Sepotong Percakapan Iman Santri Kuttab Saat Kudapan

Pada kesempatan kali ini, kami ingin sedikit bercerita sepotong percakapan iman yang barusan kami alami di kelas 3c Kuttab Al-Fatih Bandar Lampung.

Sepotong Percakapan Iman Santri Kuttab Al Fatih Saat Kudapan


Percakapan Iman Santri Kuttab Al Fatih Saat Kudapan

Seperti biasa, saya memulai mengajar jam Quran dari pukul 07.30 sampai 09.30. Setelah 3 jam lamanya saya mengajar al Quran (hafalan, talaqqi dan murajaah) bersama anak anak di kelas 3 C. Tiba saatnya saya memerintahkan mereka untuk mengeluarkan kudapan.

"Nak, silahkan yang paling tenang boleh mengambil kudapan". ucapku pada mereka setelah doa selesai belajar.

Kemudian kami menunjuk anak satu per satu untuk mengambil kudapan mereka masing-masing. "Adam, Haidar, dst...".

Hingga akhirnya anak-anak kembali melingkar membentuk halaqah. Saya melihat satu persatu meletakkan botol minum dan kotak kudapan tepat di hadapan mereka. Sambil menunggu instruksi doa sebelum makan dari pemimpinnya, saya menghimbau kepada mereka agar berbagi,

Baca juga: Kepemimpinan Santri Kuttab Al Fatih Bak Kumpulan Domba

"Nak, Hayuh yang mau berbagi silahkan kudapannya taroh tengah".

Nampaknya pada diri mereka terlihat wajah yang sedang kebingungan. Bola mata mereka bergeser ke samping kiri dan ke kanan, sembari sesekali melihat ke arah kotak kudapan.

"Nak, ga ada yang mau berbagi nih?" tanyaku keheranan, karena tidak biasanya seperti ini.

Setelah saya amati, ternyata mereka hanya membawa kudapan sedikit. Hanya satu potong roti dan satu minuman susu.

Merespon tingkah mereka, saya sedikit menarik nafas dan menghembuskannya,

"Huuft, Nak, dulu sahabat Abu Bakar radiyalllahuanhu pernah memberikan semua hartanya di hadapan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam. Abu Bakar hanya meninggalkan keluarganya dan menyerahkan kepada Allah".

Mendengar ucapan ustadnya, tanpa pikir panjang anak-anak langsung memotong roti roti mereka dan mengumpulkan di tengah untuk berbagi.

Percakapan Iman Santri Kuttab Al Fatih Saat Kudapan

"Ini, ini saya berbagi roti".. "Ini saya ada sosis" "ini....." anak anak saling sahut menyahut sembari memberikan kudapannya di tengah.

"Waah, kok jadi penuh? hehe Alhamdulillah, yuk kita bagi bareng bareng" ucapku pada mereka.

Kemudian kami pun membagi makanan kudapan yang sudah mereka kumpulkan di tengah. Biasanya makanan yang terkumpul kami prioritaskan kepada teman yang tidak membawa kudapan, lalu kepada sesama anak kelas 3C agar saling merasakan makanan temannya.

Setelah semuanya beres, saya menyuruh pemimpin kelas untuk memulai doa sebelum makan. Kebetulan ketika itu pemimpinnya adalah Haidar.

"Haidar, silahkan bisa dimulai!" tegasku padanya.

"Ista'idduu...!" ucap Haidar untuk memenangkan teman temannya.

"Labbaaiik..!" Jawab teman temannya menandakan mereka sudah tenang dan siap.

"Mari membaca doa sebelum makan,  bismillah..." Sekian.. Abu Zaid Guru Quran Kuttab Al Fatih
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Sepotong Percakapan Iman Santri Kuttab Saat Kudapan

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top