Kisah Perang Badar Nabi Muhammad vs Kafir Quraisy


Latar Belakang Terjadinya Perang Badar


Pembaca abanaonline,com, sebelum menceritakan kisah perang badar nabi Muhammad -shalallhau alaihi wassalam- bersama para sahabatnya, alangkah baiknya jika kita mengetahui bagaimana sebab terjadinya perang badar yang dahsyat ini. Berikut permulaan kisahnya:

Tatkala siksaan yang ditunjukan kepada kaum muslimin dari kafir quraisy semakin membabi buta, maka Rasulullah saw mengizinkan para sahabatnya pergi meninggalkan kota Makkah menuju Madinah. Rasulullah dan para sahabat pergi meninggalkan rumah dan harta benda mereka. Lalu setelah itu orang-orang kafir Makkah, mengusir dan merampas harta kaum muslimin yang ditinggal di Makkah tersebut.

Di Madinah nabi Muhammad -shalallahu alaihi wassalam- dan para sahabat dikenal sebagai Muhajirin (orang yang hijrah dari Makkah) sedangkan para penduduk asli Madinah disebut dengan nama Anshar. Mereka (muhajirin) menetap di Madinah penuh dengan kemiskinan.

Adapun orang-orang Makkah mereka bekerja sebagai pedagang (berdagang di kota Syam), mereka berdagang menggunakan uang yang telah mereka ambil dari harta umat Islam yang ditinggal di Makkah. Nah, dari sinilah kaum muslimin mendengar kabar bahwa kafilah dagang Quraisy hendak pulang dari Syam menuju Makkah, maka secara otomatis ketika pulang mereka akan melewati Madinah. Kebetulan kafilah dagang Quraisy tersebut dipimpin oleh Abu Sufyan dan mereka membawa barang dagangan yang sangat banyak.

Jumlahnya sangat melimpah, sekitar 1.000 onta bersama harta benda mereka sebesar 5.000 dinar emas yang dikawal oleh 40 orang. Sehingga ini merupakan kesempatan emas bagi pasukan kaum muslimin untuk melancarkan pukulan balik terhadap orang-orang musyrik, oleh sebab itu Rasulullah -shalallahu alaihi wassalam- mengatakan kepada para sahabatnya, "Ini adalah kafilah Quraisy yang membawa harta benda mereka, hadanglah mereka semoga Allah memberi barang rampasan itu pada kalian"

Harta mereka menjadi halal bagi kaum muslimin, mengapa demikian?

Setidaknya ada satu alasan kuat yang membuat harta mereka halal, yaitu karena setatus orang Quraisy adalah kafir harbi, mereka secara terang-terangan memerangi kaum muslimin, menindas kaum muslimin, mengusir kaum muslimin dan melarang kaum muslimin untuk memanfaatkan hartanya sendiri. Dan sebenarnya masih banyak sebab-sebab lainnya dan tentunya tidak bisa dijelaskan di sini semuanya.

Maka setelah nabi Muhammad saw mengumumkan kepada para sahabat, beliau langsung mengutus seseorang yang bernama Basbas bin Amer untuk melihat rombongan dagang kafir Makkah. Apakah para pedagang itu akan datang melewati kota Madinah?

Akhirnya Basbas pun pergi meninggalkan kota Madinah. Dia pergi menuju padang pasir yang banyak dilalui para pedagang. Tidak lama setelah itu, Basbas melihat rombongan pedagang. Dia pun bergegas menemui Rasulullah untuk memberitahukan kedatangan rombongan dagang kafir itu.

Basbas datang menemui Rasulullah dengan membawa berita bahwa rombongan dagang kafir Makkah datang melewati Madinah. Rombongan dagang itu dipimpin oleh Abu Sufyan. Dia membawa beberapa unta, unta-unta itu mengangkut kebutuhan-kebutuhan pokok. Abu Sufyan juga membawa beberapa kilogram emas. Rombongan dagang Abu Sufyan ini berjumlah 40 orang.

Rasulullah mengajak seluruh sahabat untuk ikut serta menghadang rombongan dagang Abu Sufyan. Tentu yang diajak Rasulullah ini hanya kaum lelaki dewasa, sedangkan anak-anak kecil dan kaum wanita tidak diperbolehkan ikut serta.

Ternyata banyak kaum lelaki yang bersemangat untuk ikut serta ajakan Rasulullah. Mereka ini hanya berharap pahala dari Allah. Jumlah mereka yang ikut bersama Rasulullah ada 313 sampai 319 orang yang terdiri dari 82 hingga 88 kaum Muhajirin dan 231 kaum Anshar. Mereka pergi meninggalkan Madinah pada tanggal 12 Ramadhan tahun 2 H dengan membawa 70 ekor unta.

Karena jumlah mereka yang banyak dan jumlah unta yang sedikit, akhirnya mereka bergantian menaiki unta, 3 atau 4 orang bergantian untuk menaiki satu unta. Rasulullah bergantian dengan Ali bin Abi Thalib dan Martsad bin Abu Martsad.

Tragedi Perang Badar Akan Dimulai

Kisah Perang Badar Nabi Muhammad vs Kafir Quraisy

Nampaknya peperangan badar akan dimulai, ketika pasukan kaum muslimin semuanya sudah siap dan mereka juga telah terbagi menjadi 2  batalyon, yakni batalyon muhajirin yang dipegang oleh Ali bin Abu Thalib dan batalyon anshar yang benderanya diserahkan kepada Sa'ad bin Muadz, ternyata rombongan Abu Sufyan telah mengetahui bahwa rombongannya akan dihadang oleh Rasulullah -shlallahu alaihi wassalam-.

Akhirnya dia mengirim seseorang yang bernama Dhamdham bin Amer al Ghifari untuk pergi ke Makkah dalam rangka memberitahukan kepada orang-orang Makkah akan bahaya yang akan menimpa rombongan Abu Sufyan. Dhamdham pun pergi menuju Makkah, di pertengahan jalan, dia menghentikan kudanya, lalu melukai hidung, muka dan merobek-robek bajunya sendiri.

Setelah dia sampai di kota Makkah, Dhamdham langsung berteriak dengan suara keras, bahwa Rasulullah telah menyerang rombongan dagang Abu Sufyan dan hendak mengambil semua barang dagangannya padahal sebenarnya rombongan Rasulullah belum menyerangnya.

Tapi orang-orang Makkah mempercayainya sebab Dhamdam menunjukkan luka-luka yang ada di badannya untuk membuktikan kebenaran ucapannya, maka Abu Jahal langsung mengajak seluruh penduduk Makkah berkumpul dan membentuk kekuatan besar untuk menyerang Muhammad kemudian menyelamatkan barang dagangan Abu Sufyan.

Akhirnya Abu Jahal dapat mengumpulkan pasukan perang yang berjumlah besar. Pasukan perang itu pada awalnya berjumlah 1300 orang, mereka membawa 100 ekor kuda, 400 buah tameng dan beberapa ekor unta yang sangat banyak sekali. Pasukan perang ini dibawah pimpinan Abu Jahal.

Sedangkan rombongan Abu Sufyan, mereka terus melanjutkan perjalanannya, ketika mereka sampai di suatu lembah yang bernama Badar. Mereka bertemu dengan seorang kafir Makkah yang bernama Majdi bin Amer. maka Abu Sufyan pun memintanya untuk mencari tahu tentang pasukan Rasulullah.

Setelah diminta oleh Abu Sufyan, Majdi pergi untuk mencari informasi tentang pasukan Rasulullah, dia bertemu dengan 2 orang tua. Kedua orang tua itu memberitahukan bahwa dia melihat beberapa orang di dekat bukit.

Majdi kembali menemui Abu Sufyan. lalu mereka pergi menuju tempat yang dimaksud oleh kedua orang tua itu. Di tempat itu, Abu Sufyan melihat kotoran unta, dan dari kotoran unta itulah Abu Sufyan mengetahui bahwa pasukan Rasulullah sedang menghadang mereka di jalan menuju Madinah.

Akhirnya Abu Sufyan memutuskan untuk tidak melewati kota Madinah, dia memilih lewat jalan lain. Lalu Abu Sufyan menulis surat kepada Abu Jahal bahwa dirinya telah selamat dan lebih baik Abu Jahal dan pasukannya pulang kembali ke Makkah.

Surat yang dikirim Abu Sufyan sampai di tangan Abu Jahal, akan tetapi, Abu Jahal tidak memperhatikan surat tersebut dan tidak mau kembali ke Makkah, lalu dia memerintahkan pasukannya untuk terus pergi ke Badar dan memerangi Rasulullah.

Tapi ternyata tidak semua pasukan kafir qurasisy mengikuti ajakarn Abu Jahal, sebab terdapat 300 orang dari pasukannya yang tidak mau melanjutkan perjalanan tersebut, mereka memilih kembali ke Makkah.

Hal itu tidak membuat semangat Abu Jahal menurun, dan dia pun melanjutkan perjalanan menuju ke Badar dengan pasukannya yang tersisa 1000 orang. Di sisi lain Rasulullah -shalallahu alaihi wassalam- telah mendengar bahwa orang-orang kafir Makkah datang dengan pasukannya untuk memerangi Rasulullah.

Maka Allah -subhanahu wataala- menurunkan wahyu kepada Rasulullah bahwa Dia mengizinkan beliau dan kaum muslimin untuk memerangi kaum kafir. Rasulullah mengumpulkan seluruh sahabat dan mereka mengatakan bahwa mereka siap membela Rasulullah, siap membela Islam dan menegakkan Islam.

Rasulullah sangat bergembira atas semangat para sahabat dan kekuatan iman mereka untuk menegakkan Islam dan membela Rasulullah. Rasulullah dan seluruh sahabat yang berjumlah 319 itu pergi menuju lembah Badar. Ketika Rasulullah hendak pergi, beliau melihat seorang anak kecil yang ikut serta dalam barisan pasukan perang itu. Dia menyelinap di dalam pasukan Rasulullah.

Anak kecil itu adalah Umair bin Abi Waqash. Dia ikut dalam barisan pasukan Rasulullah bersama kakaknya, Saad bin Abi Waqash. Rasulullah melihatnya dan memintanya untuk pulang. Namun Umair malah menangis dan tidak mau pulang. Dia ingin ikut perang bersama Rasulullah. Saad bin Abi Waqash justru membela adiknya dan meminta Rasulullah agar adiknya diizinkan untuk ikut berperang. Akhirnya Rasulullah mengizinkannya, dalam perang ini Umair wafat sebagai syahid.

Perang Badar Dimulai


Perang badar antara pasukan Rasulullah yang berjumlah 319 dengan pasukan kafir yang berjumlah 1000 terjadi pada haru jumat tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H di daerah Badar.

Malam Jumat sebelum peperangan itu terjadi, Allah memberikan nikmat kepada seluruh pasukan Rasulullah. Allah jadikan mereka semua mengantuk hingga tertidur pulas. Mereka dapat beristirahat dengan baik sehingga kekuatan mereka semakin besar. Dan di malam itu Rasulullah berdoa kepada Allah agar diberikan pertolongan untuk umat Islam.

Esok harinya yakni di hari Jumat, pasukan Rasulullah sudah berada di Badar dan mereka sudah menguasai sumur air minum di lembah Badar. Pasukan kafir juga sudah berada di Badar, tetapi mereka tidak bisa mendekat dan mengambil air minum dari sumur itu.

Kisah Duel Satu Lawan Satu di Perang Badar

Kisah Perang Badar Nabi Muhammad vs Kafir Quraisy

Setelah itu kedua pasukan sudah berhadapan. Tapi sebelum pertempuran badar dimulai, terjadi sebuah peristiwa yang tidak di duga-duga oleh Rasulullah, pasukan kafir mengajak beliau berduel. Tiga orang dari pasukan kafir maju ke tengah untuk mengajak duel pasukan Rasulullah. Tiga orang tersebut adalah Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah dan Walid bin Utbah.

Rasulullah menerima tantangan itu, beliau menyuruh Hamzah bin Abdil Muthalib untuk melawan Utbah, Ali melawan Syaibah dan Ubaidah bin Harits melawan Walid bin Utbah.

Duel tiga sahabat Rasulullah dengan tiga orang kafir tersebut dimulai. Ali langsung menyerang Syaibah, dalam satu serangan, Syaibah terjatuh dan mati, begitu juga dengan Hamzah yang langsunh mengalahkan Utbah dengan mudah. Adapun Ubaidah masih kesulitan saat melawan Walid. Ternyata Walid pandai dalam bertarung, akhirnya Ali dan Hamzah memutuskan untuk membantu Ubaidah dan dapat dengan mudah mengalahkan Walid.

Tokoh-tokoh pasukan musyrik sangat marah ketika melihat kekalahan mereka dalam duel. Akhirnya pertempuran pun dimulai dengan jumlah yang tidak seimbang.

Perang Badar inipun terjadi dengan sangat dahsyat. Dengan penuh keberanian pasukan Rasulullah tidak henti-hentinya melawan pasukan kafir hingga mereka terbunuh satu per satu.
Rasulullah juga ikut serta dalam pertempuran tersebut.

Keimanan para sahabat yang begitu kuat dan keberanian mereka yang begitu besar, benar-benar membuahkan hasil. Allah memberikan pertolongan kepada Rasulullah dan para sahabat. Allah menurunkan bala tentara. Bala tentara tersebut adalah para malaikat yang membantu kaum muslimin melawan kaum kafir. Mereka berjumlah 3000 malaikat.

Peperangan ini berakhir, Rasulullah dan para sahabat mendapatkan kemenangan yang luar biasa, meskipun jumlah mereka lebih sedikit dari pada kaum kafir. Tetapi karena keimanan mereka lah dan pertolongan Allah sehingga kaum muslimin mendapatkan kemenangan.
Jangan lupa, baca tag hafalan dan RPA di bawah.

Sumber: [Buku Anak Peperangan dalam Islam, Nizar Saad Jabal, Qids dan Kitab ar-Rahiqul Makhtum, Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri]

peta perang badar nabi Muhammad saw
peta perang badar by: www.slideshare.net

Tag Hafalan

  1. Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H.
  2. Rombongan dagang Abu Sufyan yang menuju Syam berjumlah 40 orang.
  3. Jumlah kaum muslimin yang menghadang rombongan dagang Abu Sufyan ada 313-319 yang terdiri 82-88 orang muhajirin dan 231 orang Anshar.
  4. Kaum muslimin meninggalkan Madinah pada tanggal 12 Ramadhan tahun 2 H dengan 70 unta.
  5. Pasukan Rasulullah berjumlah 319 orang dan pasukan kafir 1000 orang.
  6. Kaum muslimin mendapat bantuan dari Allah dengan 3000 malaikat. 


RPA

Apa itu RPA? Baca Bonus Abana RPA dan Tag Hafalan
  1. Ayah Bunda menanamkan keimanan kepada Allah yang Maha Menolong, dimana malaikat ikut berperan dalam perang badar ini, atas dasar itu kaum muslimin menang dengan mudah.
  2. Ayah Bunda menekankan kepada anak-anak bahwa setiap yang memusuhi islam pasti akan dihinakan oleh Allah subahanahu wataala, kekelahan kafir Quraisy dan kematian Abu Jahal adalah salah satu bentuk penghinaannya.
  3. Ayah Bunda menerangkan bahwa di kisah perang badar ini, banyak pembesar Quraisy yang dahulu menyiksa kaum muslimin, binasa dalam kehinaan. Allah taala telah membalas semua perbuatan mereka, baik di Dunia maupun di akhirat.

Baik semoga 3 RPA di atas dapat menambahkan keimanan anak terhadap Islam, Kekuasaan Allah dan lain sebagainya. Silahkan ayah bunda lengkap i sendiri RPA di atas dan sekian dari kami kisah perang badar nabi Muhammad vs Kafir Quraisy. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Kisah Perang Badar Nabi Muhammad vs Kafir Quraisy

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top