Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget dan Game AMPUH

Cara mengatasi anak kecanduan gadget dan game online- Seiring berkembangnya zaman, dunia digital semakin canggih. Setiap perusahaan berlomba lomba menampilkan fitur yang lebih menarik dan inovatif. Berbagi aplikasi tertanam di gadget semisal smartphone, tablet, iPad, laptop atau komputer. Tentu saja keberadaannya dapat memberi kemudahan banyak orang. Akan tetapi kemajuan teknologi ini juga berdampak buruk bagi anak.

Tidak sedikit orang tua mengeluhkan perihal anaknya yang kecanduan smartphone dan iPad. Pagi siang malam anak anak asik bermain game. Baik offline maupun online. Sekali diambil HP nya, anaknya menangis, memberontak dan melawan.

Inilah problem orang tua masa kini. Mereka sendiri yang memfasilitasi HP, smartphone atau iPad. Namun mereka jugalah yang pusing saat melihat anaknya rusak karena gadget. Akhirnya para orang tua bingung bagaimana caranya menghilangkan kecanduan gadget pada anak anak.

Untuk itu mari simak jawaban dari pakar pendidikan Islam Ustadz Budi Ashari Lc, terkait tips paling jitu mengatasi anak yang kecanduan main game di hp. Baca: Biografi Ustadz Budi Ashari LC Pembina Kuttab Al Fatih

Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget dan Game Online


Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget dan Game Online AMPUH

Berikut jawaban tegas Ustadz Budi terkait cara menghilangkan kecanduan gadget pada anak. Silahkan disimak dan direnungi video di bawah ini (Kalau tidak ada, ganti browser Anda. Jangan pakai UC):


Dari jawaban beliau di atas, dapat disimpulkan bahwa ada dua cara agar orang tua bisa menjauhkan anak dari game yang ada di smartphone.

1. Ambil HP-nya dan Taubat Dulu Orangtuanya


Ketika beliau ditanya, Ustadz saya mau bertanya bagaimana cara mendidik anak anak yang sudah sangat suka dengan handphone?

Beliau menjawab dengan tegas,

"Ambil saja handphonenya susah amat..
Gak (tidak) bisa? (sini) Saya ajari cara ngambil handphone, mana anaknya sini. Ambil handphone nya beres.

Main gamenya di mana? Di handphone kan? (makanya) Handphone nya ambil. Kalau di tablet, tabletnya ambil, (kalau) di komputer, komputernya jual. Susah amat!"

Kemudian beliau mengungkapkan keheranan dengan orangtua zaman sekarang. Mereka yang memberi hp tapi mereka yang bingung. Lalu beliau membacakan ayat larangan memberi harta bagi yang belum sempurna akalnya,

"Saya tu suka bingung dengan para orangtua. Yang ngasih handphone kan anda, yang ngasih pulsa juga anda. Trus sekarang anaknya main game, (itu ) sudah pas sesuai dengan harapan anda. Kenapa bingung (menghadapi anak yang suka main game)? Diterima saja dan dinikmati (kalau anaknya kecanduan hp).

Makanya kalau dikasih pengetahuan islam, tolong dibuka kupingnya, diterima dengan hati yang lapang. Saya sering bilang, ini handphone adalah harta (yang ada harganya, kadang mahal). Sedangkan Allah berfirman Qs. An-Nisa: 5,

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا

Dan janganlah kamu serahkan kepada orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaan) kamu yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. (Surat An-Nisa': 5)

Lihat ayat di atas! Al-Quran yang berbicara. Jangan kalian berikan harta kalian ini kepada mereka yang belum sempurna akalnya. (bocah atau anak anak itu belum sempurna akalnya pak, wong sekarang sudah lulus kuliah aja masih kayak bocah, iya kan? Kematangan jiwanya gak (tidak) ada, kemandiriannya juga tidak ada."

Sampai usia berapa anak baru boleh dipegangi harta yang bernilai tinggi?

Terkait pertanyaan itu, Ustadz Budi melanjutkan Qs. An-Nisa ayat 6,

فَإِنْ آنَسْتُمْ مِنْهُمْ رُشْدًا فَادْفَعُوا إِلَيْهِمْ أَمْوَالَهُم

Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. (An-Nisa': 6)

"An-Nisa ayat 6 mengatakan kalau sudah baligh, dan ukurannya rusyda. Rusyda ada ilmu sendiri. Makanya rusak anak bangsa ini karena orangtua melanggar banyak ayat."

Baca juga: Batasan Orangtua Memberi Uang dan Harta pada Anak

Setelah itu beliau menegaskan agar orangtuanya taubat kembali kepada Allah,

"Tobat dulu orangtuanya, jangan anaknya diuber uber terus. Anak ini rusak gara gara Anda. Sujud di hadapan Allah, kalau bisa sampai nangis. Ya Allah saya telah salah mendidik anak. Kalau sudah tobat Allah ampuni dan Allah masukkan ke dalam surga"

"Untuk menyelesaikan anak kecanduan lebih mudah. Tapi orangtuanya sadar dulu kalau salah. Karena banyak orangtua yang tidak sadar kalau salah. Setelah itu, insyaAllah proses berikutnya akan mudah. Baru proses berikutnya teknis." Ucap beliau saat menjawab pertanyaan di atas.

Lalu bagaimana teknis mengatasi anak yang kecanduan smartphone?

2. Teknis Mengambil Gadget dari Tangan Anak


Sebenarnya kesalahan orangtua dalam mendidik anak hari ini selalu membicarakan teknis. Teknisnya bagaimana, triknya bagaimana dan lain lain. Memang ini penting, tapi ada yang jauh lebih penting. Yaitu mengimani al-Quran seperti yang kami jelaskan di atas.

Lantas apa jawaban Ustadz Budi terkait teknis?

"Caranya, di antara suami dan istri. Mana yang paling dikagumi oleh anak anak? Maka dialah yang mencabut handphone-nya".

Simak juga tulisan kami sebelumnya, Puasa Gatget, Dekati Al Quran dan Rasakan 4 Manfaat Ini

Selengkapnya silahkan tonton videonya. Karena sangat bagus. Sekian dari kami cara mengatasi anak kecanduan gadget, game atau smartphone yang kami kutib dari ceramah Ustadz Budi Ashari Lc. Wassalamualaikum Wrahmatullahi Wabarakatuh
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

2 Komentar Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget dan Game AMPUH

  1. Masya Allah

    Ternyata memang kita selalu disibukkan dengan trik & tips dengan melupakan cermin diri kita sendiri

    BalasHapus

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top