Inilah Pesan Khalifah Harun Ar Rasyid Kepada Guru

Pesan Harun Ar-Rasyid- Khalifah Harun Arrasyid adalah khalifah besar di masa dinasti Abbasiyah. Kepemimpinannya yang bijaksana dan adil membuat rakyatnya sejahtera. Imam Adz-Zahabi dalam kitab Syiar A'lam an Nubala' mengatakan, "Khalifah Ar-Rasyid adalah seorang khalifah besar di masa dinasti Abbasiyah yang setiap harinya sholat 100 rakaat sampai meninggal, mencintai ulama, menjaga syiar agama, membenci debat dan bicara tak berguna, menangisi dirinya atas kelalaian dan dosanya terutama saat dinasehati"

Seorang yang mulia telah berpesan kepada pendidik, orangtua dan guru. Pesan yang menuai konsep besar dalam mendidik. Seperti apa pesan beliau?

Pesan Khalifah Harun Ar Rasyid Kepada Guru

Pesan Harun Ar-Rasyid Kepada Para Pendidik


Pesan Khalifah kepada pendidik anaknya yang bernama Khalaf al Ahmar.

Khalaf al Ahmar berkata: Khalifah Ar Rasyid mengirimkan utusan kepadaku tentang pendidikan anaknya yang bernama Muhammad al Amin, kemudian utusan tersebut membacakan pesan tersebut kepadaku.

Utusan Ar-Rasyid berkata, "Wahai Ahmar, sesungguhnya Amirul Mukminin telah menyerahkan kepadamu titian jiwanya dan buah hatinya. Maka, bentangkan tanganmu untuknya selapang-lapangnya dan kepadamu dia wajib taat, maka jadikanlah dirimu untuknya sesuai yang diinginkan Amirul Mukminin.

Bacakan untuknya al Quran, ajarkan sejarah, untaikan syair-syair dan ajarkan sunnah.

Buatlah ia mampu mengetahui posisi pembicaraan dan permulaannya. Laranglah ia dari tertawa kecuali pada waktunya. Rengkuhlah ia untuk mengagungkan masyayikh Bani Hasyim jika mereka datang kepadanya dan meninggikan majlis para pemimpin jika mereka datang ke majlisnya.

Jangan sampai ada waktu yang berlalu padamu kecuali kamu telah memberikan faedah baginya tanpa harus membuatnya sedih yang akan mematikan otaknya. Jangan menjauh di waktu lapangnya, sehingga dia merasakan manisnya waktu kosong dan membuatnya terbiasa dengannya.

Luruskan ia semampumu dengan cara mendekat dan lembut. Jika dengan dua cara itu dia tetap tidak baik maka gunakan cara yang keras." [Ibnu Khaldun dalam Muqaddimahnya]

Teman-teman (orangtua, guru dan pendidik pada umumnya) mari kita perhatikan nasehat beliau yang ditunjukan kepada guru yang mendidik anaknya, di sana ada pesan untuk kita semua. Mari kita uraikan..

1. Menanamkan anak terhadap ketaatan kepada sang guru
Wahai Ahmar, sesungguhnya Amirul Mukminin telah menyerahkan kepadamu titian jiwanya dan buah hatinya. Maka, bentangkan tanganmu untuknya selapang-lapangnya dan kepadamu dia wajib taat, maka jadikanlah dirimu untuknya sesuai yang diinginkan Amirul Mukminin.
Ini adalah bagian dari  konsep pendidikan Islam, yaitu melatih taat dan penuh adab terhadap guru atau pendidik.

2. Mengajar Dengan Urutan
Bacakan untuknya al Quran, ajarkan sejarah, untaikan syair-syair dan ajarkan sunnah.
Harun Ar-Rasyid menyampaikan kurikulum urutan pengajaran. Jadi usahakan jangan menyampaikan yang lain sebelum urutan di atas sampai kepada peserta didik. Membacakan al-Quran, Mengajarkan sejarah. Mengajarkan Sunnah.

3. Konsep Belajar tidak Sambil Bermain
Buatlah ia mampu mengetahui posisi pembicaraan dan permulaannya. Laranglah ia dari tertawa kecuali pada waktunya.
Harun Ar-Rasyid menyampaikan nasehat kepadnya agar bisa mengatur kondisi belajar dan bermain. Karena keduanya tidak bisa dicampur. Bermain tidak bisa dicampur dengan keseriusan berilmu. Jika membuat jadwal, tentukan kapan bermain dan kapan belajar. Jika berbicara ajari posisi pembicaraannya. Jika tertawa, ingatkan untuk tidak berlebihan.


4. Mengajarkan Tentang Komitmen Terhadap Waktu
Jangan sampai ada waktu yang berlalu padamu kecuali kamu telah memberikan faedah baginya tanpa harus membuatnya sedih yang akan mematikan otaknya.
Nasehat ini mengajarkan tentang pentingnya memaksimalkan waktu. Komitmen terhadap waktu yang sudah disepakati dan kenyamanan saat memberikan faedah ilmu (tanpa harus memperbesar tekanan dan membuat generasi bersedih, hiburlah saat sedih, agar tidak mematikan otak berfikirnya.

Baca juga: Konsep Bermain dalam Islam

5. Memanfaatkan Waktu Luang Anak dan Temanilah Bermain
Jangan menjauh di waktu lapangnya, sehingga dia merasakan manisnya waktu kosong dan membuatnya terbiasa dengannya.
 Pesan Khalifah Harun Ar-Rasyid kepada sang guru yang selanjutnya adalah memanfaatkan waktu kosong murid untuk hal yang berfaedah serta mau mendampingi anak-anak saat bermain di waktu kosong (istirahat)

Silahkan baca: Konsep Islam dalam Menemani Anak Bermain

6. Mengajar Dengan Ketegasan
Luruskan ia semampumu dengan cara mendekat dan lembut. Jika dengan dua cara itu dia tetap tidak baik maka gunakan cara yang keras.
Memperbaiki anak dengan cara pendekatan dan lembut adalah cara terbaik, namun gunakanlah kekerasan saat kedua konsep tersebut tidak berfungsi. Supaya tidak salah faham dalam memaknai kekerasan, sebaiknya baca artikel hukuman anak dalam Islam yang baik dan benar.

Itulah 6 poin yang bisa kita ambil pelajarannya dari pesan Khalifah Harun Ar-Rasyid kepada Sang Pendidik Guru. Wallahu'alam [diambil dari web www.kuttabalfatih.com yang ditulis oleh Ustadz Ilham]
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Inilah Pesan Khalifah Harun Ar Rasyid Kepada Guru

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top