Kultum Bulan Puasa Ramadhan Tentang Menjaga Lisan yang Singkat 2018

Kultum bulan puasa Ramadhan- Tidak terasa sudah 7 hari kita melaksanakan ibadah puasa Ramadan 2018. Tak henti hentinya abanaonline.com terus berbagi contoh contoh materi kultum yang bermanfaat. Jika sebelumnya saya menulis kultum tentang kematian beserta dalilnya, maka kali ini akan membahas soal menjaga lisan.

Memelihara lisan nampaknya kurang diperhatikan oleh kaum muslimin saat ini. Sehingga bisa dikatakan materi kultum ini sangat bagus untuk disampaikan di bulan Ramadhan. Supaya puasa kaum muslimin berbuah pahala tidak hanya menahan rasa lapar dan haus aja.

Baiklah berikut kultum di bulan Ramadhan terbaik 2018 tentang menjaga lisan.

Kultum Bulan Puasa Ramadhan yang Singkat


Kultum Bulan Puasa Ramadhan Tentang Menjaga Lisan yang Singkat 2018

Seperti biasanya akan memudahkan teman-teman dalam menghafal materi kultum Ramadhan ini, kami akan membaginya menjadi 3 bagian. Pertama yaitu pembukaan, yang kedua isi pidato atau ceramah dan yang ketiga adalah penutupan.

1. Pembukaan Kultum Bulan Ramadhan


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ ،َأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَمَّا بَعْدُ

Pertama tama mari kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa Ta'ala karena kita telah dipertemukan oleh bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat dan bulan penuh kesabaran. Kemudian shalawat serta salam kepada Baginda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan kepada keluarga, para sahabat serta orang-orang shalih yang mengikuti jejak mereka hingga akhir zaman.

2. Isi Materi Kultum Bulan Ramadhan Menjaga Lisan


Ma'asyiral muslimin jamaah salat isya dan tarawih Rahimakumullah, salah satu nikmat agung yang diberikan Allah kepada hambaNya adalah nikmat lisan. Dengan lisan kita dapat berinteraksi, berbicara dan merasakan segala makanan. Allah berfirman dalam surat Al Balad,

أَلَمْ نَجْعَلْ لَهُ عَيْنَيْنِ (8) وَلِسَانًا وَشَفَتَيْنِ (9)

Artinya: "Bukankah kami telah menciptakan kepadanya dua mata, dan lidah dan dua bibir?" [Qs. Al-Balad: 8-9]

Setelah mengetahui nikmat lidah yang telah Allah berikan, maka selayaknya manusia harus menjaga lisannya dengan baik agar bisa menghantarkan ke Surga yang paling tinggi. Jangan malah menjerumuskan seseorang ke lapisan Neraka yang paling bawah serta mendapat azab dan siksaan yang sangat pedih.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam kitab sunannya, dari sahabat Mu'adz -radiyallahuanhu- bahwa dia bertanya kepada Nabi Muhammad -shallallahu alaihi wa sallam- tentang amalan yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka. Maka Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- pun memberitahukan tentang pokok perkaranya dan memegang lisannya sembari bersabda,

كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا

"Tahanlah ini (lisan)"

Mendengar ucapan nabi di atas, Mu'adz langsung bertanya,

 قُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ، وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلَّمَ بِهِ ؟

"Wahai nabi Allah, Apakah kita akan disiksa karena apa yang kita ucapkan?"

Beliau bersabda,

وَهَلْ يَكُبَّ النَاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوْهِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ

"Tidak ada yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam jurang neraka dengan muka tersungkur kecuali apa yang dihasilkan oleh lidah mereka" [HR. Tirmidzi: no: 2616 dan beliau berkata: Haditsnya hasan shahih]

Selain hadits di atas nabi juga pernah menjelaskan pentingnya menjaga lisan yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam kitab shahihnya dari sahabat Sahl bin Said, beliau -shalallahu alaihi wa sallam- bersabda,

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

"Barangsiapa yang memberikan jaminan kepadaku sesuatu yang ada di antara dua rahangnya (yakni lisannya) dan sesuatu yang ada di antara kedua kakinya (yakni kemaluannya) niscaya aku memberikan jaminan surga kepadanya" [HR. Bukhari, no 6474]

Ma'asyiral muslimin jamaah salat isya dan tarawih Rahimakumullah, untuk itu mari berhati-hati terhadap lisan lisan kita, apalagi saat berada di bulan Ramadhan yang suci dan penuh ampunan. Renungkanlah pesan Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah,

"Amma Ba’du... sesungguhnya orang yang memperbanyak mengingat mati, maka dia akan rela dengan harta duniawi yang sedikit, dan barangsiapa yang menyadari bahwa perkataannya sebagai bagian dari amalnya maka dia akan sedikit bicara pada perkara yang tidak bermanfaat" [Ihya ulumuddin: 3/112]

Imam an-nawawi Rahimahullah juga berkata dalam kitabnya,

"Ketahuilah bahwa sudah seharusnya bagi seorang mukallaf (yang dibebani syariat) agar menjaga lisannya dari segala bentuk ucapan kecuali ucapan yang bisa mendatangkan kebaikan. Apabila pada saat berbicara memiliki perbandingan yang seimbang antara dilakukan dan ditinggalkan, maka yang sunnah adalah ditinggalkan. Karena seringkali ucapan yang mubah bisa mengarahkan seseorang kepada ucapan yang haram atau makruh, dan ini biasanya banyak terjadi, sedangkan selamat (dari yang haram dan makruh) adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya [Riyadus Shalihin halaman 569]

Ma'asyiral muslimin jamaah salat isya dan tarawih Rahimakumullah, bisa dikatakan lisan merupakan raja atas semua anggota tubuh (maksudnya semuanya akan tunduk dan patuh kepada lisan tersebut, pent) apabila lisan kita lurus niscaya semua anggota tubuh kita juga ikut lurus, namun apabila lisan kita bengkok, bengkoklah semua anggota tubuh. Karena inilah Allah memberikan ganjaran surga bagi siapa saja bisa menjaga lisannya.

Hadirin dan hadirat yang semoga dimuliakan Allah taala, melihat bahaya yang besar akan menimpa kita apabila tidak bisa memanfaatkan lisan dalam ketaatan kepada Allah, maka di bulan Ramadhan ini mari gunakan lisan kita dengan berzikir, tasbih, tahlil, membaca al-quran atau mengucapkan yang hak, al-Amar bil ma'ruf wa nahi mungkar.

Hindari menggunakan lisan untuk mengucapkan hal-hal yang negatif  terhadap kehormatan manusia, Gibah (menggunjing), Namimah (mengadu domba), berkata bohong atau palsu, mencela dan bernyanyi penuh syahwat serta perkataan yang keji lagi kotor.

Anda harus yakin bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulut atau lisan anda, di sana ada malaikat pengawas yang selalu hadir menemani Anda.

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tidak suatu ucapan yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" [Qs. Qaf: 18]

Para hadirin dan hadirat rahimakumullah sebelum kami akhiri kultum singkat ini, saya akan memberikan perhatian khusus kepada saudari-saudari saya kalangan wanita agar bertaqwa kepada Allah dalam ucapan mereka dan agar mereka berhati-hati terhadap lisan mereka. Sebagaimana nasiha nabi pada Mu'adz, "Tahanlah lisan ini".

Apabila para wanita memang memiliki banyak waktu luang, maka jangan sekali-kali disibukkan dengan merendahkan hormatan manusia, membicarakan keburukan manusia, ghibah dan namimah. Baik hal itu terjadi di majelis perkumpulan ibu-ibu, melalui ponsel, SMS atau WhatsApp maka hendaklah berhati hati. Bukankah Allah akan menjurus menjerumuskan manusia ke dalam neraka dengan muka yang tersungkur karena lisannya?

Naudzubillahimindzalik, kami berlindung dari hal semacam itu!

3. Penutupan Kultum Bulan Puasa


Ya Allah jadikanlah kami diantara wali-waliMu yang soleh. Jadikan kami dari golonganMu yang beruntung dan ampunilah kami, kedua orang tua kami dan semua kaum muslimin Wahai Dzat Paling Pengasih diantara yang pengasih. Semoga kultum singkat ini menjadi koreksi bagi diri pribadi dan bermanfaat buat jamaah sekalian. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikianlah contoh materi kultum di bulan puasa Ramadhan yang berjudul pentingnya menjaga lisan. Semoga artikel ini bisa dimanfaatkan oleh para Da'i, muballigh atau penceramah di bulan suci Ramadhan. Amiin [Baca juga materi kultum Ramadhan lainnya di situs ini]

Referensi: Karya Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi, Hifdzul Lisan. Dan juga buku Himpunan Materi Kultum (kuliah tujuh menit), Abdurrahman bin Abdullah as-Sanad, Darul Haq, Februari 2015.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.

0 Komentar Kultum Bulan Puasa Ramadhan Tentang Menjaga Lisan yang Singkat 2018

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top