Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, di sini abanaonline.com akan kembali menerangkan tentang adab-adab Islami yang patut dipelajari oleh setiap pendidik dan peserta didik. Jika sebelumnya kami sudah membahas adab makan dan adab tidur, maka Insyaallah kali ini akan menjelaskan bagaimana adab menuntut ilmu dalam Islam dan disertai hadits shahih.

Menuntut ilmu adalah amalan mulia yang akan mempermudah penuntutnya jalan menuju Surga. Sehingga seorang murid dituntut untuk memperhatikan adab-adabnya saat belajar di kelas maupun dimana saja. Karena amalan yang mulia harus dilakukan dengan cara yang mulia pula.

Bahkan ulama salaf dahulu sangat memperhatikan adab dalam belajar, sampai-sampai mereka mementingkan adab terlebih dahulu sebelum belajar Ilmu. Imam Malik rahimahullah berkata,

تعلم الأدب قبل أن تتعلم العلم

"Pelajarilah adab sebelum mempelajari ilmu"

Abdullah bin Mubarak juga berkata, "Dahulu kami belajar adab 30 tahun, sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun"

Subhanallah, perkataan di atas menunjukkan pentingnya berperilaku adab yang baik, terutama saat menuntut ilmu. Dengan mempelajari adab akan lebih mudah memahami ilmu, selain itu ilmunya juga bisa menjadi berkah.

Alhamdulillah "Belajar adab sebelum ilmu" ini sudah menjadi kurikulum pokok di Kuttab al-Fatih. Silahkan baca: Kurikulum Kuttab Pembangkit Peradaban Islam

Adab Menuntut Ilmu Sesuai Tuntunan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam


Seorang thalabul ilmi (penuntut ilmu) harus memperhatikan 3 adab dalam menuntut ilmu. Ketiga adab tersebut adalah, adab kepada Allah ta'ala, adab terhadap guru dan adab kepada diri sendiri. Berikut perinciannya:

A. Adab Murid kepada Allah subhanahu wa ta'ala



Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya

1. Mengikhlaskan niat untuk Allah ta'ala

Adab menuntut ilmu yang paling utama bagi seorang pelajar adalah ikhlas. Dia harus memiliki niat mencari ilmu murni mengharap ridha dan pahala dari Allah ta'ala, bukan malah ingin dipuji sebagai orang alim, ustadz dan lain sebagainya.

Jika dalam menuntut ilmu diniatkan sebagai bentuk melaksanakan perintah Allah, maka kegiatan belajar tersebut bisa bernilai ibadah kepada Allah. Namun sebaliknya  jika dalam menuntut ilmu hanya mengharapkan gelar demi mencari kedudukan dunia atau jabatan, maka dia pun tidak akan mendapat pahala.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam telah bersabda, "Barangsiapa yang menuntut ilmu syari yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat." (HR. Ahmad)

Tetapi berbeda dengan orang yang menuntut ilmu dan diniatkan untuk mendapat gelar, tapi gelar tersebut digunakan sebagai sarana agar bisa memberikan manfaat kepada orang-orang, seperti agar bisa mengisi pengajian atau yang lainnya, maka hal seperti itu bagus karena ini adalah niat yang benar.

2. Takut kepada Allah ta'ala

Semakin ia mengenal Allah maka harusnya dia semakin dekat kepada Allah, dengan demikian akan semakin besar pula rasa takutnya kepada Allah. Diantara golongan yang takut kepada Allah adalah para ulama. Allah telah berfirman,

ِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

"Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama.." (QS Surat Fathir: 28)

Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya

Mengapa seorang pelajar harus takut kepada Allah? Karena thalabul ilmi adalah orang yang memiliki ilmu tentang Islam dan mereka mengamalkannya, jadi merekalah orang-orang yang paling mengenal Allah.

Orang yang memiliki ilmu tentang agama Allah akan paham benar kebesaran Allah, keperkasaanNya serta paham benar pedih dan ngerinya adzab Allah. Sebaliknya, orang-orang yang berbuat maksiat, maka mereka tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Karena kurangnya ilmu mereka terhadap agama Allah dan kurang mengenalNya.

Maka sangat disayangkan jika ada penghafal al-Quran namun akhlak serta adabnya jauh dari isi al-Quran. Naudzubillah

3. Tidak menentang hukum Allah dan RasulNya

Sebagai orang beriman kita dilarang menentang hukum Allah dan RasulNya atau mendahului apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya.

Allah berfirman dalam (Qs. al Hujurat 1), yang intinya adalah kita dilarang mengatakan sesuatu atau menetapkan hukum yang menyelisihi al Quran dan Sunnah, seperti masalah penghalalan sesuatu, pengharaman sesuatu, penetapan syariat, dan sebagainya. Perkara-perkara tersebut haram hukumnya dan seorang pelajar dilarang untuk melakukannya.

4. Selalu berdoa kepada Allah ta'ala

Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya
Kuttab Indonesia di masa Belanda

Salah satu adab menuntut ilmu dalam Islam yang harus diamalkan oleh murid adalah selalu berdoa kepada Allah. Hendaknya setiap pelajar senantiasa memohon ilmu yang bermanfaat kepada Allah dan memohon pertolongan kepadaNya dalam mencari ilmu serta selalu merasa butuh kepadaNya. Inilah yang dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam di mana beliau senantiasa berdoa kepada Allah memohon ilmu yang bermanfaat:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْماً نَافِعاً, وَرِزْقاً طَيِّباً, وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

"Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima."  (HR. Ibnu Majah/shahih)

Biasanya di Kuttab al-Fatih, doa-doa seperti itu selalu dibaca di setiap apel (ikrar) dan setiap ditutup pelajaran. Ajarkan anak kita berdoa, karena itu sebagian dari adab murid kepada Allah.

B. Adab Murid kepada Guru


Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya

Poin kedua ini juga termasuk adab dalam bermajelis, bahkan adab kepada guru merupakan salah satu poin yang paling penting, dan akan memudahkan kita memahami ilmu di kelas serta menjadikan ilmu tersebut bermanfaat dan berkah.

Pembahasan ini cukup panjang, sehingga kami pisahkan menjadi pembahasan khusus. Silahkan baca: Adab Murid kepada Guru atau Ustadz

C. Adab Pelajar kepada Dirinya Sendiri


Dalam mencari ilmu diperlukan kesungguhan. Seorang pelajar tidak boleh bermalas-malasan, sehingga dari sini terbentuklah adab santri kepada dirinya sendiri.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam barsabda, "Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu (1) orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan (2) orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya." (HR. Al-Baihaqi)

Al-Hasan berkata, "Dua orang rakus yang tidak pernah kenyang, yaitu orang yang rakus terhadap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya, dan orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya."

1. Menjauhi dosa salah satu adab menuntut ilmu

Adab seorang pelajar adalah senantiasa menjauhi dosa dan maksiat. Sebab seseorang akan terhalang dari ilmu yang bermanfaat dikarenakan banyak melakukan dosa dan maksiat. Selain itu, dosa dapat mendatangkan siksa Allah.

Ilmu adalah cahaya yang menyinari hati seseorang, adapun maksiat merupakan pemadam cahaya tersebut. Oleh karena itu, seorang yang bergelimang dengan maksiat akan kehilangan cahaya dari ilmunya.

Diceritakan pada suatu hari Imam Syafii pernah merasakan hafalannya sedikit berkurang dari hari-hari biasanya.

Kemudian ia mengeluhkan hal tersebut kepada gurunya, Waqi'. Imam Syafii berkata, "Aku mengeluhkan kepada Waqi' akan buruknya hafalanku. Maka dia membimbingku untuk meninggalkan maksiat. Dia berkata, 'Ketahuilah ilmu adalah keutamaan. Dan keutamaan Allah tidak akan diberikan kepada ahli maksiat."

2. Tidak sombong dan tidak malu dalam menuntut Ilmu agama Islam

Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya

Di antara adab seorang pelajar saat menuntut ilmu di kelas adalah tidak sombong dan tidak malu dalam menanyakan ilmu. Sebab kedua hal itu dapat menghalangi semangat mencari ilmu. Mujahid berkata, "Orang yang malu dan sombong tidak akan mau mempelajari ilmu."

Orang yang malu dan tidak mau tahu hukum Islam maka ini merupakan kesalahan besar, bahkan bisa berbahaya. Sedangkan sombong adalah penghalang seseorang mendapatkan ilmu. Karena hakikat sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.

Kita berlindung dari sombong, baik dalam bentuk sifat, sikap maupun perilaku. Karena sombong menjadi penghalang masuk surga dan mendapatkan ilmu.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, "Tidak akan masuk surga seseorang yang terdapat dalam hatinya sifat sombong meskipun hanya sebesar biji sawi." (HR. Muslim)

3. Bercita-cita yang tinggi

Setiap pelajar harus memiliki tujuan dan cita-cita yang tinggi. Ini adalah perkara penting bagi para pelajar dalam menuntut ilmu. Cita-cita yang tinggi akan menjadikan kita tetap sabar menghadapi masa-masa sulit. Sebaliknya orang yang bercita-cita rendah akan menjadi penakut,pengecut dan mudah menyerah.

Di antara tujuan mencari ilmu adalah untuk memperbaiki diri, mensyukuri nikmat Allah berupa akal untuk belajar dan memahami ilmu, menegakkan agama Islam dengan cara mengamalkan perintah dan larangannya, melaksanakan hukum-hukumnya dan menyebarkannya.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, "Jika engkau meminta surga, mintalah surga Firdaus, karena Firdaus adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi." (HR. Bukhari)

4. Menuntut ilmu harus bersabar

Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya

Dalam mencari Ilmu kita harus sabar, tidak terputus di tengah jalan dan merasa bosan. Sebab, mencari ilmu itu membutuhkan kesungguhan dan usaha yang terus-menerus. Inilah yang disampaikan oleh ayah Yahya bin Abi Katsir, ketika ia berkata, "Ilmu itu tidaklah didapat dengan jasad yang santai."

5. Mengamalkan ilmu adalah adab menuntut ilmu paling utama

Hari ini banyak pelajar yang belajar agama hanya untuk menambah wawasan, tapi mereka enggan mengamalkannya. Padahal seharusnya ilmu dipelajari untuk meningkatkan amalan. Karena amalan itu adalah buah dari ilmu.

Ibnu Mas'ud berkata, "Siapa yang belajar ilmu (agama) lantas ia tidak mengamalkannya, maka hanya kesombongan pada dirinya yang terus bertambah."

Salah satu mengamalkan ilmu yaitu mempraktekkan apa yang ada ditulisan ini. Semoga pembahasan adab menuntut ilmu dalam Islam ini bisa bermanfaat khususnya bagi penulis pribadi dan pembaca abana online semua. Amiin [Dirangkum dari kitab Seri Adab Belajar, Abu Hudzaifah at-thalibi dan sedikit merujuk pada sumber terpercaya seperti muslim.or.id dan rumayho.com]
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

1 Response to Adab Menuntut Ilmu dalam Islam Lengkap Beserta Dalilnya

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top