Contoh Naskah Drama Anak Sekolah Tentang Kepedulian Untuk 5 Orang

Contoh naskah drama anak sekolah untuk 5 orang- Assalamualaikum warahmatullohi wa barakaatuh, Alhamdulillah kami kembali hadir untuk anda dalam rangka mensajikan sebuah contoh teks drama anak yang dapat anda jadikan sebagai salah satu referensi drama di sekolah.

Sebelumnya kami juga sudah menghadirkan beberapa contoh drama anak sekolah yang bertema lingkungan dan berbakti kepada orangtua. Silahkan baca:


Tema yang akan dibahas di sini adalah drama anak tentang kepedulian untuk 5 orang atau lebih. Dan drama ini bisa diperankan oleh anak SD, SDIT, SMP, atau SMA. Yang mana drama ini bersifat fleksibel, sehingga dapat dipakai oleh siapapun.

Naskah Drama Anak Sekolah Tentang Kepedulian Kepada Teman


Contoh Naskah Drama Anak Sekolah Tentang Kepedulian Untuk 5 Orang

Sesuai judul di atas contoh drama anak sekolah ini bertema tentang kepedulian yang bisa dimainkan untuk 5 orang. Jika teman-teman ingin menambahkan atau mengurangi kan bisa memodifikasinya sesuai keinginan anda.

Para Pemain Drama Tentang Kepedulian Anak Sekolah


Pemeran dari drama anak tentang anak anak sekolah ini diantaranya: guru, siswa bernama Rasyid, Zaid, Nafi dan Hasan.

Adegan Pertama Dari Cerita Drama Anak Sekolah 5 Orang


Di suatu pagi yang cerah, Rosyid berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda kesayangannya. Dalam perjalanan, Rosyid tak pernah lupa untuk selalu berdzikir kepada Allah agar senantiasa diberi keselamatan sampai tujuan. Ia melantunkan banyak kalimat tayyibah, tasbih dan tahmid.

Rosyid sendiri adalah anak yang baik, rajin dan suka membantu. Sesampainya di sekolah, Rasyid Nafi' dan Zaid sedang menghafal Al Quran di halaman sekolah.

Rosyid: Assalamualaikum teman temanku karena Allah..

Zaid, Nafi': Waalaikumussalam Rosyid, (mereka jawab secara bersamaan)

Rosyid: Masyaallah, kalian rajin sekali pagi pagi sudah menghafal Quran . Jadi iri..

Zaid: Iya nih Alhamdulillah kita masih dikasih kesempatan sama Allah untuk menghafal ayat ayatnya.

Nafi': Alhamdulillah selama diberi kesehatan mengapa tidak kita manfaatkan untuk beribadah? hehe. (Sambung Nafi)

Rosyid: Iya yah, kalian benar sekali, ngomong ngomong kalian menghafal surat apa? (Mereka bertiga mengobrol sambil menuju ke kelas.)

Zaid: Aku menghafal juz 30 aja dulu, soalnya hari ini kita juga ada jadwal setor hafalan.

Rosyid: Masyaalloh aku lupa kalau hari ini ada jadwal setor hafalan. (sambil tepok jidat). Oh iya, denger denger hari ini akan ada murid baru ya? (Tanya Rosyid)

(Tidak terasa sambil ngobrol, mereka sudah sampai ruangan kelas dan duduk di meja masing-masing)

Nafi': Iya setau ku sih gitu, kenapa memangnya?

Rosyid: Tidak mengapa, aku hanya penasaran saja sama wajahnya.

Zaid: Entah deh, aku juga penasaran. Kita lihat saja nanti (sambil memasukkan Al Quran ke dalam laci).

Adegan Kedua Drama 5 Orang Anak Sekolah Tentang Kepedulian di Sekolah


Pukul 07.30 telah tiba, saatnya bel sekolah berbunyi dan anak anak mulai masuk kelas untuk bersiap siap mengikuti pelajaran pertama. Sambil menunggu datangnya guru, anak anak menyiapkan buku mereka ke atas meja. 5 menit kemudian datanglah guru/ustadz.

Contoh Naskah Drama Anak Sekolah Untuk 5 Orang

Nampak guru sedang membawa seorang anak yang asing.

Guru: Assalamualaikum anak anak Shobaahul Khoir (Pent. Selamat pagi)..

Mendengar salam dari gurunya, lantas anak anak menjawab: Waalaikumussalam wa rohmatullohi wa barakaatuh, shobahunnuur..

Guru: Anak anak hari ini kita kedatangan murid baru yang Insyaallah nanti akan bergabung dengan kalian. Sehingga mulai hari ini kalian akan belajar dan bermain bersama di kelas ini. (Tegas sang guru)

Silakan Nak perkenalkan diri di depan teman teman barumu. (Lanjut sang guru, sambil menatap anak baru dengan senyum ramah)

Hasan (Murid Baru): Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Hasan, saya datang dari Jogja.

Anak anak: Waalaikumussalam.

Zaid: Eh, Jauh sekali ya dari Yogyakarta ke Jakarta? (Zaid sedang berbisik dengan Nafi' yang duduk sebangku)

Nafi: Iya jauh sekali, kenapa ya? Apa tidak ada sekolahan bagus di Jogja?

Zaid: Ada lah pastinya, tapi mungkin ada alasan lain sekolah di Jakarta, nanti kita tanyakan aja ke dia.

Setelah memperkenalkan diri, sang guru meminta Hasan untuk duduk di bangku samping agak tengah yang saat itu masih kosong.

Guru: Baiklah Hasan silakan duduk dengan Rosyid ya. Nah anak anak sekarang jadwal pelajaran pertama hari ini apa? (Tanya guru setelah Hasan duduk berdampingan sama Rosyid)

Anak anak: Menghafal Al Quran pak Ustadz.

Guru: Baik, sebelum kalian menyetorkan hafalan sebaiknya kita murojaah terlebih dahulu dari surat An Nas sampai Al Kafirun.

Anak anak pun antusias murojaah dengan penuh semangat dan riang. Sambil menghayati ayat demi ayat. Murojaah pun telah usai. Kemudian satu persatu anak anak maju menyetorkan hafalan mereka kepada sang ustadz. Waktu demi waktu berjalan dengan lancar, tibalah jam istirahat.

Kriiiiiing.... (Bel berbunyi)

Guru: Baik, waktu istirahat telah tiba, kita akhiri pelajaran pagi ini dengan membaca Hamdalah. (Anak anak pun serempak membaca hamdalah dan doa kafaratul majelis).

Adegan Ketiga Darama Anak Anak Sekolah


Pada jam istirahat, anak anak pergi ke kantin untuk membeli jajan dan makan. Termasuk Zaid dan Nafi'. Namun, ternyata Hasan (murid baru) nampak murung berdiam duduk di kursinya.

Kala itu teman temannya masih sungkan untuk mendekatinya sehingga mereka hanya melihat dan tersenyum kecil kepadanya. Rosyid yang duduk sebangku dengannya pun bertanya.

Rosyid: Hasan, kenapa kamu tidak jajan di kantin?

Hasan: Eh,,enu,, (kebingungan) tidak papa kok, aku udah bawa bekal dari rumah (jawabnya dengan lirih dan murung).

Rosyid: Kenapa kamu murung begitu?

Hasan: (Menampakkan wajah sedih) tidak papa, aku hanya belum terbiasa saja dengan tempat baruku ini (tersenyum paksa)

Rosyid: Oh baiklah, aku tinggal ke kantin dulu sebentar ya..

Hasan: (mengangguk)

Pergilah Rosyid ke kantin menyusul sahabat sahabatnya (Zaid dan Nafi'). Setelah dari kantin, tiba tiba Guru memanggil Rosyid. Tapi, Zaid dan Nafi' juga mengikuti Rosyid dari belakang. Supaya ikut mendengar perkataan Guru yang akan disampaikan ke Rosyid.

Rosyid: Ada apa Ustadz? (Tanya Rosyid setela sampai di depan gurunya)

Guru: Rosyid, berhubung kamu duduk sebangku dengan Hasan. Pak Ust mau tanya. Menurutmu bagaimana sikap Hasan di kelas? Apakah pandai berbaur?

Rosyid: Tidak Ustadz, selama di kelas Hasan hanya diam dan murung saja dan belum ada keberanian untuk berbaur dengan kami Ustadz.

Guru: Oh begitu, baiklah pak ustadz mau memberi tahu kalian bahwa Hasan adalah salah satu korban gempa di Jogja beberapa bulan yang lalu. Orang tua dan kakaknya sudah tiada akibat gempa tersebut, sehingga Hasan tinggal seorang diri, beruntung ia punya paman di Jakarta.

Sehingga pamannya lah yang menghidupi Hasan. Akan tetapi ekonomi paman Hasan sedang surut, jadi beliau tidak bisa memberi uang jajan untuk Hasan.

Oleh sebab itulah Hasan hanya membawa bekal nasi di sekolah agar tidak lapar. Ustadz minta tolong pada kalian, temanilah Hasan agar ia tidak larut dalam kesedihan. (Jelas sang guru secara panjang lebar)

Rosyid: Baik Ustadz...

Zaid dan Nafi': Ustadz aku telah mendengarnya, Insyaallah kami juga akan membantu.

Akhirnya bel pertanda masuk pun berbunyi, anak anak yang ada di kantin berhamburan memasuki kelas untuk melanjutkan belajar mereka. Hingga sampailah jam pulang. Rosyid, Zaid, Nafi' dan Hasan pun bersiap siap untuk pulang ke rumah.

Adegan Keempat Dari Naskah Drama Anak Sekolah


Setelah mendengar penjelasan dari pak guru saat istirahat tadi mengenai Hasan. Rosyid pun memikirkan sesuatu hingga akhirnya muncullah sebuah ide. Dan ide tersebut ia sampaikan pada kedua sahabatnya melalui telepon yang berisi, agar Zaid dan Nafi' membawa makanan ringan dari rumah sebanyak mungkin untuk berbagi di kelas saat jam istirahat besok.

Contoh Naskah Drama Anak Sekolah Untuk 5 Orang

Esok harinya seperti biasa Rosyid, Zaid dan Nafi' pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah, mereka berbincang bincang lagi.

Rosyid: Zaid, Nafi...! (Sapa Rosyid) Bagimana, apakah kalian sudah membawa kan apa yang aku katakan kemarin sore?

Zaid, Nafi': Bawa kok, tenang saja. (Mereka tersenyum manis)

Pukul 07.30 bel masuk sudah berbunyi, anak anak mulai belajar hingga tiba jam istirahat. Seperti biasa di jam istirahat anak anak pergi ke kantin, kali ini Rosyid, Zaid dan Nafi' tidak ke kantin.

Melainkan mereka mengeluarkan semua bekal jajan dari rumah. Lalu Rosyid mengajak Hasan untuk bergabung dan memakan bersama sama bekal yang mereka bawa. nyam nyam....Enaaaak

Contoh Naskah Drama Untuk Anak Sekolah

Hasan, Rosyid, Zaid dan Nafi pun terlihat menikmati makanan tersebut sambil mengobrol dan terlihat wajah Hasan sangat bahagia.

Melihat hal itu, teman teman yang lain juga mengikuti ide Rosyid, setiap istirahat mereka tidak membeli jajan di kantin. Namun membawa bekal dari rumah dan berbagi dengan teman sekelas.

Alhamdulillah, itulah contoh naskah drama untuk anak sekolah tentang pendidikan kepedulian sesama teman yang dapat dimainkan oleh 5 orang atau 9 orang di sekolah. Faedah yang dapat kita ambil dari cerita di atas adalah mengajarkan pada anak untuk peduli dengan teman, tidak sombong, tidak pelit dan dermawan.

Baca juga: Naskah Drama Anak Durhaka untuk 5 Orang

Baiklah semoga bermanfaat buat teman teman yang ingin melaksanakan drama anak di sekolah. Salam, dari penulis drama ini, Abu Zaid Muttaqin. :)
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar Contoh Naskah Drama Anak Sekolah Tentang Kepedulian Untuk 5 Orang

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top