10 Adab Perjalanan dalam Islam

Assalamualaikum pembaca setia abanaonline.com, jika sebelumnya kami sudah membahas, adab bertamu dan menerima tamu dalam Islam. Maka kali ini kami kembali hadir untuk anda dalam rangka berbagi ilmu Islam terkait adab ketika perjalanan.

Menurut sebagian ulama perjalanan atau safar adalah siksa. Mengapa? Karena dalam perjalanan itu terdapat banyak rintangan dan berbagai macam halauan. Sehingga setiap dari kita harus selalu berdoa kepada Allah saat akan melakukan perjalanan atau safar.

Selain itu, Islam sebagai agama yang sempurna, sangat memperhatikan betul terkait adab-adab perjalanan. Jadi agar perjalanan kita menjadi perjalanan yang diridhoi Allah subhanahu wa ta'ala, kita harus memperhatikan adab adabnya.

Tak lepas dari itu, setan sebagai makhluk terkutuk juga akan selalu mengikuti kita dalam setiap langkah. Ketika langkah kaki keluar dari rumah di situlah setan mulai mengikuti dan berniat menjerumuskan ke dalam lubang kemaksiatan atau kesengsaraan selama di perjalanan.

Bagi seorang muslim tentu mengetahui hal ini, jadi pelajarilah dan praktekanlah ilmu ilmu yang telah Allah turunkan untuk kita. Yaitu adab dalam perjalanan. Apa saja adab perjalanan yang sesuai dalam ajaran Islam?

Adab Perjalanan Menurut Islam


Adab Perjalanan dalam Islam

Berikut 10 adab dalam perjalanan menurut agama Islam yang kami rangkum dari kitab,Muntaqa Al Adab Asy Syar'iyah (panduan lengkap adab dan akhlak Islami), Majid Sa'ud Al Ausyan.

1. Berdoa Sebelum Bepergian atau Perjalanan


Adab pertama sebelum melakukan perjalanan adalah berdoa. Apabila anda ingin menaiki kendaraan untuk melakukan safar jauh, hendaknya terlebih dahulu ucapkan doa bepergian. Adapun doanya adalah seperti yang dicontohkan olah Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Saat itu beliau menaiki kendaraan dan bertakbir tiga kali.

(اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَر, اللهُ أَكْبَر)

Lalu berdoa:

سُبْحَانَ الَّذِيْ سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِيْنَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ

الَلَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي
سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، الَلَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، الَلَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيْفَةُ فِيْ اْلأَهْلِ، الَلَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَاْلأَهْل

Artinya, "Mahasuci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedangkan sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat).

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan taqwa dalam perjalanan ini, kami memohon perbuatan yang membuat-Mu ridha. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan yang mengurus keluarga(ku).

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga." (HR.Muslim no. 1342)

2. Menggali Ilmu Syariat


Adab Perjalanan dalam Islam

Meskipun sedang dalam perjalanan, peluang untuk menggali ilmu syariat jangan sampai dilewatkan. Lakukan perjalanan dengan tujuan mengingat keagungNya.

Walaupun anda bersafar untuk tamasya ke kebun binatang atau tempat yang lain, maka berusahalah mengambil faedah dan menggali ilmu ilmu syariat Islam yang ada di dalamnya. Misalnya saat melihat gajah maka berpikirlah dan berdzikirlah kepada Dzat yang telah menciptakan gajah tersebut. Maka dari situlah anda telah menggali ilmu dan mengingat Allah yang Maha Kuasa.

3. Menyiapkan Diri


Persiapan saat perjalanan adalah suatu hal yang harus anda lakukan. Karena kita tidak tahu sesuatu apakah yang akan terjadi nanti diperjalanan. Persiapan apa saja? Jika perjalanan jauh, anda bisa membawa pakaian secukupnya, bekal makanan dan minuman, alat komunikasi, kendaraan yang aman dan uang secukupnya.

4. Membawa Mushaf Al Quran


Saat ini kita menaiki bus atau pesawat ketika safar atau perjalanan, maka mati adalah suatu hal yang bisa terjadi ketika safar, misalnya kecelakaan. Untuk itulah akan jauh lebih baik apabila anda membawa al Quran untuk dibaca selama berkendara. Supaya Allah senantiasa menjaga hati kita, menjaga safar kita dan mematikan kita dalam keadaan baik.

5. Bersinggah di Suatu Tempat


Adab Perjalanan dalam Islam

Saat perjalanan jauh, bisa saja anda berkali kali harus turun dari kendaraan untuk bersinggah di suatu tempat dengan tujuan istirahat atau sholat. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyunnahkan jika bersinggah di suatu tempat mana saja maka berdoalah sebagai berikut,

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَق

"Aku berlindung kepada kalimat kalimat Allah yang sempurna dari keburukan (makhluk makhluk) yang Dia ciptakan." (HR. Muslim no. 180)

Bila anda membaca doa tersebut maka insyaallah akan terhindar dari gangguan kalajengking (binatang berbisa) dan keburukan keburukan makhluk jahat.

6. Etika Membuang Hajat


Sebelumnya kami sudah membahas adab dan tatacara buang hajat di web kami ini. Silakan baca: adab adab buang air kecil dan besar beserta dalilnya yang sohih 

Di dalam perjalanan tentu busa merasa ingin buang air kecil. Namun untuk membuang hajat rasanya sulit, karena tidak ada kamar mandi atau jamban. Maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberi tahu pada umatnya adab buang hajat saat perjalanan untuk memudahkan umatnya dalam menjalankan syariat Islam.

7. Menjaga Sholat


Perjalanan adalah suatu yang rumit dan sulit. Meski begitu jangan sampai lalai dengan sholat. Karena sholat itu wajib. Jadi, jagalah sholat 5 waktu anda terutama shubuh dan usahakan untuk sholat berjamaah. Jika tidak memungkinkan maka sendirian dalam kendaraan tidaklah mengapa karena itu adalah rukhsah.

Selain sholat wajib, sebisa mungkin tidak meninggalkan sholat sunnah qiyamullail. Karena qiyamullail adalah sholat yang paling utama setelah sholat fardhu.

Adapun sholat jumat, tergantung pada keadaan dan kondisi. Seperti saat di tengah kota besar dan tidak mendengar adzan sholat jumat maka baginya tidak wajib untuk berjamaah. Namun, jika mendengar adzan maka wajib baginya untuk menghadiri sholat jumat berjamaah.

Rasulullah bersabda, "(Sholat) Jum'at itu wajib atas orang yang mendengar seruan adzan."

8. Bersungguh Sungguh Dalam Berdoa


Adab Perjalanan dalam Islam

Doa orang terdholimi dan orang yang sedang tersafar merupakan termasuk doa yang mudah terkabulkan. Dalam sebuah hadis dikatakan:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

"Tiga waktu diijabahi (dikabulkan) do'a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) doa orang yang terzholimi, (2) do'a seorang musafir, (3) doa orang tua pada anaknya." (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Dishahihkan oleh Syaikh al Albani)

Jadi berdoalah dengan sungguh sungguh, karena ini adalah kesempatan anda untuk mendapat peluang terkabulnya doa. Mintalah kepada Allah ampunan dan maghfirahnya, mintalah kepada Allah segala sesuatu yang anda butuhkan.

Dan janganlah menyia nyiakan waktu perjalanan anda, teruslah berdoa, berdzikir dan membaca al Quran sepanjang perjalanan. Hal ini akan membawa faidah yang banyak untuk anda.

9. Ketika Hujan Turun


Hujan adalah nikmat dari Allah yang tiada tara. Kebanyakan manusia tidak memahami hal ini, justru saat perjalanan mereka lebih memilih berteduh untuk menghindari hujan. Padahal kita dianjurkan untuk membuka baju (bagi laki laki), dan menjulurkan tangan kita supaya terkena air hujan yang penuh berkah tersebut.

10. Sedekah


Perjalanan yang jauh dan rumit bukanlah menjadi penghalang untuk tetap bersedekah. Mungkin saja anda menemui seorang nenek tua renta yang meminta minta uang maka berilah sebagian hartamu kepadanya. Atau sekedar membantu seseorang menyebrang jalan maka itu adalah sedekah, serta menunjukkan arah atau jalan kepada orang lain juga termasuk sedekah.

11. Berdzikir Kepada Allah


Adab Perjalanan dalam Islam

Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, perbanyaklah dzikir kepada Allah selama perjalanan. Sebab itu adalah peluang besar untuk terkabulnya doa yang kita panjatkan. Setiap kali melihat pohon maka ingatlah kepada Allah yang menciptakannya, ketika buang hajat bacalah doa dan tak lupa juga tetap membaca dzikir pagi dan petang supaya mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wa ta'ala.

Itulah beberapa adab adab perjalanan menurut ajaran agama Islam. Semoga bisa menjadi pencerahan buat kita semua yang sering melakukan safar agar memperhatikan etika etika sesuai ajaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Muntaqa al-Adab Asy Syar'iyah (Panduan lengkap adab dan akhlak Islami), Majid Sa'ud Al Ausyan,Cetakan I, Robi'ul Tsani 1435H/Februari 2014 M.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar 10 Adab Perjalanan dalam Islam

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top