12 Adab Dzikir Yang Benar Sesuai Sunnah Rasulullah

Setelah menulis adab adab berdoa, maka kali ini abanaonline.com akan kembali membahas seputar adab Islam atau lebih tepatnya berkaitan tentang adab dzikir yang benar sesuai sunnah. Berdzikir kepada Allah merupakan amalan yang agung untuk dikerjakan oleh setiap umat Islam serta sangat besar pahalanya. Sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Busr, ia berkata,

جَاءَ أَعْرَابِيَّانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ أَحَدُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ: مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ. وَقَالَ الآخَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَىَّ فَمُرْنِى بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. فَقَالَ:  لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.


"Telah datang dua orang Arab badui kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, kemudian salah satu dari mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, manusia bagaimanakah yang baik? Nabi menjawab: Yang panjang umurnya dan baik amalannya.'

Orang arab satunya juga bertanya, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari'at Islam sangat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya?Nabi menjawab: Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah." (HR. Ahmad 4: 188, sanad shahih kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth). (HR. Ahmad 4: 188, Shahih menurut Syaikh Syu'aib Al Arnauth)

Selain itu dzikir merupakan amal ibadah yang bisa mendekatkan diri kepada Allah serta termasuk perkara yang menjadikan seorang muslim senantiasa bersamaNya. Oleh sebab itu Allah taala telah memerintahkan dalam Qs. Al-Ahzab:41,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya." [Qs. Al-Ahzab:41]

Dzikir di sini mencakup semua keadaan. Baik dzikir setelah solat, dzikir pagi petang ataupun dzikir ketika sedang melakukan aktivitas padat dan longgar. Semua akan diberi ganjaran besar oleh Allah di hari akhir nanti.

Baca juga: Download Dzikir Pagi Petang PDF Terlengkap dari Bebagai Versi

Atas dasar itulah seorang muslim wajib memahami adab adab dzikir kepada Allah. Supaya dzikir kita sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad -shalallahu alaihi wassalam-. Dengan begitu amalan mulia ini bisa diterima di sisiNya.

Adab Dzikir Menurut Islam yang Benar dan Sesuai al-Quran dan as-Sunnah


Adab Dzikir Menurut Islam yang Benar dan Sesuai al-Quran dan as-Sunnah

Ada 12 adab berdzikir dalam Islam yang harus diperhatikan dan diamalkan:

1. Berdzikir Ikhlas Karena Allah


Melaksanakan dzikrullah haruslah ikhlas karena Allah. Bukan karena ingin dilihat atau diperhatikan orang lain. Sebab keikhlasan merupakan syarat syarat keabsahan dan diterimanya amal. Allah berfirman,

"Katakanlah sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama." (QS. Az-zumar: 11)

Maka dari itu wajib atas seorang hamba berdzikir hanya mengharap ridhaNya, mengharap wajah Allah dan mengharapkan pahalanya. Janganlah kalian berdzikir hanya karena riya atau ingin dilihat manusia. Sehingga mereka mengatakan,

"Fulan adalah orang yang banyak berdzikir kepada Allah." Sebab riya dapat merusak pahala amal sholih.

2. Memperbanyak Dzikir Dalam Setiap Keadaan


Sebagaimana yang kami tulis di atas. Dzikir adalah amal yang paling utama. Dzikir menjadi penutup bagi kekurangan suatu ibadah. Dzikir juga sebagai penutup kekurangan dalam solat wajib 5 waktu, qiyamul lail dan puasa di siang hari. Oleh sebab itu Allah memerintahkan supaya banyak mengucapkan dzikir. Dalilnya sudah kami tulis di atas. Yaitu surat Al-Ahzab: 41-42,

"Wahai orang-orang yang beriman, Ingatlah kepada Allah dengan mengingat (namaNya) sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepadaNya pada waktu pagi dan petang." (QS. Al ahzab: 41-42)

Ayat di atas sudah dicontohkan nabi shalallahu alaihi wassalam. Terbukti beliau senantiasa berdzikir kepada Allah dalam berbagai keadaan dan kondisi. Beliau senantiasa berdzikir ketika berdiri, duduk maupun berbaring. Berdzikir baik ketika junub maupun tidak. Berdzikir setiap waktu dan keadaan kecuali ketika buang hajat.

Baca juga: Adab Buang Hajat di Kamar Mandi atau WC

Jika teman-teman susah mengucapkan dzikir, berikut abanaonline telah merangkum beberapa hal yang dapat membantu seorang hamba agar terpacu untuk selalu berdzikir:

  • Mengetahui pahala yang Allah janjikan bagi orang-orang yang banyak berdzikir. Allah berfirman, "....laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS al-ahzab: 35)
  • Selalu membayangkan surga dan neraka dalam benaknya, sebab bila seseorang dalam kondisi demikian niscaya ia akan mendapat semangat dalam berdzikir untuk meraih surga dan kenikmatannya serta menyelamatkan diri dari neraka dan adzabNya.
  • Menghadirkan kebersamaan Allah bahwa Dia senantiasa melihatmu dan mendengar ucapanmu. Dia senantiasa bersamamu jika engkau mengingatNya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis Qudsi Allah berfirman, "Aku menuruti persangkaan hambaKu dan Aku selalu bersamanya bila ia mengingatKu..."
  • Menghadirkan di dalam hati bahwasanya dzikir akan menjadi pelindung dari setan yang senantiasa mengganggu manusia selama hidup.
  • Mengetahui bahwasanya dzikir dapat menjadi pengganti banyak ibadah dan menutupi kekurangannya.
  • Memahami bahwasanya dzikir merupakan ibadah yang paling ringan dilakukan seorang hamba dan paling sedikit membutuhkan tenaga sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak harta.
  • Memahami bahwasanya dzikir dapat membantu seorang hamba menunaikan ibadah yang lain, di samping dzikir itu sendiri juga ibadah. Maka kebaikan akan membawa kepada kebaikan yang lain.

Itulah poin poin yang bisa membantu Anda agar senantiasa membaca dzikir kepada Allah. Apabila poin di atas tidak berpengaruh, koreksilah diri sendiri. Mungkin hati kita sedang sakit. Naudzubillahi.

3. Menggabungkan Antara Dzikir Hati, Dzikir Lisan dan Dzikir Anggota Badan


Adab dzikir yang ketiga adalah hendaknya seorang hamba bersungguh-sungguh menggabungkan dzikir dengan hati, lisan dan anggota badan. Apa maksudnya?

Dzikir dengan hati yaitu menghadirkan kebersamaan Allah, pengawasan, keagungan, kemuliaan dan kedekatan kepadaNya.

Dzikir dengan menggunakn lisan, karena hal itu termasuk amal yang mulia dan kesibukan lisan yang paling agung. Rasulullah bersabda,

لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

"Hendaknya lisanmu selalu basah dengan Dzikrullah." (HR. Ahmad 4: 188, Shahih menurut Syaikh Syu'aib Al Arnauth dan adz-Dzahabi)

Sedangkan dzikir dengan anggota badan di antaranya menghitung tasbih, takbir, tahlil, tahmid dan sebagainya dengan tangan sebab Rasulullah shalallahu alaihi wassalam menghitung tasbih dengan tangan kanannya.

Itulah pengertian penggabungan antara dzikir dengan hati, dzikir dengan lisan dan dzikir dengan anggota badan. Hal itu adalah perkara yang sangat agung karena ketika itu seorang hamba menyibukkan dirinya dengan Allah, dengan seluruh jiwa raganya.

Di antara bentuk dzikir dengan anggota badan adalah mengamalkan segala bentuk ketaatan kepada Allah yang dilakukan pada setiap waktu dengan segala tuntunannya serta menjauhi segala perkara yang diharamkan oleh Allah. Sesungguhnya demikian itu termasuk dzikir dengan anggota badan.

4. Berkumpul dan Berdzikir Kepada Allah Taala


Adab Berdzikir Yang Benar Menurut Islam

Berkumpul dan berdzikir kepadaNya dilakukan sesuai dengan kadar kesanggupan, perbuatan ini termasuk amal yang sangat agung. Seperti yang tertulis dalam hadits yang cukup panjang. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda (haditsnya cukup panjang, langsung artinya saja),

"Sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat tambahan yang senantiasa berkeliling mencari majelis dzikir, bila telah mendapatkan majelis dzikir para malaikat tersebut pun duduk bersama mereka dan menaungi dengan sayap-sayap mereka sebagian atas sebagian yang lain, hingga sampai ke langit dunia. Apabila majelis itu telah selesai, para malaikat pun naik ke langit.

Beliau bersabda, Maka Allah bertanya kepada mereka, sedang Dia Maha Mengetahui tentang mereka, 'Dari mana kalian?' Para malaikat tersebut menjawab, 'Kami datang dari para hambaMu di muka bumi, mereka bertasbih, kepadaMu, bertakbir, bertahlil, bertahmid dan meminta kepadaMu.'

Allah berfirman, 'Apa yang mereka minta?' Para malaikat menjawab, 'Mereka meminta surgaMu.'

Allah bertanya, 'Apakah mereka pernah melihat surgaKu?' Para malaikat menjawab, 'Belum wahai Rabbku.' Allah berfirman, 'Bagaimana bila mereka melihatnya?' Mereka menjawab, 'Jika mereka melihatnya, tentulah mereka menjadi lebih semangat dan lebih banyak meminta serta lebih besar keinginan'

Para malaikat itu berkata, 'Mereka berlindung kepadaMu.' Allah bertanya, 'Dari apa mereka berlindung kepadaKu?' Para malaikat menjawab, 'Dari nerakaMu wahai Rabbku.'

Allah kemudian bertanya, 'Apakah mereka telah melihat nerakaKu?' Para malaikat menjawab, 'Belum.' Allah lalu berfirman, 'Bagaimana bila mereka melihatnya?' Para malaikat berkata, 'Mereka memohon ampun kepadaMu.'

Rasulullah bersabda, Allah berfirman, 'Aku telah mengampuni mereka, memberikan apa yang mereka minta dan melindungi dari apa yang mereka berlindung darinya.'

Rasulullah melanjutkan, 'Para malaikat berkata, 'Di dalam masjid tersebut ada si fulan, hamba yang banyak berbuat kesalahan namun ia lewat dan duduk bersama mereka. Allah berfirman, 'Aku juga mengampuninya, mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara karena ia duduk bersama mereka." [HR Bukhari, no. 6408]

Subhanallah betapa indah dan agung pahala dan balasan dzikir. Maka dari itu sudah selayaknya seorang mukmin agar bersungguh-sungguh dalam mengerjakannya semampu mungkin.

Akan tetapi yang dimaksud disini bukanlah berkumpul untuk berdzikir seperti yang dilakukan kaum Sufi, mereka ini berkumpul dan membentuk halaqah lalu berdzikir dengan satu suara bersama-sama dan disertai goyangan dan tarian. Mereka mengamalkan dzikir dzikir bid'ah, tidak ada dalil pijakannya, baik dalam Al Quran maupun sunnah.

Bukan pula yang dimaksud disini seperti majelis dzikir yang pernah dilihat oleh Abdullah Bin Mas'ud. Pada suatu hari setelah sholat ashar di masjid Kufah, ada beberapa orang laki-laki duduk dalam sebuah majelis dipimpin oleh seorang laki-laki yang berkata kepada mereka,

"Bertasbihlah kepada Allah sebanyak sekian kali, tahmid sekian kali." Maka Ibnu Mas'ud mengingkari apa yang mereka lakukan karena perbuatan seperti itu tidak dikenal pada masa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.

Bentuk dzikir bersama bisa dengan berkumpul di suatu majelis lalu lisannya mengucapkan dzikir tahmid, tahlil, takbir, tasbih, istighfar, meminta surga, berlindung dari neraka secara sendiri sendiri tanpa berbarengan.

5. Menangis dan Melembutkan Hati Ketika Berdzikir


Barangsiapa yang menangis ketika berdzikir kepada Allah maka ia berhak mendapatkan pahala yang sangat besar, apabila ia ikhlas dalam tangisnya. Khususnya ketika ia berada seorang diri. Rasulullah bersabda,

وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

"Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan pada hari yang tidak ada naungan melainkan naungan Allah semata: (salah satunya) Seseorang yang berdzikir kepada Allah dengan menyendiri lalu meneteskan air mata" [HR. Al-Bukhari, no. 660 dan Muslim, no. 1031]

Dengan demikian layaknya seorang muslim berusaha menangis saat melantunkan dzikrullah. Terutama ketika membaca atau mendengar bacaan Al Quran, harus melembutkan hatinya, khusyu dengan keagungan yang terkandung di dalamnya. Karena hal ini merupakan adab yang sangat terpuji di sisi al-Khaliq. Allah berfirman,


الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." [Ar-Ra'd: 28]

Jangan sampai hati kita tergolong hati yang keras. Telah membatu sampai sampai tidak tersentuh dengan kalimat Allah. Dalam quran surat Az-Zumar, 22 Allah berfirman,

فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. [Az-Zumar: 22]

6. Merendahkan Suara Ketika Berdzikir


Merendahkan suara ketika berdzikir bisa mendekatkan kepada keikhlasan dan kekhusyuan. Pada waktu Rasulullah -sallallahu alaihi wasallam- menyaksikan para sahabat yang mengeraskan suara ketika membaca takbir dalam sebuah perjalanan, beliau bersabda,

"Wahai manusia! Rendahkanlah suara kalian sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan jauh, sesungguhnya kalian menyuruh Dzat yang Maha Mendengar dan Maha Dekat, Dzat yang kalian seru lebih dekat kepada salah seorang dari kalian dari pada leher hewan tunggangannya." (HR. Bukhari, 6384 dan Muslim, 2704).

Itulah sabda nabi yang mulia. Beliau paham ketika seseorang mengeraskan suara pada saat berdzikir mungkin saja ia akan terjatuh kepada riya'. Tapi berbeda dengan syiar. Misalnya saat ingin mengajarkan anak anak bacaan dzikir, tidak mengapa membaca keras bersama anak anak.

7. Menjauhi Dzikir Dzikir Bid'ah


Adab Dzikir Yang Benar Sesuai Sunnah

Termasuk adab dzikir kepada Allah adalah tidak beribadah kepadaNya kecuali dengan apa yang sudah Dia syariatkan. Adapun sebagian orang jahil yang menyibukkan diri dengan dzikir-dzikir bid'ah, ini sama sekali bukanlah dari ajaran Islam.

Misalnya orang yang menghabiskan waktu membaca, "Ya Allah Ya Allah Ya Allah atau Ya Lathif Ya Lathif Ya Lathif dan lain sebagainya, mereka itu telah menyimpang dari sunnah dan berbuat keburukan. Meskipun mereka menganggapnya sebagai kebaikan. Bisa jadi mereka itu termasuk dalam firman Allah,

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. [Qs. Al-Kahfi, 105]

8. Memperbanyak Membaca Al Quran


Hendaknya seorang Muslim memperbanyak membaca Al Quran. Karena bacaan al Quran itu merupakan dzikir yang paling agung. Al Quran adalah kalamullah.

Rasulullah bersabda, "Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." [HR. At-Tirmidzi]

Dahulu para salaf (sahabat, tabiin dan tabiut-tabiin) sendiri senantiasa memperbanyak membaca Al Quran.

9. Memperbanyak Dzikir Ma'tsur atau Shahih


Adab dzikir kesembilan adalah memperbanyak dzikir ma'tsur. Hendaknya seorang hamba memperbanyak dzikir dzikir yang shahih dari Rasulullah. Hal ini termasuk ittiba' kepada beliau dan tidak diragukan lagi bahwa ini termasuk jenis dzikir yang paling utama.

10. Banyak Mengamalkan Dzikir


Mengamalkan dzikir yang memiliki keutamaan lebih baik daripada selainnya, bahkan pahalanya lebih besar. Kami beri contoh satu saja. Misalnya dzikir tentang keutamaan membaca kalimat Subhanallah Wabihamdihi, Subhanallahil Adzim.

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Rasulullah bersabda, "Dua kalimat yang dicintai Ar Rahman, ringan diucapkan namun berat di timbangan, yaitu Subhanallahi Wa bihamdihi, Subhanallahil adzim." (HR. Bukhari 6406 dan Muslim 2694)

Melihat hadits di atas, maka seyogyanya kita mengamalkannya langsung. Diaplikasikan di keseharian kita. Selain contoh di atas masih banyak lagi hadits-hadits tentang keutamaan berdzikir. Di buku yang kami baca disebutkan 9 contoh. Termasuk keutamaan, tahlil, tahmid dan lain-lain.

11. Memperbanyak Istighfar kepada Allah ta'ala


Adab Dzikir Yang Benar Sesuai Sunnah Rasulullah

Dalam Al Quran, Allah telah memerintahkan kaum muslimin untuk memperbanyak membaca istighfar dan menjanjikan pahala serta ampunan atasNya. Allah berfirman,

".....Mohonlah ampunan kepada Rabbmu, sungguh Dia Maha Pengampun." (QS. Nuh: 10)

Dalam hadits, Nabi -shalallahu alaihi wassalam- bersabda, "Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah dan mohonlah ampunan kepadaNya. Sesungguhnya aku bertaubat kapada Allah dan memohon ampun kepadaNya seratus kali dalam sehari." [HR, Muslim, no. 2702 shahih]

12. Mendahulukan Dzikir Muqayyad (Tertentu) Daripada Dzikir Mutlak (Umum)


Apabila terdapat riwayat dari Rasulullah -shalallahu alaihi wassalam- tentang dzikir tertentu (muqayyad) di suatu tempat, keadaan atau waktu tertentu maka dalam keadaan seperti itu dzikir tesebut harus diutama daripada dzikir lainnya. Bahkan mengamalkan dzikir tersebut dalam kondisi demikian lebih utama daripada membaca Al Quran karena kekhususannya.

Contohnya saja ada perintah dzikir pagi dan petang. Ada juga perintah dzikir setelah solat dan lain sebagainya.

Demikianlah artikel yang bisa kami tulis tentang 12 adab dzikir kepada Allah disertai dalilnya yang shahih. Semoga Allah mudahkan bagi kami dalam mengamalkan adab-adab di atas. Walhamdulillahi Rabbil Alamin

[Abu Zaid, Referensi: Mausu'ahtul Al Adab Al Islamiyah, Abdul Aziz bin Fatih as-Sayyid. Indo: Ensiklopedi Adab Islam Menurut al-Quran dan as-Sunnah, Pustaka Imam Syafi'i, ke-5/Rabiul Awwal 1438]
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar 12 Adab Dzikir Yang Benar Sesuai Sunnah Rasulullah

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top