Kisah Shahabiyah Hafshah binti Umar Istri Rasulullah

Kisah Hafshah binti Umar- Hafshah adalah sosok wanita yang beriman, taat, tulus, sabar, tenang, suka bersedekah, puasa, berdzikir, bertaubat dan berjihad. Hafsah tumbuh dewasa di rumah Umar bin Khattab. Ia masuk Islam lalu menikah dengan Khunais bin Hudzafah as Sahmi, dan ia ikut berhijrah bersama suami ke Madinah. Setelah berhijrah, Khunais meninggal dunia, lalu Nabi menikahinya sepulang dari perang Badar.

Kisah Pernikahan Hafshah dengan Nabi Muhammad


Kisah Shahabiyah Hafshah binti Umar Istri Rasulullah

Cerita ini dimulai setelah meninggalnya suami pertama Hafshah di Madinah. Beliau juga termasuk sahabat nabi yang ikut serta dalam perang badar.  Dalam kisah Hafshah ini, biarkan ayahnya yang bercerita:

Umar bin Khattab berkata, "Hafshah binti Umar menjanda setelah ditinggal mati suaminya, Khunais bin Hudzafah As Sahmi dan ia termasuk salah satu sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wassalam yang ikut serta dalam perang Badar, lalu ia meninggal dunia di Madinah. Saya pun menemui Utsman bin Affan, lalu saya tawarkan Hafshah padanya. Saya bilang, 'Kalau kau mau, aku akan menikahkanmu dengan Hafshah.' Utsman menyahut, 'Akan aku pikirkan dulu.'

Selang beberapa hari, ia menemuiku, lalu berkata, 'Untuk saat ini, aku masih belum ingin menikah.'

Umar meneruskan, "Setelah itu aku menemui Abu Bakar, 'kalau kau mau, aku akan menikahkanmu dengan Hafshah.' Namun, ia tidak memberi jawaban apapun. aku lebih marah pada sikap Abu Bakar daripada sikap Utsman. Selang beberapa hari, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam meminang Hafshah, lalu aku nikahkan Hafshah dengan beliau.

Setelah itu Abu Bakar menemuiku dan berkata, 'Sepertinya kau marah kepadaku saat menawarkan Hafshah namun aku tidak memberi jawaban apapun.' 'Ya' sahutku. Maka Abu Bakar berkata, 'Sungguh tidak ada suatupun yang menghalangiku untuk memberi jawaban saat kau tawarkan Hafshah padaku, hanya saja aku pernah mendengar nabi menyebut-nyebut nama Hafshah dan aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah. Andai saja Rasulullah tidak menyebut-nyebut Hafshah, tentu aku nikahi dia.'

Akhirnya Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam menikahi Hafshah pada tahun 3 Hijriyah. Keduanya menjalani hidup dalam kebaikan dan berkah. Hafshah patuh kepada beliau, mulia di mata beliau, beliau sering bercanda dan bercumbu dengannya, hingga kadang beliau sering telat keluar saat berada di tempat Hafshah. Hal ini telah menimbulkan rasa cemburu pada istri-istri beliau yang lain.

Kisah Hafshah dan Aisyah


Kisah Shahabiyah Hafshah binti Umar Istri Rasulullah

Aisyah berkata, "Rasulullah menyukai manisan dan madu. Selepas shalat Ashar, beliau biasa masuk ke rumah istri-istri beliau dan mendekati salah seorang di antaranya. Beliaupun masuk ke rumah Hafshah, beliau berada di sana lebih lama dari biasanya, sehingga aku merasa cemburu lalu aku menanyakan hal itu. Ada yang bilang padaku bahwa Hafshah diberi hadiah satu geriba kecil madu oleh seorang wanita dari kaumnya, lalu ia menghidangkan madu tersebut kepada Nabi. Aku pun berkata, 'Demi Allah, kami akan mengakali beliau.'

Kemudian aku bilang kepada Saudah binti Zam'ah, 'Beliau sebentar lagi akan mendekat padamu. Begitu berada di dekatmu, tanyakan kepada beliau, 'Apa engkau habis makan maghafir?' Kalau beliau menjawab 'tidak' maka tanyakan lagi, 'Lalu bau apa yang aku cium ini?' Beliau pasti menjawab, 'Hafshah memberiku minum madu.' Maka saat itu katakan kepada beliau, 'Lebah madu itu habis menghisap pohon 'urfuth.' Aku pun aka  mengatakan hal yang sama, dan kau wahai Shafiyah harus mengatakannya pula.'

Aisyah melanjutkan, "Saudah berkata, 'Demi Allah, tak lama setelah itu, beliau berdiri di depan pintu, lalu aku bermaksud memanggil beliau seperti yang kau suruh.' Saat Rasulullah telah mendekat kepada Saudah, Saudahpun bertanya kepada beliau seperti yang diminta Asiyah, begitu juga saat beliau bergilir di rumah Shafiyah, ia juga mengatakan hal yang sama seperti Saudah. Maka saat beliau kembali bergilir di tempat Hafshah,

Hafshah berkata, 'Wahai Rasulullah maukah kuberi madu?'
Beliau menjawab, 'Tidak, aku tidak membutuhkannya.'
Saudah berkata, 'Demi Allah kami mengharamkan madu.' Ku (Aisyah) katakan padanya, 'Diam kamu.'

Hafshah Diceraikan Nabi Muhammad


Kisah Shahabiyah Hafshah binti Umar Istri Rasulullah

Setelah kejadian tersebut (mungkin bisa dibilang kisah di atas candaan, lucu dan kecemburuan) membuat Nabi pernah menceraikan Hafshah.

Di riwayatkan dari Qais bin Zaid bahwa nabi pernah menceraikan Hafshah, lalu dua paman Hafshah (Qudamah dan Utsman) masuk menemui Hafshah, maka Hafshah berkata, 'Demi Allah, beliau tidak menceraikanku karena benci padaku.'

Tidak lama kemudian, nabi datang, lalu Hafshah mengenakan hijab. Beliau bersabda, "Jibril berkata kepadaku, 'Rujuklah kembali kepada Hafshah, karena ia adalah seorang ahli puasa dan shalat malam. Dan karena ia adalah istrimu di Surga.'

Kisah Shahabiyah Hafshah binti Umar Istri Rasulullah

Akhirnya nabi dan Hafshah kembali rujuk. Begitulah kisah istri nabi Hafshah binti Umar dengan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Semoga bisa menjadi pelajaran, bahkan sesama istri nabi saja bisa cemburu maka kalau salah satu di antara kita dan memiliki lebih dari satu istri maka ambillah pelajaran dari kisah ini.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Kisah Shahabiyah Hafshah binti Umar Istri Rasulullah

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top