai seorang ahli hadits juga menulis buku-buku yang berkaitan dengan ilmu hadits. Buku-buku yang dikarang Imam Muslim adalah al Musnad al Kabir 'ala Asma ar Rijal, Jami' al Kabir 'ala al Abwab, al 'illal, Auhamul Muhadditsin, at Tamyiz, Man  Laisa Lahu Illa Rawin Waahidin, Thabaqaat at Tabiin dan al Muhadramain.

Perbedaan Shahih Bukhari dan Shahih Muslim


Pada kisah Imam Bukhari, kita telah mempelajari kisah hidup beliau dalam belajar dan menulis buku. Salah satu buku yang ditulis Imam Bukhari adalah Shahih Bukhari. Begitu juga Imam Muslim yang menulis buku Shahih Muslim. Lalu apa perbedaan dari kedua buku tersebut?

Yang jelas, kedua kitab tersebut sama-sama kitab yang paling benar setelah al-Quran. An Nawawi mengatakan, "Para Ulama bersepakat bahwa kitab paling shahih setelah al Qur'an adalah ash-shahihain, al Bukhari dan Muslim. Keduanya telah mendapatkan penerimaan dari umat ini. Namun, Kitab al bukhari adalah kitab yang paling shohih daripada al Muslim."

Selain itu, para ulama juga sepakat bahwa Shahih Muslim lebih baik dari Shahih Bukhari dalam hal urutan dan penamaan judul bagi setiap hadits. Imam Muslim yang juga murid dari Imam Bukhari berusaha untuk menyempurnakan apa yang telah Imam Bukhari lakukan dalam kitab Shahih Bukhari. Oleh karena itu Shahih Muslim lebih mudah untuk dipelajari dan dipahami dibandingkan Shahih Bukhari.

Perbedaan selanjutnya adalah, Imam Muslim dianggap lebih teliti dalam memeriksa kebenaran sebuah hadits. Imam Muslim banyak membedakan istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu hadits. Hal ini yang kemudian membuat Imam Muslim sangat hati-hati dalam memilih hadits-hadits yang akan ditulis dalam buku shahih Muslim.


An Nawawi berkata, "Barangsiapa yang memandang dengan cermat kitab shahih Muslim dan melihat isnadnya, susunannya, kebagusan redaksinya dan keindahan metodenya, maka ketahuilah bahwa dia adalah seorang Imam yang tidak akan terkejar oleh orang-orang sesudah zamannya. Jarang sekali ada orang yang menyamainya, bahkan mendekatinya dari orang-orang sezamannya. Itu adalah anugrah yang diberikan Allah kepada siapa yang dikehendakiNya dan Allah memiliki karunia yang besar."

Itulah beberapa perbedaan antara Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

Guru-Guru Imam Muslim dan Murid-Muridnya


Imam Muslim belajar dari banyak guru di berbagai kota dan negeri. Berikut guru-guru Imam Muslim:

  1. Yahya bin Yahya an-Naisabury, guru pertama Imam Muslim saat berusia 12 tahun. Dari beliau lah, Imam Muslim belajar kitab al-Muwaththa karya Imam Malik
  2. Al-Qonaby, guru beliau saat belajar di Makkah
  3. Kemudian ada, Imam Ahmad di Baghdad
  4. Imam Bukhari
  5. Abu Khotsaimah Zuhair bin Harb dan masih banyak lagi.


Adapun murid-murid Imam Muslim adalah:

Muhammad bin Abdul Wahab al Farroh, Ali bin Hasan al Hilaly, Ahmad bin Maslamah, Shalih bin Muhammad, Ahmad bin Al Mubarak al Mustamily, Ibnu Huzaimah, Abdurrahman bin Abi Hatim, Ibrahim bin Abi Thalib dan masih banyak lagi.

Kisah Wafatnya Imam Muslim


Adz Dzahabi mengatakan,"Muslim wafat pada bulan Rajab 261 H di Naisabur dalam usia 53-59 tahun."

Terdapat kisah tentang sebab wafatnya, sebagaimana disebutkan al Khathib dalam Tarikhnya dari Ahmad bin Salamah dia mengatakan, " Suatu saat diadakan majelis Mudzakarah untuk Muslim, lalu disebutkan kepadanya hadits yang tidak dikenalnya maka dia pulang ke rumahnya dan menyalakan lampu seraya berkata kepada orang-orang rumah agar tidak ada yang masuk untuk mengganggunya. Kemudian Imam Muslim diberi sekeranjang kurma untuk di makan selama pencarian hadits tersebut. Dia pun mulai mencari hadits dan mengambil kurma satu persatu hingga pagi barulah ditemukan hadits tersebut."

Karena kelelahan, Imam Muslim jatuh sakit. Akhirnya beliau wafat. Semoga Allah merahmati Imam Muslim dan kita semua. Penuis: Admin

Referensi:

Biografi 60 Ulama Ahlussunnah, Syaikh Ahmad Farid.
Buku Serial Ulama Ahlussunnah karya Nurdin Apud Sarbini Lc.


Tag Hafalan

  1. Nasab dan nama asli beliau adalah Muslim bin Hajjaj bin Muslim bin Ward bin Kawaisyadz al Quraisy an Naisaburi. Kunyahnya adalah Abu  Hasan.
  2. Imam Muslim lahir pada tahun 104 H di kota Naisabur. 
  3. Imam Muslim tumbuh dalam keluarga yang mencintai ilmu, ayahnya juga seorang ulama.
  4. Selama 15 tahun, Imam Muslim meneliti ribuan hadits, sehingga terkumpul sekitar 3000 hadits pilihan.
  5. Salah satu kitab yang ditulis Imam Muslim adalah Shahih Muslim.
  6. Kitab Shahih Muslim lebih baik dan lebih mudah dipahami daripada Shahih Bukhari.
  7. Imam Muslim adalah seorang pedagang kain yang sukses.
  8. Imam Muslim wafat pada tahun 261 H bulan Rajab di Naisabur.



RPA

Apa RPA? Baca Bonus Abana RPA dan Tag Hafalan
  1. Ayah Bunda menyemangati anak-anak dalam menuntut ilmu, supaya mencontoh Imam Muslim
  2. Ayah Bunda menyampaikan kepada anak bahwa akhir hayat Imam Muslim amat mulia, beliau meninggal disebabkan mencari hadis
  3. Ayah Bunda menjelaskan di mana Makkah, Madinah, Baghdad dll, supaya anak benar benar merenungi jauhnya perjalanan Imam Muslim dalam menuntut ilmu
Sekian dari kami kisah Imam Muslim Ayah Bunda bisa menambahkan RPA nya sendiri. Semoga bermanfaat bagi keluarga muslim dan generasi Islam. Amiin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Kisah Imam Muslim Meninggal Karena Ilmu

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top