Gara Gara 2 Cara Ini, Anak Anak Selalu Menantikan Pelajaranku

Hampir setiap pagi hari, saat masuk kelas. Saya selalu dibuat senyum oleh anak-anak didik di Kuttab al Fatih Pagar Alam. Seisi ruang kelas meminta kepadaku, dengan tatapan bola mata tajam mengarah tepat di hadapanku, wajah sedikit mengkerut, kaki yang sedang bersila sambil digoyang goyangkan, "Ustadz, ustadz. Ayuk lanjutin yang kemarin. Masih penasaran" dengan nada intonasi penuh harap.

Ini sangat unik. Dan memang seperti ini yang kami harapkan. Anak-anak berangkat dari rumah menuju sekolah dengan hati yang sepenuhnya hadir untuk belajar. Bukan karena orang tua yang memaksa, bukan pula karena ingin bermain bersama teman-temannya. Namun, itu semua akan susah diterapkan jika cara mengajar kita biasa biasa saja.

Apalagi jika anak mendapati gurunya galak, suka menghukum dan suka memarahi. Tentu akan semakin berat untuk menanamkan kecintaan seorang anak terhadap pelajaran. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini abanaonline.com akan bercerita tentang bagaimana cara saya mengajar anak-anak di Kuttab Al Fatih Bandar Lampung, sehingga timbul ucapan-ucapan seperti pada paragraf pertama dari anak didik kita.

Harus Bermain Cantik Saat Mengajar, Agar Pelajaranmu Selalu Ditunggu Mereka


Gara Gara 2 Cara Ini, Anak Anak Selalu Menantikan Pelajaranku

Semoga subtema di atas dapat mewakili apa yang akan saya tulis ini. Ya, menjadi kebanggaan sendiri apabila mata pelajaran kita selalu dirindukan. Sejak menjadi guru Kuttab, saya selalu berusaha agar memiliki 3 keahlian. Yaitu bermain cantik saat mengajar, bersifat tegas dan dikagumi.

"Bermain cantik, bersifat tegas dan dikagumi merupakan 3 pilar yang harus dimiliki seorang guru" kata guru guru kami dahulu saat di Kuttab Depok.

Tapi kalau dipikir-pikir memang benar. Bermain cantik adalah metode mengajar kita yang pas. Namun juga harus dibarengi tegas. Misalnya tegas dalam menerapkan adab di kelas sehingga anak anak tertib mendengarkan pelajaran. Di sisi lain juga harus dikagumi, guna murid murid tidak membenci gurunya meski dia mendapat ketegasan/hukuman dari sang guru.

Bagaimana caranya supaya tegas dan dikagumi? Masalah ini sudah pernah saya tulis di artikel, cara menghukum anak dengan ketegasan. Silahkan teman teman baca sendiri, sebab kami di sini sedang bercerita bagaimana agar pelajaran guru selalu ditunggu murid. Bukan membahas cara agar guru bisa tegas dan dikagumi. Jadi, tetap fokus ke tema. he

Oh ya, berikut 2 cara yang saya terapkan pada anak didik kami di kelas sehingga mereka selalu menanti pelajaranku. Alhamdulillah..

1. Kisah yang Bersambung


Coba bayangkan. Antum berada di depan acara televisi yang paling disukai. Saat itu adegan lagi sangat seru, tiba tiba "Bersambung". Apa yang dipikirkannya?

Kalau saya yang mengalami, pasti akan setia menunggu hingga hari esok. Begitu juga yang terjadi pada anak anak, berkisah merupakan metode yang sangat cocok diterapkan sebelum pelajaran dimulai. Setiap memulai pelajaran, kami selalu memberi slot waktu 10-15 menit untuk kisah.

Ketika kisah sedang seru serunya, saya tutup dan bersambung, "Daaannn, apa yang akan terjadi pada kaum nabi Nuh? Apakah dihancurkan sampai menjadi tanah atau..? Kita lanjutkan besok!!". Misalnya.

Lantas, anak anak langsung. "Aaaah Ustadz...pasti lagi seru serunya malah dilanjutkan besok".

Gaya pembelajaran seperti ini kami dapat dari guru Mts yang sampai saat ini ku kagumi. Yaitu Ustadz Luqman Hafidzahullah. Beliau sangat pandai membuat murid muridnya penasaran. Bahkan dahulu saya sampai berfikir, "Ah, kalau gak masuk pelajaran Ust Fulan, rugi".

Ternyata memang top. Anak anak didik kami di Kuttab Al Fatih juga selalu menunggu kisah kisah dari saya. Malah, anak anak sering mengingatkan saya tentang kisahnya ketika mereka mau pulang ke rumah. "Ustadz ustadz, kisahnya besok jangan lupa ya". Masyaallah. Inilah nikmatnya mengajar.

Akan tetapi jika teman teman tidak baik dalam membawakan kisah, mungkin cara ini tidak bekerja. Teman teman harus bisa membawakan kisah dengan menjiwai agar hikmahnya juga dapat. Silahkan baca artikel ini, Cara Bercerita pada Anak yang Baik dan Benar dalam Islam

2. Tanya Jawab dan Hadiah


Cara kedua ini juga meniru guru kami Ustadz Luqman. Namun, kami sendiri jarang memakai metode ini. Yaitu, sang guru memberikan pertanyaan sebelum pulang, lalu yang bisa menjawab mendapat hadiah. Usahakan pertanyaannya tentang kisah kisah yang pernah diceritakan. Hadiahnya yang ringan ringan saja, misalnya minyak wangi atau wadah alat tulis.

Baca juga: Mudahnya Mengingatkan Anak Setelah Ditanamkan Karakter Iman

Itulah cerita kami hari ini. Dasar anak anak.. :) Abu Zaid Al Amir, Rabu 17-01-2018.

#kuttabalfatih #imansebelumquran #adabsebelumilmu #gemilangdiusiabelia.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Gara Gara 2 Cara Ini, Anak Anak Selalu Menantikan Pelajaranku

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top