Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Menurut Islam

Peran orang tua dalam mendidik anak-Pendidikan bukan sebatas teori maupun materi, akan tetapi juga berkaitan dengan adab adab dan akhlak anak. Sebagai orang yang pertama dalam menanamkan pola pendidikan, maka orang tua dituntut memberikan contoh dan tauladan yang baik. Karena nantinya anak akan mengikuti apa yang dilakukan oleh ibu dan ayahnya.

Menurut pernyataan Dr. Khalid Ahmad Asy-Syantut (salah satu pakar pendidikan Islam), rumah merupakan madrasah atau sekolah pertama bagi anak. Peran pendidikan anak di dalam rumah mencapai 60%, kemudian 20% berada di lingkungan dan 20% nya lagi berada di lembaga Islam seperti Kuttab.

Maka dari itu setiap orang tua harus mengetahui peran peran dalam mendidik anak saat di rumah dan diselaraskan dengan pendidikan yang ada di sekolahan. Karena kerap terjadi apa yang sudah ditanamkan di kelas, rubuh akibat kesalahan orang tua dalam mendidik anak di rumah.

Pada kesempatan kali ini abanaonline.com akan membahas tentang apa saja peran orang tua dalam mendidik anak. Supaya kelak anak akan tumbuh menjadi pribadi yang baik sebaik generasi para sahabat. Amiin

Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Menurut Islam


Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Menurut Islam

Penerapan dalam mendidik anak yang paling tepat adalah ketika ia belum berusia baligh. Pada usia tersebut anak lebih banyak menghabiskan waktunya bersama orang tua dibandingkan di kelas. Jadi jika ada anak di usia 5-12 tahun, namun sudah tinggal di asrama, maka sebenarnya itu sudah menyalahi urutan dari pola pendidikan Islam.

Dr. Khalid Ahmad Asy Syantut menggambarkan urutan pendidikan anak:

  • Anak usia 0-5 tahun merupakan usia bersama orang tua sepenuhnya. Di sini peran orangtua sangat besar khususnya bagi seorang ibu.
  • Anak usia 5-12 tahun adalah usia di mana ia sudah mulai belajar di sebuah lembaga pendidikan seperti Kuttab Al-Fatih. Namun peran orangtua disini masih sangat besar.
  • Sedangkan di usia 12-19 tahun anak sudah mulai belajar di Madrasah mereka menginap di sana (mondok). Pada wilayah ini peran orangtua mulai berkurang. Sosial dan keterampilan hidupnya mulai muncul.
Apa saja peran orang tua dalam mendidik anak sesuai Islam?

1. Menjaga Qowamah, Terkhusus untuk Ayah



Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak

Peran orang tua dalam mendidik anak yang pertama adalah penampakan Qowwamah, khususnya untuk si ayah. Dalam bahasa Indonesia Qowwamah diartikan sebagai kepemimpinan. Seorang ayah adalah pemimpin bagi keluarga.

Hari ini peran Qawwamah pada ayah mulai hilang. Dimana kebanyakan ayah tidak ingin tahu menahu soal urusan mendidik anak dalam Islam. Semua diserahkan kepada ibunya, yang penting si Ayah bisa mencarikan nafkah. Padahal Qowwamah bukan sebatas mencari nafkah untuk keluarganya. Akan tetapi ketegasan yang harus ditegakkan. Baik untuk anaknya maupun istrinya.

Baca juga:

Jika seorang ayah sudah menampakan qowamah pada keluarga, maka ia harus berperilaku sebagaimana seorang pemimpin. Apa saja?

  • Memberikan contoh atau teladan yang baik untuk anak usia dini. Misalnya bila adzan dikumandangkan, ia bersegera bergegas menuju masjid untuk sholat. Ini juga sudah menjadi bentuk penanaman Iman pada anak.
  • Memperhatikan apa yang sudah anak dapatkan di rumah bila pulang bekerja. Hal ini menunjukkan ke perhatian seorang ayah dalam urusan mendidik anak.
  • Memberikan contoh yang baik di setiap perilakunya. Misalnya berkata yang baik, memulai dengan doa sebelum beraktifitas, masuk rumah mengucapkan salam dan masih banyak lagi adab-adab Islam lainnya yang patut ditanamkan pada diri anak.

Sedangkan tugas seorang ibu adalah tidak menjatuhkan Qowwamah seorang ayah. Jangan sekali-kali menjelekkan dan menampakan keburukan-keburukan Ayah di depannya. Justru kalau bisa buatlah si anak kagum terhadap Ayah, supaya memudahkan ayah dalam mendidik nya. Begitu juga sebaliknya, seorang ayah tidak boleh menjatuhkan ibunya di depan anak. Dalam arti lain saling memuji.

2. Mengajarkan Adab Adab Islam dan Iman kepada Anak


Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Menurut Islam

Selain memberikan contoh, orang tua juga harus mengajarkan adab adab Islam dan mengenalkan perkara Iman pada anak. Keduanya merupakan konsep Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang pernah ditanamkan kepada para sahabatnya.

Sudah banyak sekali kami menulis artikel tentang kurikulum Iman sebelum Quran. Jadi silahkan baca-baca saja di sini: Jangan Sampai Gagal Dalam Mendidik Anak Di Tahap Ini

Ketahuilah bahwa peran orang tua dalam mendidik anak yang kedua ini sangat lah penting, jadi tidak boleh disepelekan. Hanya kurikulum inilah yang dapat menumbuhkan karakter baik pada anak saat ia dewasa.

3. Mengajarkan Anak Supaya Berbakti Kepada Kedua Orangtua


Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Menurut Islam

Poin ketiga ini pernah diperankan oleh seorang ayah yang sangat bertanggung jawab atas pendidikan anaknya, yaitu Luqman. Dalam Qs. Luqman, ia menasehati anaknya supaya meninggalkan hal-hal yang berbau syirik (menyekutukan Allah) dan berbuat taat kepada Allah.

Kemudian Lukman juga menasehati anaknya supaya berbakti kepada orang tuanya.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, 'Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. (Qs. Luqman:13-14)

Dari ayat di atas kita bisa mencontoh pola pendidikan Luqman yang diterapkan pada anaknya. Saat di rumah kita memerintahkan dari mengajarkan anaknya supaya berbakti kepada orangtuanya. Mungkin kita bisa mengenalkan kisah-kisah inspirasi tentang seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya seperti kisah Uwais Al Qorni.

Atau menceritakan pengorbanan ibu terhadap anaknya dari mulai dalam kandungan sampai ia dewasa. Kenalkan juga akibat-akibat buruk apabila tidak berbakti kepada orang tua.

Demikianlah peran orang tua dalam mendidik anak yang harus diterapkan sejak berusia 0-12 tahun. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat buat diri saya pribadi dan juga teman-teman sekalian. [Ref: Tarbiyatul Athfal, DR. Khalid Asy-Syantut/AbuZaid]
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak Menurut Islam

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top