Cara Mendidik Anak dalam Islam yang Baik dan Benar


Mendidik anak merupakan urusan yang harus diprioritaskan dibandingkan urusan lainnya, terutama mendidik anak secara islami. Maka bagi siapa saja yang mengabaikan pendidikan anaknya, berarti mereka telah berbuat kesalahan yang fatal. Bagi siapa saja yang membiarkan anaknya tumbuh berkembang tanpa adanya nutrisi pendidikan, berarti dia telah membiarkan anaknya berkembang secara liar dan tidak terkontrol.

Cara Mendidik Anak dalam Islam yang Baik dan Benar

Dalam Islam urusan pendidikan sangat diperhatikan, Rasulullah -shalallahu alaihi wassalam- sebagai guru terbaik yang mampu mendidik di semua usia, semua jabatan dan semua keadaan telah memberikan contoh kepada kita semua tentang metode pendidikan yang baik dan benar. Metode pendidikan yeng beliau ajarkan langsung dari langit (wahyu). Sehingga berhasil melahirkan generasi besar, pembangun peradaban, berkarakter mulia dan berakhlak Surgawi.

Bagaimana cara mendidik anak menurut Islam?

Cara Mendidik Anak Usia Dini dalam Islam


Metode pendidikan Islam itu sempurna, mudah dipahami dan tidak rumit seperti hari ini, semua sudah dituliskan di dalam al-Quran dan as-Sunnah.

Dengan menggali Al-Qur'an yang digabungkan dengan hadist Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam dan melihat aplikasi kehidupan beliau melalui sirahnya, maka akan terlihat dengan detail dari awal hingga akhir bagaimana generasi terbaik itu hadir, bagaimana metode ini bisa menumbuhkan orang-orang besar, ahli disemua bidang, sukses membawa kejayaan dengan didasari nilai-nilai adab dan iman kepada Allah.

Berikut tahapan-tahapan mendidik anak yang sudah diterapkan oleh nabi Muhammad -shalallahu alaihi wassalam- dan guru-guru terbaik di masa kejayaan Islam. (baca juga: Sejarah Pendidikan Islam Kuttab)

1. Mendidik Anak dalam Islam Harus Berurutan


Cara Mendidik Anak dalam Islam yang Baik dan Benar

Islam adalah urutan, bahkan hukum kehidupan telah mengajarkan tahapan belajar, misalnya seorang bayi akan belajar balik badan, kemudian merangkak, merambat dan berjalan, dan tidak mungkin bayi baru lahir langsung bisa berjalan. Nah, begitu juga dengan pendidikan Islam.

Allah telah memberikan wahyu kepada nabi Muhammad melalui urutan Makkiah dan Madaniah, tidak ada perdebatan antara ulama Al-Qur'an dan ahli sejarah jika Nabi berdakwah di dua fase. Dari sinilah kurikulum Islam hadir.

Mendidik Anak dari Fase Makkiah


Fase Makkiyah adalah fase penguatan pondasi, karena ketika itu para sahabat baru mengenal Islam, sehingga Allah pun menurunkan ayat-ayat yang membahas tentang penanaman karakter iman berupa iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, hari kiamat dan Qadha serta Qadar. (Tauhid)

Sebab sebelum menahan beban berat (syariat), mereka harus memiliki pondasi yang kuat. Jika kita melihat rata-rata ayat-ayat Makkiah belum ada syariat yang memberatkan mereka, meskipun kami juga tidak membantah jika ada hukum syariat yang turun di Makkah, seperti Solat, Infaq, Qiyamullail dan Tilawah, tapi itu cuma sedikit, tidak sebanyak penguatan karakter iman, sehingga hukum syariah tersebut tidak menopang sebuah pondasi.

Maka kesimpulannya kurikulum pendidikan islam yang sesuai untuk anak-anak adalah kurikulum fase Makkiah, ibarat pohon: ada akar, batang pohon dan buah.  Aqidah adalah akar, Syariah adalah batang dan Akhlaq adalah buahnya. Akar yang baik, dan kuat akan menghasilkan batang serta buah yang bagus. Subhanaallah

Apakah ada dalil yang menunjukkan nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam menerapkan kurikulum Makkiah saat mendidik anak dalam Islam?

Hadits Jundub bin Abdillah Radiyallahuanhu:


عن جُنْدُبِ بن عبد الله قال: كنا مع النبي صلى الله عليه وسلم ونحن فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فتعلمنا الإيمان قبل أن نتعلم القرآن ثم تعلمنا القرآن فازددنا به إيماناً ) رواه ابن ماجة (61) والطبراني في المعجم الكبير (1678) والبيهقي في سننه الكبرى (5075) وهو حديث صحيح

Dari Jundub bin Abdillah radiyallahuanhu beliau berkata: "Dahulu kami ketika remaja bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam, kami belajar iman sebelum Al Qur'an kemudian setelah kami belajar Al Qur'an bertambahlah keimanan kami. Sedangkan kalian sungguh pada hari ini justru belajar Al Qur'an dulu sebelum belajar iman" (Riwayat At Thabrani, Al Baihaqi, Ibn Majah, dishahihkan Al Albani)

Hadits di atas sebagai bukti bahwa nabi pun menerapkan kurikulum Makkiah pada sahabat. Yakni, iman sebelum Quran. Apa maksudnya? silahkan baca, "Arti Iman Sebelum Quran" supaya tidak salah faham.

Apa Saja Karakter-Karakter Makkiah atau Iman?

A. Enam Rukun Iman dan Cabang-Cabangnya

Karakter iman yang diambil adalah enam rukun iman dan cabang-cabangnya. Jika antum baca di surat Makkian akan ada banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan tentang kekuasaan Allah, hari akhir, malaikat-malaikat Allah dan kisah-kisah, apalagi dalam juz 30. Nah, apabila karakter-karakter di atas terus diajarkan meskipun diulang-ulang, akan sangat berpengaruh terhadap moral, sifat dan adab anak. Mereka akan semakin mengenal siapa tuhannya, siapa yang menciptakan dan siapa yang akan memasukkan ke Surga dan Neraka.

Mengenai teksnis penanaman karakter iman di rumah sudah kami bahas semua di sini: Cara Terbaik Mendidik Anak Usia 2-3 Tahun Menurut Islam

B. Berkisah dalam Al-Quran ataupun Sunnah

Karakter Makkiah selanjutnya yang perlu disampaikan saat mendidik anak usia dini adalah berkisah. Metode berkisah memiliki peran penting di dunia pendidikan dan memiliki banyak kelebihan serta keistimewaan. Berkisah bisa menjadi motivator yang mudah dihadirkan kapan saja dan cocok untuk semua usia, nasehat yang tidak menyakiti pendengarnya, dan memiliki pengaruh besar bagi peserta didik jika dilakukan dengan cara menjiwai.

Sehingga dalam al-Quran sendiri materi berkisah mencapai sepertiganya, bahkan Allah memerintahkan kita untuk mengambil pelajaran darinya:

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ 

"Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal." (Qs.Yusuf:111)

 فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

"Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan."

Alhamdulillah, materi berkisah juga sudah pernah dijelaskan secara panjang lebar di artikel, Berkisah Bisa Merubah Adab Anak dan Tutorial Brkisah pada Anak yang Benar.

Menerapkan Fase Madaniah Setelah Makkiah Saat Mendidik Anak


Urutan pendidikan anak selanjutnya ialah kurikulum Madaniah, dimana pondasi anak-anak sudah mantap dan siap. Keimanan, ketakutan serta rasa diawasi oleh Allah sudah kuat. Barulah diajarkan kurikulum yang lebih berat dan mendalam, seperti tafsir, usul fiqih dan masih banyak lagi, tapi tentunya pembahasan tidak bisa dibahas sekarang karena sangat panjang.

Sungguh berbeda dengan yang kami rasakan waktu kecil, dahulu ketika kecil, saya sering dihadirkan dengan acara-acara tivi yang tidak jelas, dan sungguh sampai hari ini pun saya masih teringat acara-acara tivi tersebut. Jadi coba bayangkan jika acara Tv diganti dengan karakter Makkiah di atas? Pasti akan luar biasa, baik moral maupun adab. Ketika dia dipilih menjadi pemimpin pun, dia sudah siap.

Itulah mengapa dahulu Islam berdiri kokoh.

Sayangnya kiblat pendidikan hari ini (Amerika) telah menutup sejarah pendidikan Islam yang mulia ini, tapi Alhamdulillah, Kuttab yang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad -shalallahu alaihi wassalam-, dan berhasil melahirkan generasi gemilang, telah dimunculkan kembali oleh Ustadz Budi Ashari Lc yang berpusat di Depok.

Semoga Kuttab Al-Fatih di seluruh Indonesia bisa menjadi solusi bagi orangtua santri di dunia pendidikan.

2. Syarat Mendidik Anak dalam Islam


Cara Mendidik Anak dalam Islam yang Baik dan Benar

Karena sempurnanya pendidikan Islam maka tak heran jika seorang pendidik juga dituntut untuk memenuhi syarat-syarat di bawah ini demi keberhasilan dalam mendidik anak:

A. Menperbaiki Diri dan Berdoa

Dari seluruh poin-poin di atas ternyata ada yang lebih penting dan paling utama, yaitu menshalihkan diri kita dan selalu berdoa kepada Allah ta'ala. Mengapa? Baca, Cara Mendidik Anak Jadi Soleh Dengan Ketauladanan

B. Menguatkan Ruhiyah Para Pendidik

Kekuatan ruhiyah saat mendidik anak adalah bekal terbaik bagi setiap muslim, khususnya para pengajar orangtua, guru dan da'i.

Ruhiyah inilah yang akan memotivasi dan menggerakkan langkah kita dengan mudah dan lebih ikhlas. Bahkan mengajar yang disertai dengan ruh, keikhlasan dan semangat adalah kunci keberhasilan dari seorang murabbi dalam mendidik anak-anak. Bukan malah yang setiap kita sampaikan pada mereka tidak mempunyai kesan yang berarti, masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri, kemudian ketika sudah selesai yang dikenang hanya lucunya saja.

Masih banyak lagi manfaat ruhiyyah dalam mendidik anak secara islami yang bisa antum baca di sini.

Baiklah itu saja ulasan mengenai cara mendidik anak dalam Islam, tulisan ini diambil dari kitab Modul 1 karya ustadz Budi dan ustadz Ilham hafidzahumallah, dan juga Tarbiyatul Athfal karya Syaikh Khalid Syantut. Barakallah Wallahualam.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Cara Mendidik Anak dalam Islam yang Baik dan Benar

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top