10 Adab Bersin dan Menguap dalam Islam Beserta Dalilnya

Assalamualaikum pembaca situs abanaonline.com. Umat Nabi Muhammad -shalallahu alaihi wassalam- selayaknya selalu memperhatikan adab adab Isami yang telah diajarkan oleh Baginda shallallahu alaihi wasallam. Salah satu adab yang patut diperhatikan bagi seorang muslim adalah adab bersin dan adab menguap.

Adab Bersin dan Menguap dalam Islam Beserta Dalilnya

Dalam Islam, menguap maupun bersin itu terdapat etika etikanya. Inilah yang disebut agama paling sempurna. Apa saja yang berkaitan dengan kehidupan duniawi terdapat panduan syariatnya dari Nabi Muhammad -shalallahu alaihi wassalam- Karena semua yang sudah diatur oleh Allah pasti membawa banyak faedah dan manfaat bagi kita semua.

Sehingga supaya memenuhi aturan aturan Allah dan RasulNya, maka pakailah adab adab sebelum bersin atau menguap. Meskipun bersin dan menguap sebuah aktivitas yang spontan, namun tetap saja kita harus memperhatikan adab dan sunnah sunnahnya. Sebagaimana sabda Nabi kita dari Abu Hurairah -radiyalahuanhu-

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ ، وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ ، فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ : هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

Artinya, "Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka apabila salah seorang dari kalian bersin dan dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan Tasymit (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan "Haa", maka setan akan menertawainya." (HR. Bukhari no. 6223 dan Muslim no. 2994)

Baiklah sahabat abanaonline yang dirahmati Allah. Mari kita indahkan tata cara Islam dengan tetap beradab saat bersin dan menguap. Karena kedua hal tersebut sangat sering dan mungkin paling sering diabaikan oleh kita sebagai seorang muslim. Berikut beberapa adab bersin dan adab menguap menurut Islam.

Adab Menguap dalam Islam


Sebagiamana yang tertera pada hadits di atas. Menguap adalah aktifitas yang berasal dari Syaitan dan sangat dibenci Allah ta'ala. Terlebih lagi ketika dalam keadaan shalat. Karena menguap menyebabkan seseorang menjadi banyak makan dan malas beribadah. Jika kita mencintai Allah dan ingin dicintai olehNya maka tinggalkanlah apa apa yang Allah tidak sukai.

Al-Hafizh Ibnu Hajar -rahimahullah- pernah berkata "Di antara kekhususan Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wassalam- adalah tidak pernah menguap sama sekali. Karena menguap itu berasal dari setan" [Dari Muntaqa Al Adab Asyar'iyyah, Majid Saud Al-Ausan. Indonesia "Adab dan Akhlak Islami" Cet 1 Darul Haq,2014]

Untuk itu sekiranya siapa saja yang merasa ingin menguap agar memperhatikan adab adab menguap di bawah ini:

1. Hendaknya Menahan Uapan Kantuk


Adab menguap pertama adalah menahan agar tidak menguap. Usahakan saat ingin menguap untuk menahannya. Tapi bila sulit maka tutuplah mulut kita menggunakan tangan kiri agar tidak mengeluarkan suara. Sebagaimana sabda Nabi,

التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

"Menguap adalah dari syaithon. Maka jika di antara kalian hendak menguap, hendaknya menahan semampunya. Karena sesungguhnya jika salah seorang di antara kalian mengeluarkan suara "Haa" (saat menguap), maka setan pun menertawakannya." (HR. Al-Bukhari. No 3289)

2. Menutupnya Dengan Tangan Bila Tak Mampu Menahan Upannya


Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Jika tidak mampu menahan uapan sedangkan ia dalam keadaan solat, nabi menganjurkan agar menutup uapannya dengan tangan atau kain. Jika tidak maka setan akan masuk bersama uapan kantuknya. Berdasarkan sabda nabi -shalallahu alaihi wassalam-,

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

"Apabila salah seorang di antara kalian menguap dalam shalat, maka hendaklah dia meletakkan tangannya pada mulutnya. Karena sesungguhnya setan itu bisa masuk bersama uapan kantuknya" [HR. Muslim, 2995]

Bukan hanya solat, saat sedang tidak solat pun nabi menyuruh menjaga adab adabnya dengan menutup uapannya. Agar setan tidak dapat masuk ke dalam rongga orang yang menguap. Beliau bersabda,

إِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ فِيهِ

"Apabila seseorang di antara kalian menguap maka tahanlah semampunya. Karena sesungguhnya setan itu dapat masuk ke dalam rongga mulutnya" [Imam Ahmad, lihat Shahihil Al-Jami, no 426]

3. Orang yang Membaca Al-Quran Hendaknya Berhenti Sejenak Ketika Menguap


Alquran yang kita baca merupakan kalam Allah yang agung. Sehingga sebaiknya kita menghentikan sejenak bacaan Quran kita bila menguap. Hal seperti yang dikatakan oleh Saud Al-Ausan penulis kitab Muntaqa Adab Asyar'iyyah.

4. Tidak Ada Anjuran Mengucapkan Ta'awwudz


Banyak orang melakukan kekeliruan saat menguap. Yaitu mengucapkan ta'awwudz:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

(Audzubillahiminas Syaiton Nirrojim) padahal nabi sendiri tidak pernah mensyariatkan perkara ini.

5. Menahan Suaranya saat Menguap


Apabila salah seorang diantara kalian menguap maka hendaklah dia menahannya semampunya dan janganlah dia mengucapkan "Haa Haa" sebab setan akan menertawakannya. Dalilnya hampir sama seperti di atas (dari segi lafadz), hanya saja hadits ini diriwayatkan oleh Tirmizi. Beliau berkata Hadits Shahih [Sunan At Tirmidzi 2727]

Itulah etika ketik menguap bagi seorang muslim. Selanjutnya adalah adab bersin.

Adab Bersin dalam Islam


Jika Allah membenci menguap, kali ini sebaliknya. Allah ta'ala mencintai bersin. Di antara adab bersin adalah sebagai berikut:

1. Mengucapkan "Alhamdulillah"


Hal ini berdasarkan hadits di atas. Apabila bersin maka ucapkan hamdalah memuji Allah ta'ala. Di sisi lain Imam Ibnu Qayyim rahimahullah juga berkata,

"Ketika orang yang bersin telah mendapatkan nikmat dan manfaat (Yaitu dengan keluarnya cairan yang menyumbat di rongga hidung. Yang mana jika cairan itu tetap berada di dalamnya niscaya akan timbul berbagai penyakit yang menyulitkan baginya). Maka disyariatkan baginya untuk mengucapkan "Alhamdulillah" atas nikmat ini. [Zad al-Ma'adz fi Hadyi Khair al-Ibad, Beirut 1415 H. 2/438]

2. Mengucapkan Tasymit pada Orang yang Bersin


Mengucapkan tasymit buat orang yang bersin adalah perkara yang sangat dianjurkan. Berdasarkan sabda nabi,

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ أَمَرَنَا...وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ

Dari Bara bin Azib -radhiyallahuanhu- berkata: Rasulullah -shallallahualaihi wasallam- memerintahkan kami melakukan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara..(di antaranya) mendoakan orang yang bersin. [HR. al-Bukhari, no 2445]

Adapun arti dari Tasymit sendiri adalah: doa kebaikan dan keberkahan pada orang yang bersin. Lafadznya "يَرْحَمُكَ اللَّهُ". Kemudian setelah mendapat ucapat Tasymit sebaiknya yang bersin mendoakan kembali "Yahdikumullah". Beliau bersabda,

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ اللَّهُ فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

"Ababila salah seorang dari kalian ada yang bersin, hendaknya dia mengucapkan, 'Alhamdulillah' sedangkan temannya hendaklah mengucapkan, 'Yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu)'. Jika saudaranya berkata 'Yarhamukallah' maka hendaknya dia berkata, 'Yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu)." [HR. Bukhari no. 6224]

Note: Persoalan Tentang Tasymit


Karenya banyaknya persoalan tentang tasymit, kami pun menyengaja membahas pada poin khusus.

  • Mengucapkan tasmit dianjurkan [Fardhu Kifayah] ketika mendengar ucapan Alhamdulillah dari orang yang bersin atau dia melihat adanya indikasi gerakan bibir yang diucapkan Alhamdulillah.
  • Apabila seseorang lupa mengucapkan Alhamdulillah maka sebagian ulama berpendapat wajib diingatkan. Ulama yang berpendapat demikian adalah Imam an-Nawawi. Sedangkan sebagian ulama lainnya berpendapat tidak perlu diingatkan karena nabi tidak pernah mengingatkan orang yang tidak mengucapkan Alhamdulillah.
  • Orang yang bersin dalam salat boleh mengucapkan Alhamdulillah tetapi bagi orang yang mendengarnya tidak boleh mengucapkan tasymit.
  • Tidak perlu menjawab tasymit bagi orang yang bersin ketika imam sedang menyampaikan khutbah Jum'at. Karena adanya kewajiban untuk dia menyimak.
  • Apabila bersin di dalam kamar mandi atau saat buang hajat, maka dia cukup mengucapkan Alhamdulillah dalam hati.

Itulah beberapa catatan yang kami dapat dari kitab Saud Al-Ausyan. Selain itu jika orang yang bersin itu sudah lebih dari tiga kali, tidak usah menjawab ucapan tasymit "yarhamukallah". Hal ini berdasarkan hadits nabi,

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيُشَمِّتْهُ جَلِيْسُهُ، وَإِنْ زَادَ عَلَى ثَلاَثٍ فَهُوَ مَزْكُوْمٌ وَلاَ تُشَمِّتْ بَعْدَ ثَلاَثِ مَرَّاتٍ

"Apabila salah seorang di antara kalian bersin, maka bagi yang duduk di dekatnya (setelah mendengarkan ucapan alhamdulillaah) menjawabnya dengan ucapan yarhamukallah, apabila dia bersin lebih dari tiga kali berarti ia sedang terkena flu dan jangan engkau beri jawaban yarhamukallah setelah tiga kali bersin." [HR. Abu Dawud no. 5035]

3. Mengeraskan Ucapan Hamdalah


Hendaknya mengeraskan suara saat mengucapkan Alhamdulillah. Tujuannya agar sahabat atau teman terdekat kita mendengar dan mendoakannya.

4. Menutup Mulut dan Merendahkan Suara


Adab bersin berikutnya ialah hendaknya kalian menutup mulut dan merendahkan suara saat bersin serta jangan menyengaja untuk mengeraskan suara. Hal ini berdasarkan hadits Abu Hurairah -radhiyallahuanhu-,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا عَطَسَ غَطَّى وَجْهَهُ بِيَدِهِ أَوْ بِثَوْبِهِ وَغَضَّ بِهَا صَوْتَهُ

"Nabi -shallallahu alaihi wasallam- apabila bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya." (HR. At-Tirmizi no. 2745, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami no. 4755)

5. Tidak Memalingkan Wajah ke Kanan dan ke Kiri


Sebagian dari kita sangat sering memalingkan wajah ke arah kanan atau kiri saat bersin. Hal ini biasa dimaksudkan supaya teman di sampingnya tidak terkena bersinnya. Padahal hal itu salah. Sebab memalingkan wajah saat bersin menyebabkan cidera pada leher. Jadi, cukup dengan merendahkan suara bersin sembari menutup mulut dengan tangan atau kain.

Itulah adab adab bersin dan menguap yang harus anda lakukan agar Allah senantiasa merahmati dan menyayangi kita semua. Insyaallah setiap apa yang Allah perintahkan terhadap hamba hambaNya akan mendatangkan manfaat tersendiri yang sangat jarang kita ketahui. [Abu Zaid, ref: Muntaqa Al Adab Asyar'iyyah, Majid Saud Al-Ausan. Indonesia "Adab dan Akhlak Islami" Hal.370-377. DH, 1/2014]
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar 10 Adab Bersin dan Menguap dalam Islam Beserta Dalilnya

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top