Motivasi Semangat Kerja: Inilah Potret Kehidupan Kaum Muslim di Masa Kejayaan

Materi Pribadi Untuk Memotivasi Semangat Kerja Kaum Muslimin


Motivasi Semangat Kerja Potret Kehidupan Kaum Muslim di Masa Kejayaan

Motivasi Semangat Kerja- Perbedaan kualitas masyarakat Islam di masa kejayaannya tepatnya 1500 tahun yang lalu dengan kualitas masyarakat muslim hari ini tentu sangat jauh. Baik dari segi ekonomi, militer, pendidikan, kedokteran dan lain sebagainya.

Namun sampai hari ini kami masih heran mengapa kaum muslimin saat ini jarang sekali yang menyempatkan diri hanya untuk sekadar menajamkan mata dan membaca sejarah bagaimana perjalanan hidup mereka dahulu. Baik dari segi ekonomi, sosial, pendidikan dan urusan-urusan lainnya. Sangatlah sayang apabila 1500 tahunan mereka berjaya namun tidak ada sedikit pun yang mau mengambil pelajarannya.

Yang pasti kaum muslimin bisa berkuasa dan berjaya di muka bumi selama itu bukanlah kebetulan. Mereka bisa berkuasa, berjaya, hidup damai dan tenteram tidak lain dan tidak bukan adalah karena faktor kekuatan yang merata dari segala aspek kepemerintahan. Baik sisi sosial, ekonomi, militer dan politik. Apalagi di masa Umar bin Khattab dan Umar bin Abdul Aziz saat itu sangat makmur sekali.

Lantas apa yang menyebabkan mereka bisa seperti itu? Bukankah mereka bekerja, kita juga bekerja? Adakah motivasi semangat bekerja dari kehidupan mereka?

Gambaran Masyarakat Islam Hari Ini yang Membutuhkan Motivasi


Motivasi Semangat Kerja Potret Kehidupan Kaum Muslim di Masa Kejayaan

Menggambarkan kondisi masyarakat muslim di masa diktaktor sangatlah berat untuk diungkapkan, khususnya yang di Indonesia. Bagaimana tidak? Bukan hanya kerjanya yang tidak semangat namun hari ini kehidupan tanpa moral, bekerja tanpa moral, sosial tanpa moral bahkan pendidikan tanpa moral.

Mungkin sebagian kita tidak sadar kalau penjajah Belanda yang berhasil menjarah indonesia selama 300 tahun telah mewariskan pemikiran sekulernya. Dari kecil kita diajarkan tentang 3 urutan dalam suatu permasalahan: Yaitu pertama menimbang dengan akalnya, otot dan terakhir baru tuhan.

Sehingga konsep itu sudah mencetak generasi yang seperti kita hari ini. Bekerja sedikit mengeluh di facebook, capek sedikit mengeluh di facebook, baru dimarahi bos langsung bosnya dighibahi (digunjing), baru ngajar anak-anak sudah bilang "Ah capek ya". Ini namanya bekerja tanpa moral, padahal kemajuan suatu negara bukan hanya material saja namun yang terpenting ialah moral bangsa.

Padahal sebagian besar kita hari ini bekerja hanya di kantor di bawah AC, duduk-duduk dan tentunya lebih ringan berkat kemajuan teknologi. Jauh sekali dengan masa kejayaan Islam dahulu, dimana Syuja bin Wahb dari Bani Asad bin Khuzainah bekerja mengirim surat. Beliau pengantar surat Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam untuk pemimpin Damaskus Al-Harits bin Abu Syam (Jarak Madinah-Damaskus 1903 km-data peta-) setengah dari jarak Jakarta – Solo 570 Km. Sedangkan kendaraan saat itu hanyalah kuda berkaki empat.

Sahabat Amr bin Al-Ash Beliau adalah pengirim surat untuk Raja Uman (477 Km)
Abdulllah bin Hudzaifah As-Sahmi pengirim surat Raja Persia/Iran (berjarak 2127 Km ). Kemudian ada juga sahabat Dihya Al-Kalbi yang mengirim surat kepada Raja Heraklius Romawi (4000-5000 Km)

Belum lagi pasukan Muhammad Al Fatih yang menyeret 70 kapal perang menaiki bukit mengelilingi Galata agar bisa sampai kembali ke daerah teluk Tanduk Emas dan melewati rantai. Subhanallah betapa beratnya pekerjaan mereka. Lalu apa sih yang membuat mereka kuat? Yang membuat mereka menikmati pekerjaannya?

Ruhiyah Bisa Menjadi Motivasi Semangat Kerja


Motivasi Semangat Kerja Potret Kehidupan Kaum Muslim di Masa Kejayaan

Inilah perbedaan pandangan Islam dengan pandangan barat hari ini. Dalam menjalankan segala aspek kehidupan Islam selalu memulai dengan ruh, dilanjutkan dengan akal lalu anggota badan (kekuatan). Bukan seperti versi sekuler yaitu:
  • Akal
  • Anggota tubuh
  • Kalau semua sudah buntu baru kembali ke Tuhan.
Mereka berfikir akal sudah cukup untuk membedakan antara manusia dan hewan, namun sebenarnya hewan juga memiliki akal, mereka memiliki peradaban sendiri. Buktinya 500 kambing bisa berjalan tertib mengikuti 1 pemimpin. Atau lebah yang membuat rumah dengan rapih. Itu artinya mereka juga berfikir.

Yang lebih parahnya lagi untuk mengimani suatu firman Allah saja harus yang sesuai dengan akalnya dulu. Jika ada sebuah ayat atau hadits tidak masuk akal maka ditolak. La haula. Jauh sekali bukan dengan para pendahulu?

Dalam Islam yang membedakan manusia dan hewan bukanlah akalnya, namun ruhiahnya.

Apa Itu Ruhiyah? Bagaimana Menerapkannya supaya bisa semangat?


Motivasi Semangat Kerja Potret Kehidupan Kaum Muslim di Masa Kejayaan

Ruhiyah yang kami maksud di sini bukanlah ruh atau roh yang bersifat unsur di dalam jasad manusia (nyawa) yang perkara itu hanya Allah yang tahu.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

"Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit." Qs. Al Isra 85

Akan tetapi arti ruhiyah di sini adalah kedekatan diri seseorang terhadap Rabb Semesta Alam (Allah) yang dengannya bisa menumbuhkan semangat, spirit dan energi para pekerja serta menjadikan apa yang dilakukan lebih bermakna dan berpahala. (Misal membaca Al-Quran, shalat malam dan ibadah lainnya yang dapat mendekatkan dengan Allah ta'ala).

Saudaraku kaum muslimin, kekuatan ruhiyah merupakan bekal terbaik bagi setiap muslim, khususnya para pengajar, dai, pekerja dan lain-lain. Sebab ruhiyah inilah yang selalu diamalkan oleh para pendahulu sehingga bisa mengokohkan suatu daulah Islamiah.

Serta dapat memotivasi dan menggerakkan langkah kita dengan mudah dan lebih ikhlas. Inilah kunci utama untuk tetap semangat dan menikmati pekerjaan. Bahkan terdapat dampak yang begitu besar bila suatu pekerjaan dilakukan tanpa ruh. Bekerja tanpa ruh bagaikan mayat hidup yang berjalan tanpa arah yang jelas. Marah-marah, mengeluh, berkata yang tidak baik dan tidak bermoral.

Lalu bagaimana cara menerapkan ruhiah pada diri kita?

Ada banyak sekali cara mendekatkan diri pada Allah, misalnya bangun tengah malam untuk solat atau minimal membaca Al-Quran sebelum bekerja. Rutinkan kegiatan yang mulia ini, bila perlu dibikin jadwal sesama satu kantor. Di sekolah kami sendiri setiap hari senin ada agenda menghafal al-Quran. Kan belum bisa membaca?

Salah satu nikmat membaca kitab Allah untuk kita adalah dijadikanNya mudah dipelajari. Allah berfirman dalam beberapa ayat di surat al-Qamar.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ

Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Dalam tafsir Al Muyassar menjelaskan kemudahan yang dimaksud mencakupi beberapa aspek, yaitu: dibaca, dihafal dan dipahami serta ditadabburi. Jadi tidak ada lagi alasan malas membaca Al Quran. Baca: cara mengatasi malas membaca al Quran

Alhamdulillah akhirnya usai juga ulasan sekaligus catatan pribadi kami tentang motivasi semangat kerja atau semangat melakukan aktivitas-aktivitas yang ada. Semoga kata-kata kami ini benar-benar bisa bermanfaat buat diri saya pribadi dan pembaca sekalian. Yuk semangat bekerja dengan dibarengi ruh. [referensi: ar rahiqul makhtum, kitab agar sehafal al fatihah].
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Motivasi Semangat Kerja: Inilah Potret Kehidupan Kaum Muslim di Masa Kejayaan

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top