8 Puasa Sunnah dalam Islam Lengkap Beserta Keistimewaannya

Puasa sunnah lengkap dengan dalil dan keutamaan- Hari ini kita semakin dekat dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah. Sekitar 2 pekan lagi kaum muslimin di seluruh dunia akan melaksanakan ibadah yang sangat mulia yaitu puasa Ramadhan. Puasa wajib yang sudah tertera di Al-Quran surat Al-Baqarah: 183,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa" [QS. Al Baqarah: 183]

Namun atas karunia Allah ta'ala kepada hambaNya, biasanya di samping amalan-amalan wajib terdapat amalan sunnah yang mengiringinya. Misalnya ada perintah solat 5 waktu ada pula anjuran solat sunnah. Begitu juga dengan puasa, ada puasa Ramadhan ada pula puasa sunnah yang mengiringinya. Dengan demikian kita bisa peroleh pahala yang lebih banyak dan sekaligus bisa menyempurnakan amalan amalan wajib tersebut.

Dalam Islam sendiri terdapat 8 puasa sunnah yang pernah diajarkan nabi -shalallahu alaihi wassalam-. Setiap puasa sunah mempunyai keistimewaan dan keutamaan yang sangat besar. Sehingga merasa rugi apabila ditinggalkan.

Apa saja puasa sunnah dalam Islam yang sesuai tuntunan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam?

Puasa Sunnah Lengkap dengan Dalilnya


Puasa Sunnah Lengkap

Anjuran puasa sunnah di bawah ini di kerjakan pada waktu tertentu. Bagi kaum muslimin hendaknya tidak melewatkan begitu saja karena telah disebutkan di dalam nash tentang keutamaan dan keistimewaannya . Di antara puasa tersebut adalah:

1. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal


Setelah Ramadhan ada 6 hari puasa sunnah yang sayang untuk ditinggalkan. Yaitu puasa di bulan syawal. Puasa ini mempunyai keutamaan yang agung, dikatakan dalam hadits nabi barang siapa yang berpuasa 6 hari di bulan syawal maka seperti berpuasa satu tahun penuh. Subhanallah

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dan diikuti enam hari di bulan Syawal maka ia seperti puasa setahun penuh." (HR. Muslim no. 1164 dari Abu Ayyub)

Namun tentu saja kalian harus memperhatikan adab-adab puasanya. Karena jangan sampai puasa kita sia-sia hanya karena kurang perhatian terhadap adab puasa. Silahkan antum bisa baca artikelnya di sini: Adab Adab Puasa dari Sahur sampai Berbuka

2. Puasa 3 Hari Setiap Bulan Purnama


Ada anjuran yang datang dari Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam agar berpuasa 3 hari di setiap bulan purnama (Ayyamul Bidh). Maksud dari ayyamul bidh adalah jatuh pada tanggal 13, 14, 15 di bulan Hijriyah. Abu Dzar berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

"Rasulullah shallallahu alaihi wassalam memerintahkan kepada kami untuk puasa pada hari hari purnama, yaitu tanggal 13, 14, dan 15." [HR. Ahmad, 150, An Nasa'i, 222, Ibnu Hibban, 3647 dalam kitab Al Ihsan, Albani menshahihkan hadits ini]

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tidak pernah melewatkan puasa pada hari ini. Bahkan disebutkan kalau nabi selalu berpuasa pada hari hari purnama baik saat mukin maupun safar.

3. Puasa Sunnah Senin dan Kamis


Puasa sunnah ketiga dalam Islam adalah puasa senin kamis. Aisyah radiyallahuanha mengatakan kalau nabi shalallahu alaihi wassalam sering melakukan puasa pada hari senin dan hari kamis. Karena memang memiliki fadhilah yang besar. Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ

"Sungguh, amalan amalan itu diangkat pada hari senin dan kamis, maka aku ingin amalanku diangkat sementara aku sedang berpuasa." [HR. Ahmad, 200, An Nasa'i, 201-202, Abu Dawud, 2436, ad Darimi, 19]

4. Puasa Sunnah As Syura'


Puasa sunnah Asy-Syura terjadi pada bulan muharram di hari yang ke-10. Puasa ini memiliki keutamaan yang besar di sisi Rabbnya. Karena menyimpan sejarah yang tak bisa dilupakan. Yaitu hari diselamatkannya Bani Isra'il dari kejaran musuh. Kemudian Musa alaihissalam berpuasa sebagai wujud syukurnya kepada Allah.

Namun untuk menyelisihi Yahudi, nabi menganjurkan agar berpuasa juga di hari sebelumnya yaitu tanggal 9. Jadi apabila seseorang berpuasa tanggal 10 Muharram dan menambahkannya dengan tanggal 9, maka itu lebih utama.

Dari Ibnu Abbas, Nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda,

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِل إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

"Tahun depan Insyaallah kami akan berpuasa mulai hari ke 9." (HR. Muslim no. 1134)

Namun belum sampai tahun depan beliau telah wafat. Tapi nabi sangat semangat dengan puasa ini. Keutamaannya sendiri sangat bersat, bisa menghapus dosa satu tahun yang telah lalu.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda, "Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah semoga hal itu dapat menghapus dosa pada tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa pada hari Asy Syura, aku berharap kepada Allah semoga hal itu dapat menghapus dosa pada tahun sebelumnya." (HR. Muslim no. 1162 dari Abu Qatadah)

5. Puasa Hari Arafah


Sunnah berpuasa di hari Arafah ini ditujukan bagi yang tidak menunaikan haji. Puasa pada hari Arafah mengandung pahala yang besar yaitu dapat menghapuskan dosa dua tahun, sebagaimana disebutkan pada hadis yang ada di poin atas. Hari Arafah adalah hari yang paling baik secara mutlak. Dengan demikian, hendaklah seseorang tidak melewatkan hari tersebut dengan berpuasa sebisa mungkin.

6. Puasa di Bulan Muharram dan di Bulan Sya'ban


Jika dalam shalat, solat sunnah terbaik setelah solat wajib adalah solat malam. Namun jika dalam puasa, yang terbaik setelah Ramadhan adalah solat di bulan Muharram. Dalam sebuah hadits nabi shalallahu alaihi wassalam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

"Seutama utama puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam" (HR. Muslim no. 1163 dari Abu Hurairah)

Selain Muharrom kita juga dianjurkan agar memperbanyak puasa di bulan Sya'ban. Bulan Sya'ban merupakan bulan diangkatnya amal, akan tetapi bukan berarti kita harus melakukan amalan-amalan yang bukan berasal dari nabi. Hal itu malah bisa terjerumus ke dalam bid'ah. Di bulan ini nabi lebih memperbanyak puasa,

Adapun Aisyah berkata mengenai puasa Rasulullah di bulan Syaban. Dari Abu Hurairah,

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ

"Aku tidak pernah melihat beliau puasa lebih banyak selain puasa di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari no. 1979 dan Muslim no. 1156]

7. Puasa Sunnah Nabi Dawud


Puasa Dawud dilakukan dengan berpuasa sehari dan berbuka sehari. Di dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,

أحَبُّ الصِّيَامِ إلى اللهِ صِيَامُ دَاوُدَ وَكَانَ يُفْطِرُ يَوْمًا وَيَصُوْمُ يَوْمًا

"Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Dawud, beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari..." (HR. Bukhari no. 3420 dan Muslim no. 1159 dari Ibnu Amru)

8. Puasa Sunnah Sembilan Hari Bulan Dzulhijjah


Puasa sunnah terakhir jatuh pada awal bulan dzulhijjah sampai sembilan Dzulhijjah. Awal Dzulhijjah (dari tanggal 1 sampai 10) merupakan waktu paling utama untuk berpikir dan beramal saleh seperti puasa.

Keutamaannya di sebutkan dalam hadits Abdullah bin Abbas radiyallahuanhu, Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ. يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

"Tidak ada satu amal shaleh yang lebih dicintai Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama di bulan Dzul Hijjah)." [HR. Abu Daud no. 2438, Syaikh Al Albani mengatakan hadits inj shahih]

Adapun untuk waktunya sebagian ulama berbeda pendapat. Namun yang kami baca di kitab muyassar al fiqh, puasa dikerjakan dari awal Dzulhijjah sampai tanggal sembilan. Sebagian membolehkan puasa pada sebagian hari saja. Wallahualam

Itulah macam macam puasa sunnah yang  pernah dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk memperbanyak puasa agar masuk ke dalam Surga Ar Rayyan. Amiin

Referensi: Kittab Al Fiqhu Al Muyassar Fi Dauil Kitab wa Sunnah, Nukhbah minal Ulama. Mausuatul Adab Al Islamiah, Abdul Aziz bin Fathi as Sayyid Nada, Bab Adab Siyam.
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085766619270.

0 Komentar 8 Puasa Sunnah dalam Islam Lengkap Beserta Keistimewaannya

Posting Komentar

Tulis komentar di sini dan centang tombol "Notify me" atau "Ingatkan kami" agar Antum bisa melihat balasannya. Syukran

Back To Top