Khutbah Idul Fitri Terbaru 2018 Bisa Membuat Jamaah Menangis

Khutbah Idul Fitri 2018- Tidak ada kesedihan yang paling mendalam melainkan perpisahan dengan bulan Ramadhan. Hari ini tepatnya pada tanggal 4 Juni 2018, kita sudah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, nanti malam adalah malam yang ke-24. Sungguh tidak terasa ternyata Ramadhan akan meninggalkan kita dan tidak terasa Idul Fitri akan menyambut kita.

Para pembaca yang budiman, berhubung sudah semakin dekat dengan hari besar kaum muslimin yaitu Idul Fitri 1439 H, maka abanaonline.com di sini akan membagikan contoh materi khutbah Idul Fitri yang paling terbaru 2018.

Materi ini kami tulis berdasarkan rujukan para ulama ahlussunnah Wal Jamaah, sehingga apabila dijadikan bahan khotbah bagi para D'ai InsyaAllah tidak ada keraguan dari isi materinya.

Baiklah berikut naskah khutbah idul fitri yang singkat terbaru 2018, semoga para Dai atau masyarakat bisa mengambil faedah dari apa yang akan kami bagikan di bawah ini.

Khutbah Idul Fitri Membuat Jamaah Menangis Terbaru 2018


Khutbah Idul Fitri Membuat Jamaah Menangis Terbaru 2018

Jika disampaikan dengan penuh penjiwaan, insyaAllah bisa membuat para jamaah menangis meneteskan air mata, sedih dan terharu. Karena tema besar yang kami angkat disini berkaitan tentang Muhasabah agar terus dekat dengan Allah meskipun sudah berpisah dengan bulan Ramadan.

Di samping itu dijelaskan juga kesedihan dan kekhawatiran para ulama tentang perpisahan dengan bulan puasa ini. Menggunakan bahasa yang jelas dan singkat. Dibagi menjadi 3 bagian, pertama pembukaan, kedua isi materi dan ketiga penutupan:

1. Pembukaan Khutbah Idul Fitri


انَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

قال الله تعالى: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

أما بعد: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَإِنَّ أَفْضَلَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar Walillah Ilham,

Bersyukur kepada Allah subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan limpahan nikmat kepada kita semua. Terutama nikmat Islam kesehatan dan kecukupan, tanpa tiga nikmat tersebut kita akan kesulitan melaksanakan amal ibadah.

Ma'asyiral muslimin wal muslimat Rohimakumullah..

Hari ini jutaan umat muslim di berbagai belahan dunia tengah bergembira mengumandangkan Takbir, Tahmid dan Tahlil sebagai wujud syukur kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Mereka bergembira menyambut datangnya hari kemenangan. Namun ketahuilah Allah tidak menjadikan hari raya besar ini kecuali dua tujuan yang agung.

Pertama, agar manusia bersyukur dan bertakbir memuji Allah Ta'ala atas segala nikmat yang telah diberikan selama bulan Ramadhan. Yang mana pada bulan tersebut kita telah dimudahkan dalam melaksanakan ibadah puasa, mengamalkan sholat malam, membaca al quran, berangkat solat subuh lebih awal dan lain sebagainya.

Allah subhanahu wa taala berfirman,

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." (QS. Al Baqarah: 185)

Yang kedua agar umat Islam merayakan hari kemenangan ini dengan rasa bahagia dan senang, namun masih dalam batas-batas syariat Islam. Berpakaian sesuai syari, berakhlak karimah dan tidak berlebihan dalam menghamburkan harta (mubadzir).

Allah Azza wa Jalla berfirman dalam surat al-Maidah:

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا

"Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulu (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus" (Qs. Al Maidah: 77)

Itulah dua tujuan Allah menjadikan hari raya Idul Fitri untuk kaum muslimin. Jamaah yang ada di sini wajib memperhatikan dan menjaganya supaya Idul Fitri kita lebih berkah berbuah pahala.

2. Isi Khutbah Idul Fitri Singkat dan Sedih


Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Walillah Ilham..

Sungguh bulan Ramadhan adalah musim yang sangat agung untuk membiasakan diri dalam ketaatan dan berlomba lomba dalam kebaikan. Akan tetapi sekarang Ramadhan telah meninggalkan kita dan ia akan menjadi saksi di hadapan Allah ta'ala atas segala yang telah kita lakukan di bulan tersebut. Tidak ada yang tersisa sedikitpun dari bulan Ramadan kecuali catatan amal yang akan diperlihatkan pada hari kiamat nanti.

Ibarat seorang pedagang yang telah menyelesaikan perniagaannya, dia akan menghitung berapa keuntungan dan kerugian yang ia dapatkan. Begitu pula dengan kita hari ini, setelah menyelesaikan rutinitas ibadah puasa kini saatnya bermuhasabah dan merenung apakah amalan kita di bulan puasa diterima Allah atau tidak.

Ma'asyiral mislimin wal muslimat Rahimakumullah,

Ketahuilah bahwa diterima atau tidaknya suatu amalan ditandai oleh amal shalih yang berkelanjutan. Ada sebuah ungkapan yang disampaikan oleh para ulama seperti Ibnu Katsir dalam kitabnya Al Qur'an Al Azim di tafsir surat al-Lail, diungkapkan juga oleh Ibnu Rajab Al Hambali dalam Latif Latif Al Ma'arif,

إِنَّ مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةَ بَعْدَهَا، وَإِنَّ مِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ بَعْدَهَا

"Sesungguhnya diantara balasan amalan kebaikan adanya kebaikan selanjutnya dan diantara balasan amalan keburukan adanya amalan kejelekan setelahnya"

Sehingga sangat disayangkan jika ada seorang muslim yang meninggalkan amal shalih setelah bulan Ramadan. Seolah olah mereka tidak mengenal Allah kecuali hanya di bulan Ramadhan saja.

Syaikh Abdul Razaq bin Abdul Muhsin Al-Badr hafudzahullah menyampaikan dalam Khutbahnya yang sangat mengharukan:

Wahai kalian yang masih mengingat Ramadhan! Engkau mempunyai tuhan yang disembah dan ditaati, tapi mengapa kau lupakan setelah Ramadhan?
Wahai kalian yang mengingat Ramadhan! Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kalian sholat lima waktu di masjid masjid, namun mengapa kalian lupa atau pura-pura lupa setelah bulan Ramadan?
Wahai kalian yang mengingat Ramadhan! Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kemaksiatan tapi mengapa itu semua dilupakan setelah bulan Romadhon?
Wahai kalian sesungguhnya kalian tahu di depan kalian ada Surga dan Neraka, ada nikmat atau siksaan. Tapi mengapa engkau lalai dengan itu semua setelah Ramadhon?
Wahai kalian yang selalu memenuhi masjid dan membaca al-Quran, apakah kalian akan menghilang setelah Ramadhan?
Sungguh heran dengan keadaan seorang mukmin yang tidak mengingat Allah kecuali di bulan Ramadhan. Celakalah dia."

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahualbar walillahilham...

Jamaah solat Ied' Rahimakumulllah...

Sungguh kerugian besar jika amal ibadah kita tidak diterima, dosa dosa tidak diampuni tapi ternyata tahun depan tidak bisa menjumpai bulan puasa lagi. Inilah yang membuat para ulama khawatir. Kebanyakan mereka selalu mengungkapkan rasa khawatir dan sedih saat berpisah dengan bulan Ramadhan.

Salah satunya Ibnu Rajab rahimahullah beliau mengatakan,

كَيْفَ لاَ تَجْرِى لِلْمُؤْمِنِ عَلَى فِرَاقِهِ دُمُوْع وَ هُوَ لاَ يَدْرِي هَلْ بَقِيَ لَهُ فِي عُمْرِهِ إِلَيْهِ رُجُوْع

"Bagaimana mungkin air mata seorang mukmin tidak berlinang kala berpisah dengan bulan Ramadhan. Sementara dia tidak mengetahui tersisa dari umurnya untuk kembali bertemu dengannya."

Berkata juga sebagian salaf lainnya,

لَوۡ أَعۡلَمُ اَنَّ اللّهَ تَقَبَّل مِنِّيۡ مِثۡقَالَ حَبَّةٍ مِنۡ خَرۡدَلٍ لَتَمَنَّيۡتُ المَوۡت

"Seandainya aku tahu bahwa Allah menerima amalanku walau seberat biji khordzal (biji yg sangat kecil seperti biji sawi), pasti aku akan berangan kematian"

Oleh sebab itu Ramadhan kemarin harus bisa memberi perubahan pada diri kita masing-masing ke arah yang lebih baik. Selalu istiqomah dalam beribadah dan tidak mengerjakan kemaksiatan selepas bulan Ramadhan.

Sungguh tidak ada yang tahu apakah kita masih bertemu dengan Ramadan Ramadan berikutnya. Sungguh kita juga tidak tahu apakah masih bisa sujud, ruku, menangis di malam malam bulan Ramadan.

Mari di hari kemenangan ini kita buka lembaran baru. Bersiap menghadapi tantangan baru yang akan hadir kembali. Sebab belenggu-belenggu setan telah terlepas. Membuat para pelaku maksiat kembali leluasa melancarkan godaan-godaannya. Jadilah muslim yang istiqamah.

Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar walillahilham...

Kepada para ibu-ibu sekalian, ketahuilah saat khutbah ied, Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pernah memberikan nasehat khusus untuk para wanita. Dari sahabat Jabir bin Abdullah -rdhiyallahuanhu-, diceritakan nabi mendekat ke arah jamaah wanita. Kemudian beliau menasehati dan mengingatkan wanita seraya bersabda,

تَصَدَّقْنَ فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّم

"Hendaknya kalian (para wanita) bersedekah, sesungguhnya kalian adalah mayoritas bahan bakar (penghuni) neraka Jahannam"

Mendengar nasihat nabi tersebut, salah seorang wanita berdiri dengan kedua pipinya kehitaman dan bertanya, "Kenapa Wahai Rasulullah?"

Maka nabi menjawab,

لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْر

"Karena kalian sering mengeluh dan banyak mengingkari kebaikan suami". [HR. Muslim: 885]

Untuk itu buat kalian para wanita, janganlah mengingkari kebaikan suami, jangan pula mengeluh kepada suami, mengeluh tentang keadaan suami. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah sementara dan penuh dengan kesulitan.

Ingatlah suami kalian adalah surga atau neraka kalian. Sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ أَوْ نَارُكِ

"Sesungguhnya suamimu adalah Surgamu atau Nerakamu" (HR. Ahmad)

Apabila engkau mendapati suamimu ridho kepadamu dan melihat engkau sebagai istri yang sabar serta tabah dalam menjalani kehidupan dalam berkeluarga, maka sesungguhnya engkau sedang membuka pintu surga lebar lebar.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang Benar

3. Penutupan Khutbah Idul Fitri 1439 H/2018 M


Sebelum kami akhiri kembali mengingatkan agar meluruskan niat dalam berhari raya. Perbanyak syukur, tahmid, takbir dan jangan melampaui batas. Berpakaian syari dan berakhlak mulia.

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

"Pendengaran, penglihatan dan semua anggota badan akan dimintai pertanggungjawaban" (Qs. Al Isra: 36)

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ بِأَنَّا نَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ الأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.

يَامَنَّانُ يَابَدِيْعَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ أَنْ تَمُنَّ عَلَيْنَا بِمَحَبَّتِكَ وَالإِخْلاَصِ لَكَ وَمَحَبَّةِ رَسُوْلِكَ وَالاِتِّبَاعِ لَهُ وَمَحَبَّةِ شَرْعِكَ وَالتَّمَسُّكِ بِهِ

اللَّهُمَّ يَامُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ، يَامُصَرِِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ  أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنُا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِي كُلّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ، تَقَبَّل َاللهُ طَاعَاتِكُمْ، تَقَبَّلَ اللهُ صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا، سُجُوْدَنَا وَرُكُوْعَنَا، تِلاَوَتَنَا وَتَخَشُّعَنَا، إِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Alhamdulillah akhirnya selesai juga contoh materi khutbah Idul Fitri yang singkat dan bisa membuat jamaah menangis terharu. Semoga artikel ini bermanfaat buat para Dai/penceramah. Untuk membuat jamaah meneteskan air mata harus dibawakan dengan penjiwaan sehingga menyentuh hati para pendengar.

Kalau mau khotbah idul fitri versi PDF bisa tulis email antum di kolom komentar. Insyaallah akan ana kirim.

Naskah khutbah Idul Fitri ini bersumber dari kumpulan khutbah Syaikh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Al Badr yang ada di situs al-badr.net. [Kunjungi: https://www.al-badr.net/detail/RK8F9pz2f4 dan https://www.al-badr.net/muqolat/2533]
Perhatian: Jika Akhi/Ukhti ingin menyebarkan artikel abanaonline, kami izinkan (copy-paste). Namun, mohon untuk menyertakan sumber tanpa ada yang dirubah isinya. Kebijakan Iklan: Iklan yang ada di sini sudah diatur oleh pihak Google. Apabila Antum menemukan iklan yang kurang layak, bisa melaporkan ke no WA admin: 085809999008.
Buka KomentarTunggu...
Back To Top