Ringkasan Kajian Ustadz Firanda Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo

Dengan memohon Pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, kali ini abanaonline.com akan berbagi sebuah ringkasan kajian Ustadz Firanda dengan tema "Wasiat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- kepada Ibnu Abbas.

Ringkasan ini ditulis oleh salah satu Ikhwan di Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo, Ustadz Imran. Baiklah berikut beberapa poin penting yang sangat berharga untuk dibaca bersama:

Wasiat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Kepada Ibnu Abbas


Ringkasan Faidah Kajian Ustadz Firanda Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo

عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَبْدِ اللهِ بْنِِ عَبَّاسٍٍٍِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا ، فَقَالَ «يَا غُلَامُ ! إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ : اِحْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَـعِنْ بِاللهِ. وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِاجْتَمَعَتْ عَلىَ أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَنْفَعُوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَ إِنِ اجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوْكَ بِشَيْءٍ ؛ لَمْ يَضُرُّوْكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ». رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيِحٌ.

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma , ia mengatakan,

"Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.

Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah. Ketahuilah, bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan dapat memberi manfaat kepadamu.

Kecuali dengan sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Sebaliknya, jika mereka berkumpul untuk menimpakan suatu kemudharatan (bahaya) kepadamu, maka mereka tidak akan dapat menimpakan kemudharatan (bahaya) kepadamu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering." [HR. at-Tirmidzi, dan ia berkata : 'Hadits ini hasan shahih.']

Apa saja faidah yang dapat diambil dari hadits di atas?

1. Jagalah Allah, niscaya Dia Ta'ala akan menjagamu. Maksudnya jagalah batas-batas Allah, hak-hak-Nya, serta menjaga perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya dengan mengerjakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan oleh Allah.

2. Al Jaza' Min Jinsil Amal (Balasan itu sesuai dengan amal). Faidah kedua adalah balasan itu setingkat dengan perbuatan atau amalan.

3. Jika kita menjaga Allah maka Alloh akan menjaga kita, baik itu menjaga agama kita ataupun menjaga dunia kita. Penjagaan agama sangat diperlukan karena hidayah milik Alloh, sedang hati kita lemah dan gampang berubah oleh sebab syubhat ataupun syahwat.

Penjagaan dunia baik jasmani kita, harta, istri, dan anak-anak kita.
Contohnya, penjagaan bagi penghafal Al Quran adalah jarang dr mereka yang mengalami pikun pada masa tuanya.

4. Mengingat Alloh pada masa lapang maka Alloh akan mengingat kita tatkala kita dalam kesempitan, Alloh akan mengenali suara kita manakala kita berdo'a. Karena hubungan dalam keadaan lapang akan membentuk hubungan khusus antara kita dengan Alloh, yang akan memudahkan doa kita untuk di ijabahi.

5. Apabila minta, mintalah kepada Allah. Maka Allah Maha Kaya yang tidak akan berkurang oleh permintaan para hambaNya. Sebagaimana dalam hadits yang lain (hadits qudsi) yang berbunyi (semakna):

"Jika semua manusia dari awal sampai akhir dan di tambah dengan bangsa jin dan dikabulkan masing-masing permintaannya maka tidak akan mengurangi kekayaan Alloh walau sedikit kecuali seperti jarum yang dicelupkan di laut."

6. Takdir telah ditentukan bagi semua makhluk, sehingga apapun yang menimpa setiap makhluk tidak keluar dari takdir.

7. Takdir telah ditentukan 50 ribu tahun sebelum diciptakan langit dan bumi. Faidah dari beriman kepada takdir.

  • Jika kita mendapat suatu yang buruk maka hati kita akan lapang dan berserah diri kepada Allah. 
  • Sebaliknya jika kita ditakdirkan dengan kebaikan dan semisalnya maka kita tidak akan sombong dan berbangga yang berlebihan. Karena semua kita kembalikan kepada Allah.


8. Takdir adalah rahasia Allah maka tidak akan ada akal makhluk yang bisa menjangkaunya.

(Masjid Ibnu Utsaimin Ponpes Al Ukhuwah :: Sabtu, 4 November 2017 M / 15 Shafar 1439 H)
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Ringkasan Kajian Ustadz Firanda Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top